acehtoday.id/ | Banda Aceh — Para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Makam Teuku Nyak Arief mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak parah.
Sepanjang jalur tersebut kini dipenuhi lubang-lubang menganga dengan diameter bervariasi yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan para pengendara.
Saat acehtoday.id/ menelusuri jalan sepanjang 4,5 kilometer tersebut, ditemukan beberapa lubang jalan dengan ukuran yang bervariasi di kedua lajur, Sabtu (6/6/2026).
Rusak Parah Dikepung Debu dan Kubangan Air
Muhammad Kahlil (22), mengatakan kondisi jalan yang kupak-kapik ini memberikan dampak buruk ganda bagi masyarakat dalam berbagai situasi cuaca. Saat cuaca terik, aspal yang mengelupas memicu kepulan debu tebal berterbangan setiap kali kendaraan melintas.
“Kalau cuaca panas apalagi berangin, debu nya parah sekali. tidak bisa jalan di belakang mobil,” Ungkapnya kepada acehtoday.id/, Sabtu (6/6/2026).
Kahlil merupakan mahasiswa mengaku setiap pagi melewati jalan Makam Teuku Nyak Arief. Ia menambahkan, sebaliknya persoalan menjadi jauh lebih rumit ketika intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.
“Kalau sudah hujan, lubang-lubang jalan itu tertutup genangan air. Pengguna jalan jadi terhambat karena harus ekstra hati-hati memilih lajur,” Pungkasnya.
Ancaman “Jalur Tengkorak” di Malam Hari
Penderitaan para pengguna jalan kian lengkap akibat minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Makam Teuku Nyak Arief.
Ketika malam tiba, kawasan ini menjadi gelap gulita, membuat lubang-lubang tajam di badan jalan bertransformasi menjadi jebakan maut yang siap memicu kecelakaan lalu lintas.
Pengendara jalan lain, Arifin (30), mengatakan kombinasi antara kerusakan aspal yang parah dan ketiadaan lampu penerangan yang memadai membuat jalur ini sangat rawan bagi pengendara yang belum menguasai medan, khususnya pada malam hari.
“Harus lebih hati-hati kalau malam, apalagi yang tidak hafal lubang,” Ungkap Arifin.
Desakan Tindak Lanjut
Arifin yang bekerja sebagai pengemudi Ojek Online (Ojol), mengatakan pemerintah terkait harusnya memberikan atensi lebih terhadap kenyamanan pengguna jalan.
Selain pengaspalan ulang, ia juga meminta pemasangan lampu jalan di titik-titik krusial.
“Kalo di tambal sepertinya tidak bakal lama, lampu (jalan) juga tidak kalah pentingnya di simpang-simpang,” Ujarnya.
Arifin meminta Pemerintah Aceh Besar melalui dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan fisik jalan secara permanen.
Jika terus dibiarkan tanpa ada respons cepat, dikhawatirkan jalur ini akan memakan korban akibat kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh buruknya tata kelola infrastruktur publik tersebut. “Semoga cepat diperbaiki, jangan sampai ada korban jiwa,” Pungkasnya.












