Hari: 17 Juli 2026

  • Sepanjang 2026, Tiga Partai Nasional di Aceh Mulai Panaskan Mesin

    Sepanjang 2026, Tiga Partai Nasional di Aceh Mulai Panaskan Mesin

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sepanjang tahun 2026, dinamika politik di Aceh mulai memanas. Tiga partai politik berskala nasional yang selama ini memiliki basis kuat di provinsi ujung barat Indonesia ini, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar, kompak mulai memanaskan mesin politiknya ditahun ini. Ketiganya menyusun langkah konsolidasi internal sebagai modal awal untuk merebut hati rakyat pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.

    Sinyal persaingan ini terlihat dari sejumlah pernyataan para ketua partai dalam berbagai momentum sepanjang tahun 2026, mulai dari acara pelantikan pengurus wilayah hingga pemaparan kekuatan struktur di tingkat daerah. Masing-masing partai tampak menunjukkan ambisi berbeda, namun bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat elektabilitas menjelang pemilu.

    PKB Usung Kolaborasi, PAN Pasang Target Tiga Besar

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, membuka rangkaian pernyataan politik ini saat pelantikan pengurus PKB Aceh, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan bahwa amanah memimpin partai bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan tentang bagaimana merawat harapan masyarakat yang telah memberi kepercayaan.

    Dalam sambutannya, Ruslan menekankan PKB sebagai rumah bersama yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengabdi untuk agama dan negara, tanpa membeda-bedakan latar belakang atau golongan tertentu.

    “PKB bukan milik kelompok tertentu. Ini rumah besar untuk semua yang ingin mengabdi. Kita harus saling merangkul dan berkolaborasi,” ujarnya.

    Menurut Ruslan, kesuksesan sebuah partai tidak pernah lahir dari kerja sendirian. Kolaborasi dengan berbagai elemen, baik partai politik lain, organisasi kemasyarakatan, maupun elemen rakyat langsung, menjadi kunci utama dalam membesarkan PKB ke depan. Ia turut mengingatkan seluruh kadernya agar memaknai jabatan bukan sebagai sesuatu yang perlu dibanggakan, melainkan sebagai ladang ibadah untuk melayani masyarakat.

    Berbeda dengan nada persuasif Ruslan, Ketua DPW PAN Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam justru tampil dengan pernyataan yang jauh lebih tegas dan kompetitif. Dalam pidato pelantikannya, Sabtu (13/6/2026), Dek Gam menegaskan komitmennya untuk membawa PAN tampil lebih baik pada ajang politik 2029, termasuk kesiapannya menghadapi siapa pun yang menjadi rival demi memenangkan partai yang telah membesarkan namanya di kancah politik Aceh.

    “Siapapun kami lawan. Tidak ada tawar-menawar untuk kemenangan. Kita optimis tiga besar,” tegas Dek Gam, menyiratkan target ambisius PAN untuk masuk jajaran tiga besar partai dengan perolehan suara terbanyak di Aceh pada 2029″.

    Golkar Andalkan Kekuatan Legislatif dan Regenerasi Kader Muda

    Sementara itu, Partai Golkar Aceh menunjukkan modal politik yang lebih terukur secara kuantitatif. Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, memaparkan kekuatan riil partainya saat ini, mulai dari jumlah kader yang telah menduduki kursi legislatif di berbagai tingkatan.

    Ia menyebut kader Fraksi Golkar Aceh telah menduduki 88 kursi DPRK se-Aceh, sembilan kursi DPRA, dan tiga kursi DPR RI.

    Kekuatan struktural ini menjadi modal penting bagi Golkar dalam menghadapi kontestasi lima tahun mendatang. Meski begitu, Salim menegaskan partainya tidak menutup diri dan tetap membuka pintu lebar bagi siapa pun yang ingin bergabung memperkuat barisan Golkar Aceh.

    “Kita sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung, kami sangat terbuka,” katanya.

    Salim Fakry juga mengungkapkan bahwa kepengurusan DPD I Golkar Aceh periode saat ini didominasi oleh kalangan muda dari berbagai latar belakang. Menurutnya, sekitar 70 persen jajaran pengurus berasal dari generasi muda, mulai dari aktivis kampus, organisasi kepemudaan, organisasi pengkaderan, paguyuban, hingga berbagai elemen komunitas, seperti disampaikannya pada Sabtu (17/7/2026).

