acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (MPI), Dahnil Anshar Simanjuntak, menegaskan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap Aceh tidak pernah surut, meski dinamika politik nasional terus bergulir. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MPI Aceh di Aula Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).
Dahnil menuturkan, sejak masih menjabat Menteri Pertahanan hingga kini duduk sebagai Presiden, Prabowo selalu menaruh perhatian khusus terhadap Aceh. Ia mengaku pernah merasakan langsung hal ini saat bertugas sebagai juru bicara Kementerian Pertahanan, di mana dirinya kerap menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.
“Pesan Presiden selalu sama, Aceh harus menjadi prioritas,” ujar Dahnil di hadapan pengurus dan tamu undangan yang hadir dalam pelantikan tersebut.
Ia menegaskan, perhatian Prabowo terhadap Aceh tidak dilandasi oleh besar-kecilnya dukungan politik yang diberikan masyarakat Aceh dalam pemilu. Menurutnya, tanggung jawab seorang presiden bersifat menyeluruh kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Aceh, tanpa terkecuali.
“Seluruh rakyat Indonesia merupakan tanggung jawab Presiden, termasuk masyarakat Aceh,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Dahnil turut membagikan kisah pribadinya. Ia mengaku lahir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, dan keluarganya pernah menjadi korban konflik Aceh pada masa lalu. Pengalaman pahit tersebut, menurutnya, menjadi alasan kuat baginya untuk berharap perdamaian yang telah terbangun di Aceh dapat terus terjaga hingga kini.
Ia mengingatkan bahwa konflik tidak pernah menghasilkan kemenangan bagi pihak mana pun, melainkan hanya menyisakan kerugian bagi semua yang terlibat.
“Tidak ada konflik yang menghasilkan kemenangan. Semua pihak pasti mengalami kerugian,” pungkasnya.
Dahnil menegaskan, bahwa hubungan pemerintah pusat dengan Aceh dibangun atas dasar tanggung jawab kebangsaan, bukan semata pertimbangan elektoral, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan Aceh selama ini.**

