Tag: enang-enang

  • Masyarakat Bangun Jalan Sendiri, Salihin: BPJN Aceh Harusnya Malu

    Masyarakat Bangun Jalan Sendiri, Salihin: BPJN Aceh Harusnya Malu

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Polemik penghentian penanganan Jalan Enang-Enang terus menuai sorotan. Kini kritik keras datang dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salihin yang menilai kondisi tersebut sebagai pukulan telak bagi pemerintah, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

    Menurut Salihin, yang juga merupakan putra asli Gayo, masyarakat setempat justru telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong yang luar biasa dengan membangun jalan secara swadaya demi menjaga konektivitas kawasan tersebut.

    "Jalan itu sudah dibangun dengan swadaya masyarakat. Ketika masyarakat mampu menunjukkan inisiatif dan kepedulian seperti itu, seharusnya pemerintah hadir dan memperkuat, bukan justru terkesan membiarkan," kata Salihin kepada acehtoday.id/, Kamis (25/6/2026).

    Ia menilai persoalan Enang-Enang bukan sekadar soal akses transportasi atau mobilitas masyarakat. Lebih dari itu, kawasan tersebut memiliki nilai historis dan sakral yang melekat dalam perjalanan masyarakat Gayo.

    "Jalan dan jembatan bukan hanya tentang mobilitas masyarakat. Ada nilai sejarah dan nilai sakral yang harus dijaga. Ini bagian dari identitas masyarakat Gayo yang tidak bisa dipandang hanya dari aspek teknis pembangunan semata," ujarnya.

    Salihin mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan dan Jembatan Enang-Enang sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pemerintah sejak tahun 2020. Bahkan, saat itu lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dengan target pelaksanaan pada tahun 2021.

    Kondisi jalan Enang-Enang setelah bencana alam November 2025 lalu. Foto Dok BPJN Aceh

    Namun rencana tersebut kemudian tertunda akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan mengganggu berbagai program pembangunan nasional.

    “Memang saat itu terkendala pandemi Covid-19. Tetapi sekarang kondisi sudah jauh membaik. Situasi bencana mulai normal, bahkan di sejumlah lokasi terdampak bencana lainnya sudah mulai dilakukan perbaikan dan rehabilitasi,” katanya.

    Karena itu, Salihin mempertanyakan mengapa hingga kini kawasan Enang-Enang yang berada di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah belum menunjukkan tanda-tanda percepatan penanganan sebagaimana daerah lain.

    “Pertanyaan masyarakat sederhana. Kenapa daerah lain mulai diperbaiki, sementara Enang-Enang belum juga mendapat perhatian yang serius? Ini yang menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menjadi persoalan masyarakat setempat, melainkan juga menjadi catatan buruk bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mengawal pembangunan Aceh.

    “Terus terang, kami merasa malu. Saya sebagai pimpinan DPRA sekaligus putra daerah Gayo merasa malu karena sampai hari ini belum ada tanda-tanda realisasi yang jelas,” tegasnya.

    Tamparan Bagi BPJN Aceh

    Salihin bahkan menyebut langkah masyarakat yang secara mandiri membangun jembatan seharusnya menjadi tamparan moral bagi BPJN Aceh.

    “Harusnya ada rasa malu ketika masyarakat bergerak sendiri membangun akses yang menjadi kebutuhan dasar mereka. Ini bisa menjadi preseden buruk dimata masyarakat terhadap BPJN Aceh apabila tidak segera ada langkah nyata,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa penghentian atau lambannya penanganan Jalan Enang-Enang merupakan pukulan telak bagi pemerintah karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

    Sebagai putra Gayo, Salihin juga mengingatkan bahwa kawasan Enang-Enang memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan masyarakat di dataran tinggi Gayo.

    @kebergayoAceh Tengah – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh secara resmi menghentikan sementara penggunaan Jalan Enang-Enang sebagai akses bagi masyarakat. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan BPJN Aceh saat meninjau lokasi pada Minggu (22/6/2026). Dalam penjelasannya, pihak BPJN Aceh menyebutkan bahwa kondisi jalan saat ini belum aman untuk dilalui. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan warga, terutama mengingat kondisi jalan yang masih terdampak bencana. baca selengkapnya di kebergayo.com

    ♬ suara asli – KEBER GAYO

    Menurutnya, jalan dan jembatan dikawasan tersebut pertama kali dibangun pada masa penjajahan. Dalam proses pembangunannya, banyak pengorbanan yang terjadi, bahkan nyawa dan darah disebut pernah tertumpah di kawasan itu.