    Langkah regenerasi ini diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus perubahan bagi wajah partai berlambang pohon beringin tersebut. Meski begitu, Golkar tidak sepenuhnya meninggalkan kekuatan lama.

    Selain unsur muda, kepengurusan turut diisi kalangan pengusaha muda dan senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta tokoh-tokoh partai berpengalaman yang ditempatkan dalam Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.

    Formasi ini memperlihatkan strategi Golkar Aceh yang berupaya memadukan energi kader muda dengan pengalaman senior, sebagai upaya menjaga keseimbangan organisasi sekaligus memperluas jangkauan pemilih dari berbagai kalangan.

    Dengan langkah konsolidasi yang mulai dijalankan sejak awal 2026 oleh ketiga partai nasional ini, arah persaingan politik di Aceh menjelang Pemilu 2029 pun kian terlihat jelas. PKB mengedepankan pendekatan kolaboratif dan inklusif, PAN tampil dengan sikap kompetitif dan berani, sementara Golkar mengandalkan kekuatan struktural legislatif yang dipadukan dengan regenerasi kader muda. Ketiga strategi berbeda ini pada akhirnya akan diuji dalam satu arena yang sama, yaitu memperebutkan hati dan kepercayaan rakyat Aceh pada Pemilu 2029 mendatang.**

  • Munawar Minta Rest Area Tol Sibanceh Diprioritaskan untuk UMKM Saree Terdampak

    Munawar Minta Rest Area Tol Sibanceh Diprioritaskan untuk UMKM Saree Terdampak

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta rest area Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) tidak hanya difungsikan sebagai tempat singgah, melainkan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berpihak pada masyarakat lokal, terutama pelaku usaha di kawasan Saree, Kabupaten Aceh Besar.

    Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRA, Munawar AR yang akrab disapa Ngoh Wan, mengungkapkan hal itu, Jumat (17/7/2026). Ia menegaskan dukungannya terhadap pembangunan Tol Sibanceh karena dinilai memberi dampak besar bagi konektivitas dan efisiensi perjalanan.

    Dampak Perubahan Arus Lalu Lintas

    Meski begitu, Munawar mengingatkan bahwa beroperasinya jalan tol turut mengubah pola lalu lintas dan berimbas pada aktivitas ekonomi kawasan yang sebelumnya mengandalkan kendaraan yang melintas di jalur nasional lama. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kebijakan yang mampu menghadirkan pemerataan manfaat pembangunan tanpa mengurangi fungsi strategis tol sebagai infrastruktur transportasi.

    “Kita mendukung penuh pembangunan Jalan Tol Sibanceh karena manfaatnya sangat besar bagi konektivitas. Namun, pemerintah dan Hutama Karya juga perlu memastikan masyarakat yang terdampak, khususnya pelaku UMKM dan pedagang di Saree, tetap memperoleh ruang,” ujarnya.

    Ia menyebut optimalisasi rest area sebagai salah satu solusi untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di jalur lama. Rest area, menurutnya, semestinya tidak sekadar menjadi fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga ruang promosi produk unggulan daerah sekaligus peluang usaha bagi warga sekitar.

    Dorong Keterlibatan Pelaku Usaha Lokal

    Munawar meminta Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dan PT Hutama Karya selaku pengelola tol memperhatikan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengelolaan tenant maupun ruang usaha di rest area.

    “Kita minta rest area itu benar-benar diberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM di Saree yang terdampak akibat pembangunan jalan tol. Jangan sampai rest area hanya menjadi tempat singgah, tetapi belum mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas di jalur lama,” tegasnya.

    Ia menilai keberpihakan terhadap UMKM lokal merupakan bagian dari pembangunan yang inklusif agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Munawar juga mendorong produk unggulan Aceh Besar seperti kuliner, hasil pertanian, dan kerajinan mendapat ruang prioritas untuk dipasarkan di rest area Tol Sibanceh.

