Tag: BP3MI

  • BP3MI Aceh Beberkan Kronologi Awal Kematian Putri Hensy Aprilda di Malaysia

    BP3MI Aceh Beberkan Kronologi Awal Kematian Putri Hensy Aprilda di Malaysia

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda, dilaporkan meninggal dunia di Malaysia. Informasi tersebut telah dikonfirmasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

    Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolija, mengatakan pihaknya menerima informasi awal terkait kasus tersebut dari tim Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Aceh Tamiang.

    “Informasi awal kami peroleh dari tim P4MI Aceh Tamiang. Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan informasi tersebut kepada saya selaku Kepala BP3MI Aceh,” ujar Siti Rolija saat dikonfirmasi media ini, Selasa (23/6).

    Menurut informasi yang diterima, sebelum meninggal dunia, Putri Hensy Aprilda diduga mengalami tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh oknum agen di Malaysia. Saat ini, kasus tersebut telah dikoordinasikan oleh KBRI dengan pihak berwenang di Malaysia untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sekaligus pengurusan jenazah dan pemulangannya ke Indonesia.

    “Kami memperoleh informasi bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah diduga mengalami tindakan kekerasan fisik. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan oleh KBRI dengan otoritas terkait di Malaysia, baik untuk penanganan kasus maupun proses pemulangan jenazah ke tanah air,” kata Siti Rolija.

    BP3MI Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bergerak cepat melakukan penelusuran terhadap pihak keluarga korban. Penelusuran dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang bersama tim P4MI, aparat desa, serta kepala dusun setempat.

    “Hasil penelusuran menunjukkan bahwa keluarga almarhumah berdomisili di Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat desa untuk memastikan seluruh proses pendampingan kepada keluarga berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Siti Rolija menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI dan instansi terkait guna memastikan proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar serta hak-hak almarhumah dan keluarganya mendapat perhatian sesuai ketentuan yang berlaku.

    Berdasarkan informasi yang diterima BP3MI Aceh, jenazah Putri Hensy Aprilda direncanakan dipulangkan dari Malaysia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan, pada Rabu, 24 Juni 2026.

    BP3MI Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan mendukung upaya yang dilakukan oleh KBRI serta pihak berwenang di Malaysia untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.**

  • Modus Baru Menjerat Keluarga PMI Bermasalah di Malaysia, BP3MI Aceh Minta Masyarakat Waspada

    Modus Baru Menjerat Keluarga PMI Bermasalah di Malaysia, BP3MI Aceh Minta Masyarakat Waspada

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Kasus dugaan penipuan yang menimpa keluarga seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pidie yang menjadi korban kekerasan di Malaysia mendapat perhatian dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.

    Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah berkomunikasi langsung dengan orang tua PMI tersebut dan memastikan kondisi korban dalam keadaan aman setelah mendapatkan penanganan dari Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.

    Menurutnya, pascakejadian kekerasan yang dialami PMI tersebut, korban telah ditangani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan saat ini ditempatkan di rumah singgah atau tempat tinggal sementara milik KJRI.

    “BP3MI Aceh sebelumnya telah terhubung dengan orang tua PMI yang menjadi korban. Kami telah menyampaikan bahwa pasca kasus kekerasan tersebut, anak mereka sudah ditangani oleh Perwakilan RI melalui KJRI Johor Bahru. Kondisinya aman dan saat ini ditempatkan di tempat tinggal sementara KJRI sehingga keluarga tidak perlu khawatir,” kata Siti Rolijah saat dikonfirmasi acehtoday.id/, Senin (22/6/2026).

    Di tengah upaya pemulihan korban, keluarga justru diduga menjadi sasaran penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan pejabat daerah untuk meminta sejumlah uang dengan dalih membantu proses penanganan dan pemulangan korban.

    Atas kejadian tersebut, BP3MI Aceh menyatakan keprihatinannya. Siti Rolijah mengingatkan masyarakat, khususnya keluarga PMI yang memiliki anggota keluarga bermasalah di luar negeri, agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menghubungi dan meminta uang dengan mengatasnamakan pejabat pemerintah maupun lembaga tertentu.

    “BP3MI turut prihatin atas kasus penipuan ini. Kami berharap keluarga PMI maupun masyarakat tidak langsung percaya apabila ada oknum yang mengatasnamakan pejabat atau pihak tertentu untuk meminta sejumlah uang. Setiap informasi terkait bantuan, pemulangan, maupun biaya-biaya tertentu harus dikroscek dan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada instansi pemerintah yang berwenang,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa dalam berbagai kasus perlindungan PMI, pemerintah memiliki mekanisme resmi yang dapat diakses oleh keluarga korban. Karena itu, setiap komunikasi yang mencurigakan sebaiknya segera diverifikasi kepada pemerintah daerah, BP3MI, atau perwakilan RI yang menangani kasus tersebut.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa keluarga PMI yang sedang menghadapi situasi sulit kerap menjadi target empuk para pelaku penipuan.

    Kondisi psikologis keluarga yang sedang cemas menunggu kabar anggota keluarganya di luar negeri sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan.

    BP3MI Aceh mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat, lembaga pemerintah, maupun perwakilan Indonesia di luar negeri. Verifikasi informasi sebelum melakukan transfer uang menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban baru.**