Kategori: Haji dan Umrah

  • Wamenhaj Serahkan Bantuan ke Jemaah Haji Korban Banjir Aceh

    Wamenhaj Serahkan Bantuan ke Jemaah Haji Korban Banjir Aceh

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sebanyak 32 jemaah haji asal Aceh yang sebelumnya terdampak musibah banjir menerima bantuan kemanusiaan sepulang dari Tanah Suci. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation, sebagai bentuk kehadiran negara bagi jemaah yang membutuhkan.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada empat jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/6/2026). Keempatnya merupakan bagian dari 32 penerima bantuan yang tersebar di sejumlah daerah terdampak bencana, termasuk Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Utara.

    Mayoritas penerima merupakan jemaah yang terlilit utang akibat banjir yang melanda wilayah mereka. Keterbatasan ekonomi pascabencana memaksa sebagian dari mereka meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan haji maupun memenuhi kebutuhan selama di Tanah Suci. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban tersebut, termasuk membantu pelunasan utang yang timbul akibat ibadah haji.

    Dahnil menjelaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap jemaah Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap memenuhi panggilan ibadah meski tengah menghadapi cobaan.

    Ia menyebut, saat Aceh dilanda musibah, pemerintah sempat memberikan relaksasi pelunasan biaya haji, namun justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat melunasi kewajibannya. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.

    Presiden kemudian mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan yang tersedia diprioritaskan bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan, guna meringankan beban mereka setelah kembali dari Tanah Suci. “Kami ingin para jemaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang,” kata Dahnil.

    Ia berharap bantuan tersebut bisa menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah. Program ini disalurkan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi sebelumnya.

    Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci usai. Negara terus berupaya hadir mendampingi jemaah, terutama mereka yang menghadapi kondisi sulit akibat musibah, agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga dan meraih kemabruran dalam ibadahnya.**

  • Tiga Hari di Aceh, Wamenhaj Perkuat Layanan Haji

    Tiga Hari di Aceh, Wamenhaj Perkuat Layanan Haji

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) Dahnil Anzar Simanjuntak memulai kunjungan kerja tiga hari ke Provinsi Aceh sejak Senin (29/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026). Lawatan ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan haji, pembinaan aparatur, serta silaturahmi dengan jemaah dan masyarakat Aceh.

    Begitu mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Wamenhaj langsung menuju Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Ia menunaikan salat di Masjid Baitul Huda Blang Malu, lalu mengunjungi rumah seorang jemaah haji penerima bantuan di Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Arijal, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus memperhatikan jemaah penerima program bantuan sosial dan keagamaan.

    Memasuki hari kedua, Selasa (30/6), agenda Wamenhaj dimulai sejak dini hari dengan menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Aceh di Bandara SIM dan Asrama Haji Kelas I Aceh. Ia kemudian mengikuti salat Subuh berjemaah di Masjid Al-Mabrur sembari menyapa para jemaah yang baru tiba dari Tanah Suci, dilanjutkan dengan menghadiri syukuran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

    Selain meninjau proses pemulangan jemaah, Dahnil juga memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji se-Aceh di Aula Jeddah, Asrama Haji Kelas I Aceh. Menurut Arijal, pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan aparatur kepada masyarakat.

    Sore harinya, Wamenhaj dijadwalkan bertemu jemaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi sekaligus calon jemaah haji 2027 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pertemuan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat yang telah maupun akan berangkat haji.

    Rangkaian kunjungan kerja Wamenhaj di Aceh akan berakhir Rabu (1/7), saat ia kembali ke Jakarta lewat Bandara SIM setelah seluruh agenda rampung.

    Arijal menutup keterangannya dengan harapan agar sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Aceh yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap layanan haji.**