    “Pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen kesejahteraan masyarakat. Ketika ada perubahan pola mobilitas, maka perlu ada kebijakan yang memastikan masyarakat yang terdampak juga memperoleh peluang ekonomi baru. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil dan merata,” pungkasnya.**

  • Jelang Pemilu 2029, Salim Fakhry Fokus Besarkan Golkar

    Jelang Pemilu 2029, Salim Fakhry Fokus Besarkan Golkar

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh bersiap menggelar konsolidasi internal secara menyeluruh menjelang Pemilu 2029. Konsolidasi ini akan dimulai melalui pelaksanaan musyawarah daerah (musda) di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

    Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, mengatakan “langkah ini kita diambil untuk memperkuat organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput. Sebab, penguatan basis masyarakat menjadi prioritas karena suara pemilih pada akhirnya berasal dari lapisan akar rumput itu sendiri,” katanya kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Rangkul Gen Z hingga Kader Senior

    Salim Fakhry menyebut kepengurusan Golkar Aceh periode baru memberi ruang lebih besar kepada generasi muda, termasuk kalangan Gen Z, serta melibatkan mantan aktivis dan pengusaha dalam struktur partai. Langkah ini diambil sebagai bagian dari regenerasi sekaligus penyegaran organisasi.

    Meski membuka ruang bagi generasi muda, Golkar Aceh tetap mengakomodasi kader-kader senior. Partai berlambang pohon beringin ini membentuk empat badan khusus, yakni Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, dan Dewan Penasehat, sebagai wadah bagi para senior untuk tetap berkontribusi.

    Salim menambahkan, sejumlah kader senior yang sebelumnya tidak lagi aktif kembali direkrut dan menunjukkan respons positif terhadap upaya konsolidasi yang dilakukan partai. Ia optimistis sinergi antara kader senior dan generasi muda akan menjadi modal utama Golkar Aceh dalam meningkatkan kinerja dan elektabilitas pada pemilu mendatang.

    Target Kursi DPR RI dan DPRK di 2029

    Dalam pemaparannya, Salim Fakhry menegaskan target Golkar Aceh pada Pemilu 2029 adalah minimal mempertahankan perolehan kursi DPR RI yang dimiliki saat ini, dengan harapan dapat menambah jumlah kursi apabila kondisi memungkinkan. Untuk tingkat DPRK, Golkar Aceh juga menargetkan penambahan kursi melalui penguatan struktur partai dan konsolidasi kader di daerah.

    Ia menegaskan bahwa fokus utamanya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh saat ini adalah membesarkan partai dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Salim menyatakan tidak memiliki ambisi pribadi untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada kontestasi mendatang.

    Terkait Pilkada, Salim mengatakan Golkar akan mengikuti mekanisme dan aturan organisasi partai dalam menentukan calon yang akan diusung nantinya.

    Ia juga menegaskan bahwa Partai Golkar Aceh secara resmi mendukung kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, berpasangan dengan Wakil Gubernur Fadhlullah atau Dek Fadh.

    Salim menyampaikan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah turun langsung ke daerah, bertemu dengan kader senior maupun kader muda, serta memperkuat soliditas partai menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, keberhasilan konsolidasi di tingkat akar rumput akan menentukan capaian elektabilitas Golkar Aceh pada pemilu mendatang.**

  • Pemkab Aceh Besar Ungkap Nasib Pedagang Saree dan Rest Area Tol Sibanceh

    Pemkab Aceh Besar Ungkap Nasib Pedagang Saree dan Rest Area Tol Sibanceh

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Rencana relokasi pedagang ke kawasan rest area di ruas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh masih memerlukan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah daerah dengan PT Hutama Karya selaku pengelola jalan tol. Kepastian mengenai keterlibatan pelaku UMKM lokal di kawasan tersebut hingga kini belum final.

    Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, Drs. H. Sulaimi, M.Si., menjelaskan bahwa instansinya hanya memiliki kewenangan dalam pembinaan pedagang, bukan menentukan lokasi maupun kebijakan operasional rest area di jalan tol tersebut. Menurutnya, keputusan terkait titik lokasi dan alokasi ruang sepenuhnya berada di ranah pengelola jalan tol.

    Belum Ada Kepastian Jumlah Titik dan Alokasi Ruang

    Sulaimi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembahasan secara rinci mengenai jumlah titik rest area maupun alokasi ruang yang akan disediakan khusus bagi pelaku UMKM lokal. "Kita masih menunggu waktu yang tepat untuk bicara khusus itu dengan PT. Hutama Karya," katanya kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Kondisi ini membuat pemerintah daerah belum bisa memastikan skema penempatan pedagang, termasuk pelaku usaha di kawasan Saree yang selama ini menggantungkan penghasilan dari jalur tersebut.

