Tag: investasi

  • Dokumen Investasi Rp200 Triliun Tak Kunjung Dibuka, APEL Green Aceh Siap Gugat Pemkab Nagan Raya

    acehtoday.id/ | Nagan Raya – Investasi Rp200 Triliun di Kabupaten Nagan Raya kembali menjadi sorotan. Yayasan APEL Green Aceh menyatakan siap membawa sengketa informasi publik terkait dokumen nota kesepahaman (MoU) investasi tersebut ke Komisi Informasi apabila Pemerintah Kabupaten Nagan Raya tetap tidak memberikan respons atas permintaan dokumen yang diajukan.

    Sikap tersebut diambil sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah daerah agar lebih transparan dalam membuka informasi publik, khususnya mengenai kerja sama investasi yang nilainya mencapai Rp200 triliun dan menjadi perhatian masyarakat.

    Langkah itu diambil setelah organisasi masyarakat sipil tersebut mengirimkan permohonan informasi publik untuk kedua kalinya kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Atasan PPID Utama, yakni Sekretaris Daerah (Sekda). Sebelumnya, permohonan informasi yang diajukan tidak memperoleh tanggapan sebagaimana mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

    Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Syukur Tadu, menegaskan masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka isi dan ruang lingkup kerja sama investasi bernilai fantastis yang telah diumumkan pemerintah daerah tersebut.

    Investasi Rp200 Triliun Dipertanyakan

    “Investasi sebesar Rp200 triliun merupakan kebijakan strategis yang berdampak luas terhadap daerah. Publik berhak mengetahui siapa pihak yang terlibat, apa isi kesepakatannya, serta bagaimana potensi dampak sosial dan lingkungan yang dapat muncul,” kata Syukur, Selasa (24/6).

    Peserta Aksi unjuk rasa yang berasal dari Masyarakat Beutong Ateuh menenteng sejumlah tulisan yang berisi penolakan tambang di depan Kantor Bupati Kabupaten Nagan Raya (Photo : Uci Setiawan)
    Peserta Aksi unjuk rasa yang berasal dari Masyarakat Beutong Ateuh menenteng sejumlah tulisan yang berisi penolakan tambang di depan Kantor Bupati Kabupaten Nagan Raya (Photo : Uci Setiawan)

    Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan kewajiban badan publik, terutama ketika menyangkut pengelolaan sumber daya alam, investasi berskala besar, dan arah pembangunan daerah dalam jangka panjang.

    APEL Green Aceh menyatakan akan menunggu tanggapan pemerintah daerah selama 30 hari kerja sejak surat keberatan diajukan. Jika hingga batas waktu tersebut tidak ada jawaban atau dokumen yang diminta tetap tidak diberikan, organisasi tersebut memastikan akan mengajukan sengketa informasi publik ke Komisi Informasi.

    “Kami akan menggunakan seluruh mekanisme hukum yang tersedia untuk memastikan hak masyarakat memperoleh informasi publik tetap terlindungi,” ujarnya.

    Selain menyoroti belum terbukanya dokumen investasi, APEL Green Aceh juga mempertanyakan penghargaan keterbukaan informasi publik yang diterima Pemerintah Kabupaten Nagan Raya pada Juni 2026.

    Menurut Syukur, penghargaan tersebut menjadi kontradiktif apabila permohonan informasi terkait proyek investasi bernilai Rp200 triliun justru tidak mendapatkan respons yang memadai dari badan publik.

    @acehtoday.id/ 🚨 Ratusan warga Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas pertambangan di wilayah mereka. Aksi berlangsung di Kantor Bupati Nagan Raya pada Senin (22/6/2026). Warga menyuarakan aspirasi mereka dan meminta pemerintah mendengar tuntutan terkait dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang di daerah tersebut. #SeputarAceh #NaganRaya #Beutong #TolakTambang #Aceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

    “Jika informasi mengenai investasi sebesar ini tidak dapat diakses publik, maka masyarakat tentu berhak mempertanyakan sejauh mana prinsip keterbukaan benar-benar dijalankan,” katanya.

