Kategori: Gaya Hidup

  • Nobar Piala Dunia 2026 di Hermes Palace, Wisatawan Nikmati Sarapan Sambil Nonton Bola

    acehtoday.id/ | Banda AcehHermes Palace Hotel Banda Aceh menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang menyita perhatian tamu hotel, termasuk wisatawan yang sedang berlibur di Aceh. Salah satunya Zulfadh, warga Marindal, Medan, yang sengaja memilih menginap di hotel tersebut bersama keluarga saat momen Piala Dunia berlangsung.

    Pada Selasa (30/6/2026), Zulfadh menyaksikan laga Belanda melawan Maroko melalui layar tancap berukuran 1,5 x 2 meter yang dipasang di area restoran, sambil menikmati sarapan yang disediakan hotel. Ia menilai pertandingan berjalan sengit karena kedua tim tampil menyerang sejak awal, dan memprediksi laga berakhir dengan skor 4-3 untuk Belanda.

    Namun hasil pertandingan itu Belanda kalah melalui adu pinalti. Zulfadh terkesan dengan penampilan Achraf Hakimi, kapten Maroko yang tidak kenal menyerah. Meski demikian Argentina tetap menjadi tim favoritnya untuk menjuarai turnamen.

    Menurut Zulfadh, nobar di hotel memberi kenyamanan lebih dibanding di warung kopi karena bebas asap rokok dan lingkungannya lebih bersih, sehingga cocok ditonton bersama keluarga.

    Public Relation Hermes Palace, Agustia Adha
    Public Relation Hermes Palace, Agustia Adha

    Public Relation Hermes Palace, Agustia Adha, menjelaskan bahwa nobar Piala Dunia 2026 bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi bisnis hotel untuk memperkuat pengalaman tamu dan citra merek. Ia menyebut turnamen kali ini istimewa karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, format terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

    Agustia menambahkan, acara ini dirancang untuk mendongkrak traffic dan pendapatan tambahan lewat event experience, sekaligus menyasar komunitas pencinta bola, travel agent, klien korporat, pelanggan loyal, hingga generasi muda. Dekorasi bertema pertandingan, sajian kuliner khas, serta layanan hotel yang menyatu dengan suasana kebersamaan turut menjadi nilai tambah bagi pengunjung.

    Kegiatan nobar ini juga diharapkan mendorong aktivitas pariwisata lokal di Banda Aceh sekaligus membuka ruang promosi digital, mengingat dokumentasi foto dan video acara akan digunakan sebagai konten media sosial hotel untuk menjangkau calon tamu baru.

    Agustia menegaskan, nobar Piala Dunia 2026 merupakan bentuk experiential marketing yang memadukan hiburan, keterlibatan pelanggan, dan peluang bisnis dalam satu momentum olahraga global.

    Laporan : Zaky

  • Davina Karamoy Mengembalikan Uang Saku Hanania Travel Setelah Diperiksa

    Seputar Aceh – Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih enam jam, artis Davina Karamoy menyatakan telah mengembalikan uang saku yang diterimanya dari Hanania Travel. Pemeriksaan ini dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan perjalanan umrah dan haji.

    Sebagaimana dilaporkan oleh detikNews, pemeriksaan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026. Davina Karamoy menyampaikan, “Alhamdulillah lancar tadi selama di dalam. Ada beberapa pertanyaan dan sudah terjawab semua, sudah selesai sih,” di Polda Metro Jaya.

    Davina mengakui bahwa ia menerima uang saku dari Hanania Travel untuk perjalanan umrah. Namun, ia menegaskan bahwa uang saku tersebut sudah dikembalikan. “Sama seperti yang lain, dan memang saya mendapat uang saku. Untuk uang sakunya sudah dikembalikan juga,” ungkapnya.

    Davina Karamoy dan Hanania Travel

    Davina menjelaskan awal mula kerjasamanya dengan Hanania Travel. Ia mengaku tertarik setelah melihat rekan-rekan publik figur lainnya yang telah melakukan perjalanan umrah dengan agensi tersebut. “Terus ditawari, dikasih Instagram Hanania, ya aku melihat Instagram-nya dan aku memang lihat banyak review-review,” jelasnya.

    Setelah berkomunikasi dengan pihak Hanania, Davina memutuskan untuk menjalani kerja sama perjalanan umrah. Ia juga menambahkan, “Ini jadi pembelajaran juga sih buat aku untuk lebih mawas diri dan lebih berhati-hati aja.”

    Pemeriksaan Polda Metro Jaya Terhadap Davina Karamoy

    Kuasa hukum Davina, Yulius Irawansyah, menyampaikan bahwa terdapat total 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik selama pemeriksaan. Penyidik mendalami terkait endorsement kliennya bersama Hanania Travel. Yulius menjelaskan bahwa Davina berniat untuk melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci sejak tahun 2024.

    “Karena memang sudah niat berangkat, akhirnya berangkat di 2024. Kemudian di 2025, kita berangkat kembali dalam hal itu, kita berangkat dengan keluarga. Tapi saya garis bawahi, keberangkatan kita itu bayar di 2025. Itu bayar, dan jumlah yang kita bayarkan itu untuk beberapa orang itu Rp 233.800.000,” ungkap Yulius.

    Yulius juga menambahkan bahwa dia siap terbuka kepada pihak kepolisian terkait pengusutan perkara tersebut. Ia membantah bahwa kliennya mempromosikan bisnis Hanania Travel.

    Pentingnya Kewaspadaan dalam Kerja Sama

    Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan bagi publik figur dalam memilih agen perjalanan. Meskipun Davina telah mengembalikan uang saku, situasi ini dapat menjadi pelajaran bagi artis lainnya untuk lebih berhati-hati dalam memilih mitra kerja.

    Dengan adanya kasus penipuan yang melibatkan berbagai pihak, para publik figur disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum terlibat dalam suatu kerjasama. Kewaspadaan ini penting untuk melindungi diri dan reputasi mereka di mata publik.