    Ia menyebut, dalam waktu dekat pemerintah daerah berencana menggelar pertemuan koordinasi dengan PT Hutama Karya untuk membahas peluang keterlibatan UMKM dan pedagang lokal di kawasan rest area.

    Pembahasan itu, kata Sulaimi, harus dilakukan melalui forum resmi karena menyangkut hak dan kewajiban masing-masing pihak, sehingga seluruh prosesnya perlu dilakukan secara hati-hati.

    Pemerintah daerah berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha di kawasan Saree, dapat memperoleh kesempatan menjalankan usaha di rest area apabila nantinya tersedia ruang yang memungkinkan.

    Namun, Sulaimi juga mengingatkan bahwa ketersediaan lahan di rest area dinilai terbatas, sehingga mekanisme penempatan pedagang perlu dibahas secara matang agar sesuai dengan kapasitas yang ada.

    Pemda Cari Solusi yang Akomodatif tanpa Langgar Aturan Tol

    Menurut Sulaimi, pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan aturan dan kebijakan pengelola jalan tol.

    Program pengembangan UMKM yang dijalankan pemerintah daerah, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor UMKM, namun implementasinya di kawasan rest area tetap membutuhkan kajian serta koordinasi lintas instansi.

    Ia memastikan ada komitmen untuk membahas peluang pemberdayaan UMKM di kawasan rest area. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh keputusan baru dapat diambil setelah melalui pembahasan bersama seluruh pihak terkait, termasuk PT Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol.**

  • Berdayakan UMKM Aceh, Maxim Dukung Lewat Program Pendampingan Usaha

    Berdayakan UMKM Aceh, Maxim Dukung Lewat Program Pendampingan Usaha

    acehtoday.id/ | Banda AcehMaxim terus mendukung pelaku usaha lokal melalui program pendampingan usaha kecil yang bertujuan meningkatkan kualitas ruang publik serta standar kebersihan di pasar-pasar tradisional. Melalui penyediaan perlengkapan usaha yang dibutuhkan dan konsultasi gratis, program ini membantu menekan biaya operasional sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih bersih, tertata, dan aman bagi pemilik usaha, pelanggan, serta masyarakat sekitar.

    Program ini pertama kali diluncurkan di Banda Aceh pada 2018, bersamaan dengan hadirnya layanan Maxim di provinsi tersebut. Sebagai wilayah pertama yang menjalankan inisiatif ini, Aceh terus menjadi salah satu area penting dalam upaya Maxim mendukung masyarakat.

    Sejak saat itu, ratusan restoran, hotel, penyedia layanan, institusi pendidikan, serta pedagang di pasar makanan dan pakaian di Banda Aceh terus berpartisipasi dalam program tersebut.

    Sediakan Perlengkapan Usaha hingga Perkuat Kebersihan Pasar

    Sebagai bagian dari inisiatif ini, Maxim bekerja sama secara langsung dengan para pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka dan menyesuaikan dukungan yang diberikan sesuai karakteristik masing-masing bisnis. Program ini dapat diikuti secara gratis oleh pelaku usaha dari berbagai skala.

    Maxim menyediakan berbagai perlengkapan usaha yang dibutuhkan, seperti celemek, payung pasar, papan bertuliskan “Buka/Tutup”, papan informasi, papan penanda dinding, serta perlengkapan lainnya. Berbagai perlengkapan ini membantu mendukung kegiatan operasional sehari-hari sekaligus membuat tempat usaha terlihat lebih rapi dan menarik.

    Perusahaan juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan standar kebersihan di area publik yang ramai, seperti pasar dan pusat kuliner, salah satunya dengan menyediakan celemek bagi para pedagang.

    Celemek ini membantu menjaga kebersihan selama proses menyiapkan dan menjual makanan, mengurangi risiko kontaminasi, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Bantuan tersebut juga meringankan biaya yang perlu dikeluarkan pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan, sehingga mereka bisa mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan bisnis.

    Lebih lanjut, Maxim turut membantu menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertata, khususnya di area dengan tingkat mobilitas tinggi seperti pasar dan pusat kuliner. Pemanfaatan layanan logistik yang lebih efisien membantu mempercepat distribusi barang, mengurangi risiko kerusakan produk, serta mendukung kelancaran aktivitas jual beli.

