Hari: 18 Juli 2026

  • Ekonomi Saree Lesu, Hutama Karya Angkat Bicara

    Ekonomi Saree Lesu, Hutama Karya Angkat Bicara

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) menegaskan komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengelolaan rest area di sepanjang Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh), menyusul sorotan publik terhadap melemahnya ekonomi kawasan Saree pascaoperasional jalan tol tersebut.

    Kepala Regional Sumatra Bagian Utara PT Hutama Karya, Taufiq Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan lebih dari 30 persen tenant komersial di rest area bagi pelaku UMKM lokal, sehingga produk-produk unggulan Aceh dapat menjangkau lebih banyak pengguna jalan tol.

    "Hutama Karya memprioritaskan lebih dari 30% tenant komersial di rest area bagi pelaku UMKM lokal, sehingga produk-produk unggulan Aceh dapat menjangkau lebih banyak pengguna jalan tol," katanya saat dikonfirmasi acehtoday.id/, Sabtu (18/7/2026).

    Terkait ketersediaan ruang, Taufiq menyebut hingga saat ini masih ada peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk bergabung sebagai tenant, sesuai ketersediaan ruang dan kebutuhan operasional. Masyarakat yang berminat, katanya, dapat menghubungi pengelola rest area untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.

    Hutama Karya Koordinasi dengan Pemda Kembangkan Kawasan Saree

    Dari sisi koordinasi, Taufiq menyebut pihaknya terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mendukung pengembangan kawasan di sekitar jalan tol Sigli-Banda Aceh.

    Ia menilai kehadiran jalan tol diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru, sementara potensi wisata, kuliner, dan UMKM di kawasan Saree terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak.

    Menanggapi keluhan pelaku usaha di Saree yang omzetnya menurun, Taufiq mengatakan pihaknya memahami bahwa setiap pembangunan infrastruktur dapat membawa perubahan pola mobilitas masyarakat. Namun ia meyakini kawasan Saree tetap memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, kuliner, maupun pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

    “Dengan meningkatnya aksesibilitas wilayah melalui jalan tol, kami berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, promosi yang lebih luas, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sehingga kawasan Saree tetap menjadi tujuan masyarakat,” ujarnya.

    Terkait sepinya Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, Taufiq menyebut peralihan sebagian lalu lintas ke jalan tol merupakan hal yang lazim setelah suatu ruas tol beroperasi.

    Menurutnya, jalan tol melayani perjalanan jarak jauh secara lebih cepat dan efisien, sementara jalan nasional tetap memiliki peran penting sebagai akses mobilitas lokal, distribusi barang, serta penghubung menuju kawasan ekonomi dan destinasi wisata.

    Hutama Karya Buka Ruang Evaluasi dan Jalankan Program TJSL

    Taufiq memastikan pihaknya terbuka terhadap masukan masyarakat dan akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya, agar manfaat pembangunan jalan tol dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Sebagai BUMN, Hutama Karya juga disebut secara konsisten menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM.

    Selain memprioritaskan tenant rest area bagi UMKM lokal, Taufiq menyebut perusahaan juga aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, melaksanakan kegiatan sosial seperti pembagian takjil saat Ramadan, operasi simpatik lewat pembagian kopi, permen, dan edukasi keselamatan bagi pengguna jalan, serta penyaluran hewan kurban pada momen Iduladha.

    “Melalui berbagai program tersebut, Hutama Karya berupaya memastikan kehadiran jalan tol tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” pungkasnya.**

  • AMPD Ingatkan Kader Demokrat Aceh Jaga Etika Politik

    AMPD Ingatkan Kader Demokrat Aceh Jaga Etika Politik

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sekretaris Angkatan Muda Partai Demokrat (AMPD) Aceh yang juga menjabat Sekretaris BPOKK-DA DPD Partai Demokrat Aceh, Riandani, mengajak seluruh kader partai untuk menyikapi isu dugaan intervensi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh secara tenang dan arif. Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah soliditas partai, Sabtu (18/7/2026).

    Menurut Riandani, Musda Partai Demokrat sudah memiliki mekanisme yang jelas sebagaimana diatur dalam AD/ART partai. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Dewan Pimpinan Pusat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengambil keputusan secara objektif dengan mempertimbangkan aturan organisasi, aspirasi kader, serta kepentingan terbaik bagi partai.

    Ia menilai dinamika dukungan yang muncul menjelang Musda merupakan hal yang lumrah terjadi dalam organisasi politik mana pun. Meski demikian, Riandani mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan atau membangun opini negatif terhadap sesama kader.

    Ia secara khusus menyoroti sikap sejumlah pihak yang disebutnya mencari-cari kesalahan pihak lain hanya karena ada DPC yang mengalihkan dukungan, bahkan sampai melontarkan tuduhan melalui media massa terhadap Plt Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Menurutnya, langkah semacam itu hanya akan memperkeruh suasana dan tidak memberi manfaat apa pun bagi partai.

    Singgung Komentar Bacalon Ketua DPD, Riandani Serukan Etika Politik

    Riandani mengaku pernyataannya kali ini muncul lantaran menilai komentar salah satu bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh di media massa sudah mulai berlebihan dan berpotensi memicu perpecahan di internal partai.

    Ia mengatakan sebenarnya enggan ikut larut dalam polemik, namun merasa perlu menyampaikan pandangannya karena pernyataan yang berkembang di media dinilai sudah agak kelewatan.

    Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga etika politik, menghormati proses demokrasi internal partai, serta tidak menggiring opini yang berpotensi merugikan Partai Demokrat.

    Riandani menegaskan pentingnya mengedepankan politik yang santun, dewasa, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan di antara sesama kader.

    Sebagai penutup, Riandani menyampaikan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh melalui mekanisme organisasi merupakan keputusan yang harus dihormati bersama. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah menjaga soliditas, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membesarkan Partai Demokrat demi masa depan yang lebih baik.**