Rakyat News – Bripda Nopandri ditemukan gugur setelah hilang dalam operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Operasi ini dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Katingan. Penemuan ini dikonfirmasi oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri.
Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipid Narkoba Bareskrim, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Dia menyatakan, “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri.” Brigjen Eko juga berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Brigjen Eko menegaskan Bareskrim Polri memberikan perhatian serius terhadap peristiwa ini. Tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap tuntas kejadian tersebut. Pengejaran para pelaku yang diduga terlibat terus dilakukan.
“Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan.
Dia meminta masyarakat untuk memberikan informasi yang bisa membantu penyelidikan. “Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei dilakukan pada Rabu (1/7) dini hari. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhie gugur, sementara Bripda Nopandri dan Aiptu Sumaryanto dari Satresnarkoba Polres Katingan belum diketahui keberadaannya.
Peristiwa ini bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya aktivitas ilegal di lokasi tersebut.
