Persiraja Banda Aceh sudah lama berkutat di Liga 2. Klub ini sempat promosi ke Liga 1 pada 2020, tetapi pandemi Covid-19 membuat Laskar Rencong terkena imbas.
Pembatasan penonton memaksa Persiraja bermarkas di Pulau Jawa. Tanpa dukungan langsung suporter, Persiraja menutup musim itu dengan catatan buruk dan menjadi juru kunci, sehingga kembali terlempar ke Liga 2.
Pada tahun-tahun berikutnya, manajemen selalu memberikan harapan kepada suporter bahwa tim kebanggaan mereka bakal segera kembali ke Liga 1. Namun, hingga musim 2025-2026, Persiraja selalu gagal mewujudkan harapan itu.
Bagaimana dengan musim ini? Sejumlah klub yang berlaga di Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027 mulai memperkenalkan pemain baru.
Namun, hingga Sabtu, 18 Juli 2026, Persiraja Banda Aceh belum mengumumkan satu pun pemain untuk musim ini karena proses seleksi masih berlangsung. Sementara itu, kick-off Liga 2 akan dimulai pada September 2026.
Presiden Persiraja, Nazaruddin atau yang akrab disapa Dek Gam, seperti biasa menyampaikan harapan tersebut secara menggebu-gebu melalui media sosialnya. Baru-baru ini, Dek Gam membuat unggahan berbahasa Aceh ‘Hoka awak meunyet2 ke Persiraja, beuka tupeu le awak kah kee kaielhap lom kali nyoe’. Kurang lebih artinya di mana orang yang nyinyir untuk Persiraja. Kalian harus tahu, kali ini aku benar-benar di luar kendali.

Unggahan Dek Gam mendapat respons beragam dari warganet. Sebagian memberi dukungan, sebagian lain melontarkan sindiran. Meski demikian, pernyataan itu bisa dimaknai sebagai isyarat bahwa Dek Gam telah mempersiapkan kejutan bagi suporter tim berjuluk Lantak Laju tersebut.
Persiraja Banda Aceh resmi memulai tahapan persiapan menuju kompetisi musim 2026/2027 dengan menjadwalkan latihan perdana pada 1 Agustus 2026.
Klub berjuluk Laskar Rencong ini menargetkan promosi ke Liga 1 setelah terakhir kali tampil di kasta tertinggi pada musim 2020 dan 2021/2022.
Persiraja Banda Aceh Pertahankan Separuh Skuad Lama
Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, memastikan skuad musim ini akan memadukan pemain senior dengan talenta muda, baik yang berasal dari Aceh maupun luar daerah.
Perpaduan tersebut disiapkan untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi di tubuh tim.
Gidong menyebutkan sekitar 50 persen pemain musim lalu masih dipertahankan, sementara separuh sisanya merupakan wajah baru hasil rekrutmen menjelang musim kompetisi mendatang.
Komposisi pemain asing pun disebut hampir rampung dan tinggal menunggu kepastian satu nama lagi sebelum skuad dinyatakan lengkap.
“Latihan perdana akan dimulai pada 1 Agustus. Kami memadukan pemain senior dengan pemain muda agar tim lebih kompetitif menghadapi musim ini,” kata Gidong saat dihubungi, Jumat (17/6/2026).
Menanggapi rumor pemain baru yang beredar di kalangan suporter, termasuk kabar bergabungnya pemain asing, Gidong bersikap hati-hati.
Gidong menegaskan segala kemungkinan masih terbuka selama klub belum mengumumkan secara resmi, sehingga meminta publik menahan diri sambil menunggu pengumuman resmi dari manajemen.
Di sisi kepelatihan, manajemen Persiraja telah memperpanjang kontrak pelatih kepala Jaya Hartono untuk kembali menukangi tim menghadapi Championship 2026/2027.
Kepastian ini diumumkan melalui akun media sosial resmi klub sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan tim dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun.
Di bawah arahan Jaya Hartono, Persiraja mencatatkan sembilan pertandingan pada musim lalu dengan hasil tiga kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.
Catatan tersebut mengantarkan tim finis di posisi lima klasemen akhir Pegadaian Championship 2025/2026, modal yang diharapkan bisa ditingkatkan pada musim mendatang untuk mengejar target promosi ke Liga 1.
Gidong mengakui persaingan menuju papan atas klasemen sekaligus perebutan tiket promosi musim ini tidak akan mudah. Klub-klub berpengalaman di Liga 1, salah satunya Semen Padang, disebut menjadi pesaing kuat dalam perburuan posisi teratas.
Karena itu, untuk tahap awal, tim akan fokus bersaing di papan atas sembari menjalani kompetisi yang masih panjang secara bertahap.
“Persaingan musim ini berat karena ada Semen Padang dan beberapa klub yang sudah lama malang melintang di Liga 1 turut bermain. Karena itu, kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujar Gidong.
Mantan kapten Persiraja, Mukhlis Nakata menilai skuad Laskar Rencong saat ini masih kekurangan sosok pemimpin di lapangan.
Menurutnya, kehadiran seorang pemimpin penting untuk membakar semangat tim dalam mengejar target promosi.

Nakata turut menyoroti komposisi pemain dan menyebut jumlah pemain asal Aceh perlu lebih dominan, karena ikatan emosional mereka terhadap klub dinilai mampu mendongkrak semangat juang di setiap laga.
Nakata menegaskan performa buruk di kandang pada musim lalu tidak boleh terulang. “Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi musim depan. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan bagi Persiraja,” ujarnya, Jumat (17/6/2026).
Meski sudah tidak lagi berada di dalam tim sejak gantung sepatu dan mengaku tidak mengetahui detail situasi internal klub saat ini, Nakata menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi.
Nakata mengingatkan bahwa Persiraja sudah dua kali nyaris meraih tiket promosi ke Liga 1, namun selalu gagal di laga-laga penentuan meski dari sisi permainan para pemain sebenarnya sudah tampil maksimal.
Dibandingkan era ketika masih membela tim, Nakata menilai kekompakan Persiraja belum kembali seperti dulu, terutama sejak pandemi Covid-19.
Nakata berharap manajemen merekrut pemain yang mencintai klub, bermental pantang menyerah, dan bertekad tidak kalah di hadapan pendukung sendiri, karena kekompakan tim di dalam maupun luar lapangan dinilai menjadi modal utama untuk bersaing memperebutkan tiket promosi musim 2026/2027.
Selama Dek Gam terus melempar optimisme lewat media sosial, suporter pun akan terus menagihnya, kembalikan Persiraja ke Liga 1.
Laporan : Zaky dan Fatih







