Tag: bencana aceh

  • Komisi VIII DPR RI Berikan Rp12,3 Miliar untuk Korban Bencana Aceh

    Komisi VIII DPR RI Berikan Rp12,3 Miliar untuk Korban Bencana Aceh

    acehtoday.id/ | Banda Aceh  – Komisi VIII DPR RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,3 miliar sebagai bantuan bencana Aceh untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah wilayah terdampak, termasuk pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir.

    Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, saat Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (24/6/2026).

    “Ada bantuan bencana sekitar Rp12,3 miliar. Salah satunya untuk membantu pemulihan sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Kami sudah berkunjung langsung ke lokasi sekitar satu bulan setelah kejadian,” ujar Ansory dikutip dari laman DPR RI.

    Kunjungan lapangan itu, menurut Ansory, merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditindaklanjuti lewat kebijakan dan dukungan anggaran. Ia memastikan bahwa komisinya tidak hanya mendorong pengalokasian dana, tetapi juga akan terus memantau realisasinya agar tepat sasaran.

    Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (24/6/2026).
    Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (24/6/2026).

    Komisi VIII DPR RI Kawal Penggunaan Anggaran

    “InsyaAllah kami akan terus mengawal realisasi bantuan ini. Saya sendiri akan terus memantau perkembangannya bersama Kementerian Agama serta pihak terkait,” katanya.

    Ansory menegaskan, perhatian Komisi VIII tidak terpusat pada satu daerah saja. Seluruh kabupaten terdampak di Provinsi Aceh, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Tengah, akan mendapat perhatian yang menyeluruh.

    Menurutnya, kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana sangat krusial, khususnya untuk memastikan layanan pendidikan, sosial, dan keagamaan kembali berjalan. Karena itu, Komisi VIII DPR RI berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan agar program bantuan dan rehabilitasi terlaksana secara efektif dan berkesinambungan.

  • Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar Pulihkan Sekolah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh

    Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar Pulihkan Sekolah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Kementerian Agama atau Kemenag mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk memulihkan madrasah, rumah ibadah, dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak banjir Aceh, mencakup program tanggap darurat hingga rekonstruksi pada Tahun Anggaran 2025 dan 2026.

    Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang HAM dan Hukum, Dr H Faisal Ali Hasyim, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana di Aula Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Selasa, 9 Juni 2026. Rakor turut dihadiri Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, Forkopimda, serta Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi.

    Mengutip siaran tertulis di laman aceh.kemenag.go.id disebutkan banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Aceh pada 2025 menjadi salah satu bencana paling destruktif dalam beberapa tahun terakhir.

    Arus banjir yang deras menghanyutkan sejumlah gedung madrasah dan KUA, terutama di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Gayo Lues, sekaligus merusak ratusan masjid dan musala di kawasan pesisir dan pedalaman Aceh.

    Dampak banjir bandang tersebut memaksa ribuan siswa madrasah kehilangan tempat belajar, sementara aktivitas keagamaan di banyak desa terganggu akibat rusaknya masjid dan musala.

    Pemerintah menetapkan status tanggap darurat di beberapa kabupaten dan mengerahkan berbagai kementerian untuk bergerak cepat menangani pemulihan.

    Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar Pulihkan Sekolah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh
    Material banjir bandang memenuhi Dayah Ummul Ayman Pidie Jaya, Aceh. Pesantren lumpuh total tak bisa digunakan. (Foto: NU Online

    Pada 2025, Kemenag menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada 131 madrasah swasta, 169 madrasah negeri, 18 pondok pesantren, serta 6.809 guru dan tenaga pendidik.

    Bantuan mencakup tenda darurat, generator, peralatan kebersihan, mebel, hingga laptop. Total anggaran dari Ditjen Pendidikan Islam mencapai Rp46,38 miliar.

    Di sektor bimbingan masyarakat Islam, Kemenag merenovasi 64 KUA, mendistribusikan 6.000 mushaf Al-Qur’an, serta merehabilitasi 85 masjid dan musala dengan anggaran Rp24,46 miliar.

    Adapun pada 2026, alokasi sebesar Rp14,24 miliar digunakan untuk 24 madrasah swasta dan satu gedung madrasah negeri yang hanyut tersapu banjir.

    Faisal mengungkapkan, Menteri Agama secara khusus menginstruksikan agar sisa anggaran satuan kerja pusat di penghujung 2025 dialokasikan sepenuhnya untuk lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak.

    Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Prof Arskal Salim, mengapresiasi masyarakat Aceh yang menghibahkan tanah untuk membangun ulang madrasah dan KUA. Langkah ini disebutnya bisa menjadi rujukan bagi daerah lain yang menghadapi situasi serupa.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by acehtoday.id/ (@seputaraceh_id)

    Untuk KUA di Gayo Lues yang hanyut akibat banjir, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah menyebut akan diupayakan melalui skema SBSN pada Tahun Anggaran 2027, dengan syarat legalitas tanah telah dipenuhi.

    Berdasarkan paparan Mendagri dalam rakor, total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sektor Kemenag yang masuk dalam rencana induk mencapai Rp1,836 triliun.

    Faisal menegaskan, seluruh program tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga harus meningkatkan kualitas sarana prasarana yang ada.

    “Setiap kendala di lapangan agar segera dilaporkan agar dapat dicarikan solusi, baik di tingkat kanwil maupun pusat,” pungkasnya.