Kategori: kebakaran

  • Empat Ruko di Lamdingin Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Empat unit rumah toko (ruko) di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, terbakar pada Senin (21/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu bangunan sebelum api merembet ke ruko di sekitarnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, api dengan cepat membesar lantaran posisi antar ruko yang saling berdempetan. Kondisi tersebut membuat kobaran api sulit dilokalisasi dan langsung menjalar ke bangunan di sampingnya hanya dalam hitungan menit.

    Akibat kejadian tersebut, dua unit ruko dilaporkan habis terbakar, sementara dua unit lainnya mengalami kerusakan sebagian. Ruko-ruko yang terdampak diketahui milik atau disewa oleh Rahmad (35) dan Yuli Andriansyah. Meski kerugian material cukup besar, tidak ditemukan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat insiden ini.

    Tujuh Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi

    Menerima laporan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh segera menerjunkan tujuh unit armada pemadam ke lokasi kejadian di Lamdingin. Petugas langsung berjibaku memadamkan api yang saat itu telah membakar sebagian bangunan ruko.

    Setelah bekerja keras selama sekitar satu setengah jam, tim pemadam akhirnya berhasil mengendalikan si jago merah pada pukul 20.30 WIB. Proses pemadaman yang cukup lama itu tidak lepas dari kondisi bangunan yang berdempetan sehingga api mudah menjalar dari satu ruko ke ruko lainnya.

    Empat rumah dan toko (ruko) di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam terbakar pukul 19.00 WIB, Senin (21/7/2026). Sumber foto: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
    Empat rumah dan toko (ruko) di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam terbakar pukul 19.00 WIB, Senin (21/7/2026).
    Sumber foto: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

    Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

    Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran di Lamdingin tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang. Namun demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari salah satu ruko sebagai pemicu awal munculnya api, sebelum akhirnya merembet dan membesar ke bangunan-bangunan di sekitarnya.

    Kejadian ini kembali mengingatkan warga, khususnya para pemilik ruko dan bangunan yang berdempetan, agar lebih memperhatikan instalasi listrik di tempat usaha maupun tempat tinggal masing-masing. Kepadatan bangunan seperti di kawasan Lamdingin membuat risiko kebakaran menjalar semakin tinggi apabila tidak ditangani secara cepat.

    Pihak berwenang hingga kini masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa kebakaran yang melanda empat ruko di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, tersebut.**

  • Angka Kerugian Belum Diketahui, Baitulmal Alokasikan Bantuan Korban Kebakaran

    acehtoday.id/ | Simeulue – Memasuki hari kedua, Rabu (8/7/2026) pasca bencana musibah kebakaran di Sinabang, Ibukota Kabupaten Simeulue, belum diketahui angka kerugian.

    Belum diketahui angka kerugian, dampak bencana kebakaran itu, terungkap saat kunjungan Wakil Bupati, Nusar Amin. Sekda Simeulue, Asludin dan Asisten serta Ketua Badan Baitulmal setempat.

    Dalam pertemuan singkat yang digelar di lokasi kebakaran Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, T. Ridwan, SP mengatakan nilai kerugian dampak bencana kebakaran tersebut belum diketahui, sebab masih menunggu tim teknis melakukan perhitungan.

    Dalam pertemuan singkat itu, yang turut dihadiri korban bencana kebakaranmdan aparat desa Sinabang. T. Ridwan kembali menyebutkan, untuk masa tanggap darurat juga dikurangi menjadi 5 hari dari sebelumnya selama 7 hari.

    Sedangkan datan bangunan yang hangus, rusak berat juga berubah menjadi 6 unit Rumah dan Toko (Ruko) dan sudah termasuk bangunan Losmen atau penginapan, milik korban sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) atau 9 jiwa.

    Sedangkan yang korban terdampak dari bencana kebakaran itu sebanyak, 9 Kepala Keluarga (KK) atau 31 jiwa. “Bangunan yang hangus sebanyak 6 unit milik 6 KK. Sedangkan korban terdampak kebakaran sebanyak 9 KK,” imbuh T. Ridwan.

    Kalaksa BPBD Simeulue juga menyebutkan, musibah bencana kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01:10 WIB, Selasa (7/7/2026) tu tidak meluas, karena adanya fasilitas ground water tank yang terpaut sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

    “Kalau tidak ada fasilitas ground water tank itu, tidak bisa dibayangkan, mungkin bencana kebakaran ini meluas. Alhamdulillah tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa,” tutup T. Ridwan.

    Batulmal Simeulue Alokasikan Bantuan Kebakaran

    Masih dalam pertemuan singkat itu, pihak Baitulmal Kabupaten Simeulue, telah alokasikan bantuan korban kebakaran, untuk 6 KK masing-masing mendapat Rp2.500.000.

    Sedangkan untuk korban terdampak musibah bencana kebakaran tersebut, sebanyak 9 KK, juga telah dialokasikan bantuan untuk masing-masing mendapat bantuan Rp1.500.000.

    “Baitulmal Kabupaten Simeulue, telah alokasikan bantuan dalam bentuk uang tunai, kepada korban dan korban terdampak,” kata Wabup Nusar Amin.

    Dalam kesempatan iyu juga Wabup Simeulue, mengingatkan warga untuk waspadai potensi kebakaran dilingkungannya, terutama alat-alat memasak di dapur yang ada dalam rumah pribadi.

    “Kawasan ini padat pemukiman penduduk dan sudah berulangkali terjadi bencana kebakaran besar. Warga diharapkan lebih ekstra waspadai potensi kebakaran, terutama dari dapur rumah pribadi,” tutup Wakil Bupati Simeulue. (Ahmadi)