    APEL Green Aceh menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam mengawal investasi skala besar karena berpotensi memengaruhi tata ruang wilayah, pengelolaan sumber daya alam, kawasan hutan, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekosistem lingkungan di Kabupaten Nagan Raya.

    Bagi kalangan masyarakat sipil, transparansi merupakan instrumen utama untuk memastikan setiap investasi yang masuk ke daerah dapat diawasi publik dan tidak menimbulkan persoalan sosial maupun dampak lingkungan di kemudian hari.

    Kini, polemik dokumen MoU investasi Rp200 triliun tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan administrasi, melainkan menjadi ujian terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam menjalankan prinsip akuntabilitas, keterbukaan informasi, dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.**

  • Saham SMIL dan PGEO Jadi Pilihan Quick Trade di IHSG

    Seputar Aceh – Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebagai pilihan quick trade jangka pendek pada 22 Juni 2026. IHSG diprediksi berpeluang bergerak terbatas di zona positif.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Bareksa.com, Tim Analis Bareksa merekomendasikan SMIL dan PGEO untuk quick trade. IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.074–6.300, dengan kemungkinan terbatas di zona positif. Rekomendasi ini datang setelah SMIL mengalami kenaikan harga 0,75% ke Rp270 pada perdagangan 19 Juni 2026.

    Rekomendasi Saham SMIL dan PGEO

    SMIL direkomendasikan untuk hold atau quick trade di area Rp238–266. Secara teknikal, SMIL berada di atas MA20 Rp259 dan mendekati MA50 Rp271. Ini mencerminkan momentum rebound yang mulai terbentuk, dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 62,50 menunjukkan momentum beli yang menguat.

    Support terdekat untuk SMIL berada di Rp266–259, sementara resistance di kisaran Rp271–284. Strategi yang direkomendasikan adalah quick trade atau buy saat pullback ke area Rp238–266. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp238–259 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal.

    Analisis Pergerakan IHSG dan Katalis

    PGEO juga direkomendasikan untuk hold atau quick trade di area Rp815–885. Harga terakhir saham PGEO naik 1,13% ke Rp895 pada perdagangan 19 Juni 2026. Secara teknikal, PGEO berada di atas MA20 Rp866 dan mendekati MA50 Rp941, menunjukkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka.

    Support terdekat untuk PGEO berada di Rp885–866, sementara resistance di kisaran Rp940–941. Sebagai emiten panas bumi terbesar di Indonesia, PGEO dapat dicermati di tengah tren transisi energi yang mendorong permintaan energi terbarukan secara global. Hal ini berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aliran modal asing ke saham-saham berkapitalisasi menengah seperti PGEO menjelang pengumuman klasifikasi MSCI yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

    Strategi Investasi untuk SMIL dan PGEO

    Investor disarankan untuk melakukan quick trade atau buy saat pullback ke area Rp815–885 untuk PGEO. Memprioritaskan entry di kisaran Rp815–866 sangat dianjurkan untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih baik. Target ambil untung untuk PGEO berada di kisaran Rp940–941 dengan batas rugi di Rp800.

    Dengan rekomendasi ini, diharapkan investor dapat memanfaatkan peluang di pasar saham yang sedang bergerak positif. Penting untuk selalu memantau pergerakan IHSG dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pasar untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih baik.

  • IHSG Menarik Berkat Valuasi Rendah dan Kinerja Emiten Positif

    IHSG Menarik Berkat Valuasi Rendah dan Kinerja Emiten Positif

    Seputar Aceh – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik. Hal ini disebabkan oleh valuasi yang lebih rendah dibandingkan periode historis dan pasar regional, serta perbaikan kinerja emiten.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026. Dia juga mengemukakan bahwa pergerakan IHSG semakin konvergen dengan indeks acuan global seperti MSCI dan FTSE Russell.