    “Secara historis, jalan ini dibangun sejak masa penjajahan. Banyak cerita perjuangan, banyak pengorbanan, bahkan nyawa dan darah yang pernah tertumpah di sana. Karena itu, jalan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Salihin menegaskan pihaknya akan terus memperjuangkan persoalan tersebut melalui berbagai jalur, termasuk menjalin komunikasi dengan DPR RI agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius.

    “Kalau dalam waktu dekat belum ada perkembangan yang signifikan, kami akan berkoordinasi dengan DPR RI, termasuk dengan anggota DPR RI H. Ruslan M. Daud yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI, yang membidangi urusan infrastruktur, transportasi, perumahan rakyat, dan pembangunan daerah. Kami ingin memastikan pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan janji baru, melainkan kepastian dan tindakan nyata agar akses yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga dapat kembali berfungsi secara optimal.

    “Bagi masyarakat, yang paling penting bukan lagi wacana. Mereka menunggu kehadiran negara melalui langkah nyata. Jangan sampai masyarakat terus bergerak sendiri sementara pemerintah justru tertinggal di belakang,” pungkas Salihin.**

  • Ironis! Diperbaiki dengan Donasi Rakyat, Jalan Enang-Enang Justru Dihentikan BPJN Aceh

    acehtoday.id/ | Bener Meriah – Harapan masyarakat untuk kembali menggunakan Jalan Lintas Enang-Enang yang dalam beberapa pekan terakhir diperbaiki secara swadaya harus tertunda.

    Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh secara resmi menghentikan sementara penggunaan ruas jalan yang menghubungkan Bireuen-Takengon tersebut karena dinilai belum aman untuk dilalui kendaraan.

    Keputusan itu disampaikan langsung oleh Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, saat meninjau lokasi kerusakan jalan dan jembatan di kawasan Enang-Enang.

    “Jalan ini kita stop, beralih ke jalan Wer Lah, demi keselamatan kita semua,” kata Zulkarnaini dalam video yang beredar luas di media sosial, Senin (22/6/2026).

    Diperbaiki dengan Donasi Rakyat, Jalan Enang-Enang Justru Dihentikan BPJN Aceh
    Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini Bersama Rombongan Kunjungi Jembatan Enang Enang Bener Meriah. Foto : BPJN

    Perjuangan Warga Enang-Enang

    Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan masyarakat yang selama ini bergotong royong memperbaiki akses jalan secara mandiri.

    Salah satunya adalah Syahrial, tokoh masyarakat yang menjadi penggerak utama perbaikan swadaya jalan tersebut.

    Menanggapi keputusan BPJN, Syahrial mengaku tetap ingin melanjutkan proses pengaspalan yang sedang dikerjakan.

    Menurutnya, dana donasi yang dihimpun dari masyarakat dan para dermawan telah digunakan untuk membiayai pekerjaan tersebut.

    “Kami tetap melanjutkan pengaspalan karena sedikit lagi siap. Uang donasi sudah kami bayarkan untuk itu,” ujarnya.

    Namun, Zulkarnaini mengingatkan bahwa pekerjaan pengaspalan yang dilakukan warga berpotensi sia-sia apabila kondisi cuaca memburuk dan hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.

    “Nanti percuma bapak mengaspal. Ini saya lihat, sekali hujan dibawa semua,” katanya.

    Ia juga meminta masyarakat menyampaikan kepada para donatur bahwa penghentian penggunaan jalan dilakukan atas pertimbangan keselamatan.

    “Sampaikan pada donatur, sudah di-stop oleh saya dari BPJN. Uang yang sudah terkumpul mungkin bisa bapak gunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat,” tambahnya.

    Sebelumnya, masyarakat setempat secara swadaya menggalang dana dan menyewa alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat longsor.

    Upaya tersebut berhasil membersihkan sejumlah titik material longsor dan membuat badan jalan mulai bisa dilalui kendaraan roda dua.

    Meski demikian, hasil peninjauan BPJN Aceh menunjukkan masih terdapat sejumlah titik longsor aktif, kondisi tanah yang labil, serta kerusakan berat pada struktur jembatan yang belum memungkinkan ruas tersebut difungsikan sebagai jalur transportasi umum.

    BPJN menilai pekerjaan yang dilakukan masyarakat baru sebatas membuka akses sementara dan belum menyelesaikan persoalan utama yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

    Karena itu, masyarakat diimbau tetap menggunakan jalur alternatif melalui Wer Lah atau Wih Porak hingga penanganan permanen dapat dilakukan.

    BPJN Aceh menyebutkan penanganan permanen Jalan dan Jembatan Enang-Enang telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah pusat.

    Namun, pelaksanaannya masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut mengingat lokasi tersebut berada di kawasan rawan longsor dan merupakan bagian dari ruas jalan nasional.

    Banner dukungan untuk melanjutkan perbaikan jalan Enang-enang. Dok Kebergayo_com.