Hari: 13 Juli 2026

  • Dukung Kenyamanan Jamaah, SBA Bantu Sarana Masjid di Lhoknga dan Leupung

    Dukung Kenyamanan Jamaah, SBA Bantu Sarana Masjid di Lhoknga dan Leupung

    acehtoday.id/ | Lhoknga – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menyerahkan bantuan perlengkapan masjid kepada lima masjid kemukiman di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung, Jumat (10/7/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung kenyamanan jamaah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial keagamaan masyarakat.

    Sebagaimana diketahui, fungsi masjid saat ini tidak lagi terbatas sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga berkembang menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial masyarakat. Namun, masih banyak masjid yang menghadapi keterbatasan sarana penunjang seperti karpet, kipas angin, hingga pengeras suara.

    Bantuan yang diserahkan meliputi karpet, kipas angin, pengeras suara, mikrofon, meja, lemari dinding, serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masjid.

    Program ini diperkirakan memberi manfaat langsung kepada sekitar 250 pengurus dan jamaah aktif, sekaligus menjangkau sekitar 1.700 warga di kedua kecamatan melalui berbagai kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang berlangsung di masjid.

    Masjid Dinilai Punya Peran Strategis dalam Kehidupan Masyarakat Aceh

    General Affairs & Community Relations Manager Solusi Bangun Andalas, Tafaul Rijal, mengatakan bahwa masjid memiliki peran sangat penting dalam membangun kehidupan sosial masyarakat, sehingga perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

    “Di Aceh, masjid memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi ruang pendidikan, musyawarah, dan pembinaan generasi muda. Karena itu, kami ingin memastikan fasilitasnya dapat mendukung seluruh fungsi tersebut sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan berbagai aktivitas umat juga dapat berjalan lebih optimal,” ujar Tafaul.

    Ia menambahkan, program ini merupakan wujud kolaborasi antara Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang dirancang untuk memperkuat fungsi masjid sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

    Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Lhoknga dan Leupung untuk SBA

    Sekretaris Mukim Lamlhom, Zoelfikar, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Solusi Bangun Andalas yang terus mendukung kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat karena perlengkapan yang diberikan merupakan kebutuhan utama masjid selama ini. Semoga kepedulian Solusi Bangun Andalas menjadi amal jariah dan semakin mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Imuem Mukim Leupung, Ilyas Ramli. Ia menyebut masjid sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang belajar mengaji hingga kegiatan musyawarah dan pembinaan pemuda.

    “Masjid menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang belajar mengaji hingga kegiatan musyawarah dan pembinaan pemuda. Bantuan ini akan memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat setiap hari,” ungkap Ilyas.

    Melalui kolaborasi yang terus terjalin dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan, Solusi Bangun Andalas akan terus menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sosial, pendidikan, dan keagamaan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    PT SBA di Aceh Besar. [Foto: Liputan6.com/Rino Abonita]
  • RTA Pidie Resmi Dilantik, Santri Diminta Adaptif

    RTA Pidie Resmi Dilantik, Santri Diminta Adaptif

    acehtoday.id/ | Sigli – Pengurus Cabang Rabithah Thaliban Aceh (RTA)Pidie periode 2024-2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hotel Safira, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Minggu (12/7/2026).

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh, Tgk. Miswar Ibrahim Njong, dan dihadiri para ulama, pimpinan dayah, pimpinan ormas, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta keluarga besar Rabithah Thaliban Aceh.

    Dalam sambutannya, Miswar Ibrahim Njong menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi santri dan ulama muda dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

    “Santri harus tetap kokoh menjaga nilai-nilai Islam, tetapi pada saat yang sama juga harus adaptif terhadap perubahan masyarakat. Perubahan sosial berjalan begitu cepat. Cara masyarakat belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi telah berubah. Karena itu, pendekatan dakwah juga harus terus berkembang agar tetap relevan dengan kebutuhan umat,” ujarnya.

    Menurutnya, santri dan tengku dayah dituntut terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan tradisi keilmuan yang menjadi karakter utama dayah.

    Ia menjelaskan, tantangan dakwah saat ini tidak lagi terbatas pada mimbar-mimbar pengajian di masjid atau dayah, melainkan telah meluas ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, media digital, ruang-ruang komunitas, lingkungan birokrasi, dunia usaha, hingga berbagai platform media sosial.

    Menurut Miswar, apabila santri tidak mampu hadir dan mengambil peran di ruang-ruang baru tersebut, ruang itu berpotensi diisi oleh pihak-pihak yang belum tentu memiliki otoritas keilmuan dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan ajaran agama.

    “Santri harus hadir di mana masyarakat berada. Dan memperjuangkan kesulitan-kesulitan hidup bersama masyarakat. Dakwah tidak cukup menunggu masyarakat datang ke dayah, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat di ruang-ruang baru tempat mereka hidup, bekerja, berdiskusi, dan membangun masa depan,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Miswar juga mengajak kalangan dayah untuk terus memperkuat kapasitas intelektual, memperluas wawasan, serta memahami dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

    prosesi pelantikan RTA Pidie (Foto: Dok. RTA untuk acehtoday.id/)

    RTA Perkuat Peran

    Ia menilai, ulama muda tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga perlu memahami persoalan kontemporer agar mampu memberikan solusi yang relevan dan membimbing masyarakat dengan pendekatan bijaksana.

    Ia menambahkan, Rabithah Thaliban Aceh harus terus memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi ulama muda yang tak hanya melahirkan generasi berilmu, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

    Menutup sambutannya, Ketua Umum PB RTA berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjaga kekompakan dan soliditas organisasi, memperkuat budaya musyawarah, serta memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang telah diamanahkan.

    Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemimpinnya, tetapi juga oleh loyalitas, kerja sama, dan semangat kolektif seluruh pengurus dalam menggerakkan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

    Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program kaderisasi, penguatan kapasitas santri, dan perluasan gerakan dakwah yang mampu menjawab tantangan perubahan sosial sekaligus memperkuat peran dayah dalam kehidupan masyarakat Aceh.**