Tag: Durian

  • Musim Durian Tiba, Lapak Simpang Mesra Banda Aceh Diserbu Pembeli

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Musim durian mulai menyapa Kota Banda Aceh. Aroma khas buah berduri ini kini mudah tercium di berbagai sudut kota, mulai dari Peunayong, Lamdingin, hingga Lamnyong, seiring menjamurnya lapak pedagang musiman di pinggir jalan.

    Salah satu titik yang paling ramai dipadati pedagang durian musiman adalah kawasan Simpang Mesra, Lamnyong. Pengunjung yang datang untuk membeli maupun sekadar melihat-lihat silih berganti memadati lokasi tersebut setiap harinya.

    Durian Aceh Selatan hingga Aceh Besar Banjiri Lapak

    Rijal, salah seorang pedagang durian musiman di Simpang Mesra, mengatakan buah dagangannya didatangkan dari sejumlah daerah penghasil durian di Aceh, di antaranya Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Aceh Besar. Ia menjajakan durian dengan cara yang variatif, mulai dari menaruhnya di bak mobil terbuka hingga menumpuknya di atas terpal di pinggir jalan.

    Menurut Rijal, lapaknya kerap diserbu pembeli, terutama pada malam Minggu dan Minggu malam. Pada dua waktu tersebut, penjualan durian di lapaknya bisa menembus 250 hingga 300 buah, bahkan terkadang lebih. Sementara pada hari biasa, mulai Senin hingga Sabtu, jumlah pembeli relatif lebih sedikit dengan penjualan berkisar 150 buah per malam.

    Soal harga, Rijal mematok tarif yang bervariasi tergantung ukuran. Durian ukuran kecil dibanderol mulai Rp35 ribu per buah, sementara ukuran besar dijual dengan kisaran harga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per buah. Ia juga menawarkan paket hemat seperti empat buah seharga Rp100 ribu atau tiga buah dengan harga yang sama.

    Lapak durian musiman di Simpang Mesra, Lamnyong, Banda Aceh.
    (Sumber foto: acehtoday.id/Elza)

    Aturan Jam Jualan Berubah, WH Perketat Penertiban

    Di tengah ramainya penjualan, Rijal mengaku menghadapi aturan berjualan yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, pedagang musiman hanya diperbolehkan berjualan di pinggir jalan mulai sore hingga malam hari, tepatnya setelah pukul lima sore. Padahal, tahun lalu ia bisa berjualan sejak pagi hingga malam tanpa kendala berarti.

    Rijal juga mengaku mendengar adanya penertiban yang dilakukan petugas Wilayatul Hisbah (WH) terhadap lapak-lapak pedagang musiman durian. Aturan baru ini membuat pola berjualannya menyesuaikan, dengan lapak baru mulai ramai dikunjungi begitu waktu sore tiba.

    Pantauan acehtoday.id/ di lokasi menunjukkan, semakin sore suasana di lapak Rijal semakin ramai. Sejumlah pembeli bahkan datang secara berombongan dan menikmati durian langsung di tempat dengan beralaskan tikar biru sederhana yang disediakan.

    Salah seorang pembeli, Linar, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati durian di lapak Rijal. Ia dan rombongannya memilih menyantap durian langsung di pinggir jalan Simpang Mesra sembari berbincang santai. Menurutnya, durian yang dijajakan terasa manis dan legit, dengan harga yang tetap ramah di kantong.

    Rijal mengaku konsisten berjualan di Simpang Mesra setiap musim durian tiba karena telah menjajakan dagangannya di lokasi yang sama selama bertahun-tahun setiap kali musim panen durian datang. Untuk menarik minat pembeli, ia turut memberikan jaminan kualitas berupa garansi penukaran jika durian yang dibeli ternyata hambar atau tidak matang sempurna.**