    Friderica menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai merespons positif berbagai langkah reformasi yang diambil regulator di pasar modal. Terutama dalam menghadapi isu-isu utama yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.

    Kinerja emiten pada kuartal I 2026 menunjukkan tren yang positif. Perbaikan pendapatan dan profitabilitas perusahaan dipandang memberikan dukungan fundamental terhadap prospek pasar saham domestik ke depan.

    Friderica juga menegaskan bahwa struktur pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Ini didorong oleh basis investor domestik, khususnya investor ritel yang terus bertambah.

    Jumlah investor pasar modal meningkat dari 12,17 juta pada 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026. Dari jumlah tersebut, investor individu mendominasi dengan total 26,43 juta investor, jauh lebih besar dibandingkan dengan investor korporasi maupun reksa dana.

    Potensi Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

    Meski demikian, Friderica mengingatkan bahwa ruang pendalaman pasar masih terbuka lebar. Hal ini disebabkan oleh jumlah investor aktif harian yang baru mencapai sekitar 448.000 investor. Jumlah tersebut setara dengan 1,69 persen dari total investor per April 2026.

    Ke depan, OJK berencana untuk terus memperkuat literasi dan perlindungan investor. Mereka juga akan menjaga integritas pasar dan memperdalam pengembangan produk pasar modal.

    Langkah-langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan jumlah investor tidak hanya bersifat kuantitatif. Namun juga menjadi fondasi bagi pasar modal nasional yang lebih sehat dan inklusif.

    Dengan adanya upaya ini, OJK berharap dapat menciptakan pasar modal yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Hal ini tentunya akan bermanfaat bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

  • IHSG Terjun Bebas 3,57% di Pembukaan Perdagangan Hari Ini

    IHSG Terjun Bebas 3,57% di Pembukaan Perdagangan Hari Ini

    acehtoday.id/ | Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026). IHSG terjun hingga 199,70 poin atau setara dengan 3,57%, mencapai level 5.395,07. Penurunan ini mencerminkan tekanan jual yang masih sangat kuat di pasar.

    Sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia, kondisi pasar hari ini menunjukkan 497 saham mengalami penurunan, hanya 73 saham yang berhasil menguat, sementara 389 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp885,8 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 1,05 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 101 ribu kali.

    Pasar keuangan Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketegangan geopolitik dan faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi ekonomi. Ketegangan mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perhatian investor terhadap ketahanan fiskal dalam negeri menjadi fokus utama.

    Dalam konteks ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Konferensi Pers APBN KiTA pada Jumat (5/6/2026), menyatakan bahwa meskipun ada ketidakpastian global, fondasi ekonomi Indonesia tetap solid. Ia mencatat bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan tren positif dan defisit APBN tetap terjaga.

    Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh peristiwa internasional, termasuk serangan Iran terhadap Israel yang terjadi pada Minggu (7/6/2026). Serangan ini dilaporkan sebagai reaksi terhadap blokade laut oleh Amerika Serikat dan serangan Israel di Lebanon, yang dituding melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

    Ketua Parlemen Iran, Mohammed Baqer Ghalibaf, menyatakan bahwa pangkalan AS dan aset Israel di kawasan kini menjadi target yang sah. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menganggap serangan ini tidak akan membantu proses negosiasi yang tengah berlangsung. Ia juga berencana menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas respons terhadap serangan tersebut.

    Implikasi Bagi Investor dan Pasar Keuangan

    Dengan adanya ketegangan yang terus meningkat, investor perlu tetap waspada terhadap dinamika pasar. Sebagai langkah mitigasi, penting bagi investor untuk memantau perkembangan geopolitik dan respons pemerintah terhadap situasi ini. Penjagaan ketahanan fiskal dan pemantauan ketat terhadap performa pasar tetap menjadi kunci bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

    Seiring dengan situasi ini, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ini akan sangat mempengaruhi arah pergerakan IHSG dan kepercayaan investor di masa mendatang.