Tag: Kapal Feri Simeulue

  • Transportasi Laut Simeulue Alami Penyesuaian, Rute Calang dan Meulaboh Ditutup Sementara

    acehtoday.id/ | Simeulue – Aktivitas pelayaran kapal feri pada lintasan Pulau Simeulue–Calang, Aceh Jaya, serta Pulau Simeulue–Kuala Bubon, Meulaboh, Aceh Barat, untuk sementara dihentikan menyusul pekerjaan perbaikan di dua pelabuhan tujuan tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Kuala Bubon Meulaboh tengah menjalani proses perbaikan guna mendukung keselamatan operasional pelayaran.

    “Iya benar, untuk sementara dihentikan pelayaran rute lintasan Pulau Simeulue, Calang dan Meulaboh. Karena kedua pelabuhan Calang dan Meulaboh sedang dalam perbaikan,” kata Renil kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).

    Ia menjelaskan, layanan kapal feri pada lintasan Simeulue–Kuala Bubon Meulaboh telah dihentikan sejak 12 Juni 2026 dan direncanakan kembali beroperasi pada 7 Juli 2026, apabila proses perbaikan selesai sesuai jadwal.

    Sementara itu, penghentian pelayaran pada lintasan Simeulue–Calang akan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 1 hingga 30 Juli 2026.

    Meski dua lintasan tersebut ditutup sementara, masyarakat masih dapat menggunakan jalur penyeberangan lain yang tetap beroperasi, yakni Simeulue–Labuhan Haji, Aceh Selatan, serta rute Simeulue–Singkil dan Pulau Banyak. Layanan pada lintasan tersebut dilayani oleh KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3.

    Renil mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, agar tidak panik karena penghentian layanan dilakukan demi mendukung proses perbaikan pelabuhan yang berorientasi pada keselamatan pelayaran.

    Di sisi lain, warga Simeulue berharap pemerintah bersama ASDP tetap mengoptimalkan pelayanan pada rute yang masih beroperasi agar distribusi penumpang dan barang menuju Pulau Simeulue tidak terganggu.

    “Pemerintah dan ASDP jangan sampai lost kontrol, harus pastikan terlayani arus penumpang dan barang. Utamakan hak-hak penumpang, sebab bila lengah akan berpengaruh terhadap kondisi di Pulau Simeulue,” ujar Amran Jusmar (56), warga Sinabang.

    Laporan: Ahmadi