acehtoday.id/ | Aceh Besar – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I kembali menjalankan pengukuran debit sungai di dua titik strategis Kabupaten Aceh Besar, yakni Sungai Jalin dan Automatic Water Level Recorder (AWLR) Aneuk Galong di Krueng Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan Unit Hidrologi dan Kualitas Air (HKA) ini merupakan bagian dari pemantauan hidrologi rutin untuk memperoleh data kondisi sungai yang akurat dan terkini.
Dalam pelaksanaannya, Senin (6/7/2026), tim HKA menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), alat hidrologi yang mampu mengukur debit air secara cepat dan akurat tanpa mengganggu aliran sungai. Selain mencatat debit, ADCP sekaligus merekam kedalaman sungai dan kecepatan arus secara real time, sehingga tim memperoleh gambaran menyeluruh tentang karakteristik aliran di lokasi pengukuran.
Di Krueng Aceh, seperti mengutip dari laman resmi BWS Sumatera, pengukuran dilakukan di stasiun AWLR Aneuk Galong yang berfungsi mencatat tinggi muka air sungai secara otomatis dan berkelanjutan. Hasil pengukuran ADCP kemudian dipadukan dengan data AWLR untuk menghasilkan gambaran kondisi sungai yang lebih komprehensif, mulai dari fluktuasi muka air hingga volume aliran pada waktu tertentu.
Seluruh data yang terkumpul dari kedua lokasi selanjutnya diolah menjadi bagian dari basis data hidrologi BWS Sumatera I. Basis data ini menjadi acuan utama dalam analisis ketersediaan air, evaluasi kondisi hidrologi dari waktu ke waktu, serta penyusunan langkah mitigasi banjir di wilayah sungai yang menjadi kewenangan BWS Sumatera I.
Melalui kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala di berbagai titik seperti Sungai Jalin dan AWLR Aneuk Galong, BWS Sumatera I menegaskan komitmennya memperkuat penyediaan data hidrologi yang akurat dan andal. Ketersediaan data tersebut menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya air sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko banjir. Dengan pendekatan berbasis data ini, manfaat pengelolaan infrastruktur sumber daya air diharapkan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Aceh Besar.