    Dampak Positif Dirasakan Pelaku Usaha di Berbagai Daerah

    Sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah telah merasakan manfaat dari dukungan tersebut. Di Tasikmalaya, Stevia Kitchen Cake and Bakery berhasil berkembang dari usaha rumahan menjadi bisnis yang melayani ratusan pesanan setiap hari berkat dukungan layanan pengantaran yang andal dari Maxim.

    Di Sukabumi, Dapur Widhy yang menyajikan aneka kuliner khas Jawa Barat berhasil memperluas jangkauan pelanggannya tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara signifikan.

    Sementara di Yogyakarta, Babyva Rent, usaha penyewaan perlengkapan anak, mengandalkan layanan Maxim untuk memastikan produk yang disewakan sampai kepada pelanggan tepat waktu dan dalam kondisi baik.

    Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyam, mengatakan pihaknya percaya bahwa mendukung pelaku usaha lokal merupakan salah satu cara memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami percaya bahwa mendukung pelaku usaha lokal merupakan salah satu cara untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ketika usaha-usaha lokal berkembang, manfaatnya juga akan dirasakan oleh lingkungan sekitar. Melalui berbagai layanan yang kami miliki, termasuk Food & Shop dan Food & Goods, kami ingin membantu UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan efisiensi usaha, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dirhamsyam, Jumat (17/7/2026).

    Selain menjalankan berbagai program yang mendukung pelaku usaha, Maxim juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Perhubungan, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta komunitas di berbagai kota di Indonesia.

    Melalui kerja sama jangka panjang tersebut, Maxim berharap dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.**

  • Kepala MIN 14 Pidie Jaya Apresiasi Mahasiswa KKN USK, MPLS Dinilai Lebih Edukatif dan Interaktif

    Kepala MIN 14 Pidie Jaya Apresiasi Mahasiswa KKN USK, MPLS Dinilai Lebih Edukatif dan Interaktif

    acehtoday.id/ | Pidie Jaya – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di MIN 14 Pidie Jaya mendapat apresiasi dari pihak sekolah setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 104 Gampong Peulakan Tambo turut mendampingi siswa baru selama tiga hari kegiatan berlangsung.

    Kepala MIN 14 Pidie Jaya menilai keterlibatan mahasiswa KKN memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana MPLS yang lebih tertib, interaktif, dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa juga dinilai membantu guru mendampingi peserta didik yang masih berada pada tahap awal penyesuaian dengan lingkungan sekolah.

    Sekolah Nilai Pendampingan Mahasiswa Sangat Membantu

    Selama pelaksanaan MPLS yang berakhir pada Jumat (17/7/2026), mahasiswa KKN mendukung berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah melalui metode belajar sambil bermain, diskusi, praktik langsung, serta pendampingan kelompok.

    Materi yang diberikan meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), literasi dasar, praktik enam langkah mencuci tangan yang benar, edukasi gizi seimbang, hingga penanaman nilai-nilai karakter.

    Mahasiswa juga mengenalkan empat kata ajaib, yakni “tolong”, “maaf”, “permisi”, dan “terima kasih”, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa sejak hari pertama memasuki bangku sekolah.

    Pendekatan tersebut membuat suasana belajar lebih hidup sehingga siswa baru terlihat lebih percaya diri berinteraksi dengan guru maupun teman sekelas.

    Apresiasi terhadap kegiatan itu juga disampaikan Wali Kelas I MIN 14 Pidie Jaya, Maulida, S.Pd., yang merasakan langsung manfaat kehadiran mahasiswa KKN dalam mendampingi siswa baru.

    “Cukup terbantu dengan adanya mahasiswa KKN Kelompok 104 Desa Peulakan Tambo. Tugas wali kelas 1 jadi lebih ringan dalam menghadapi siswa kelas 1 yang sangat amat chaos,” ujar Maulida.

    Kolaborasi Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

    Pihak sekolah berharap kolaborasi bersama mahasiswa Universitas Syiah Kuala dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik.

    Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat melalui sektor pendidikan.

    Ketua Kelompok KKN-R 104 berharap kegiatan pendampingan selama MPLS dapat memberikan manfaat bagi sekolah maupun siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Syiah Kuala dengan MIN 14 Pidie Jaya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Gampong Peulakan Tambo dan wilayah sekitarnya.

    Melalui kolaborasi tersebut, pelaksanaan MPLS tidak hanya membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat, membangun karakter positif, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak hari pertama masuk sekolah.**