Kategori: Konsulat Jepang

  • Pemerintah Jepang Serahkan Bantuan Alat Berat untuk Penanganan Bencana Aceh 

    Pemerintah Jepang Serahkan Bantuan Alat Berat untuk Penanganan Bencana Aceh 

    Banda Aceh – Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan menyerahkan bantuan hibah berupa delapan unit alat berat kepada Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala guna mendukung percepatan penanganan bencana alam di Aceh.

    Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, dalam acara peresmian yang berlangsung di Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

    Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects (GGP) dengan nilai hibah mencapai USD 452.357 atau sekitar Rp7,3 miliar.

    Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, Ketua Pembina Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan, Ketua Pelaksana Bidang Penanggulangan Bencana Aceh Bahron Bakti, ST., MT., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Utara, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Dalam program tersebut, Pemerintah Jepang menyerahkan delapan unit alat berat yang terdiri atas empat unit ekskavator dan empat unit truk. Seluruh peralatan ini akan dimanfaatkan untuk mendukung pembersihan lahan dan penanganan wilayah terdampak bencana, khususnya pascabanjir di Aceh.

    Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jepang terhadap upaya peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di Aceh.

    Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan ketika terjadi bencana alam sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

    Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini menjadi wujud nyata hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah lama terjalin antara Jepang dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Aceh.

    Jepang sendiri telah berperan aktif dalam berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh sejak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004. Dukungan tersebut mencakup pembangunan perumahan, sekolah, hingga infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.

    Komitmen itu terus berlanjut melalui sejumlah program kemanusiaan, termasuk pembangunan Pusat Edukasi Tsunami di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang diresmikan pada Desember 2024.

    Melalui Program Hibah Grassroots, Pemerintah Jepang secara konsisten mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.