Tag: KDOP

  • KSOP Evaluasi ASDP usai Tragedi KMP Aceh Hebat 2, Soroti Prosedur Orang Naik Kapal

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Malahayati akan melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal, menyusul insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang menyebabkan dua taruna Politeknik Pelayaran Malahayati meninggal dunia, hal tersebut disampaikan Kepala KSOP IV Malahayati, Capt Amfami, saat dikonfirmasi acehtoday.id/, Selasa (30/6/2026).

    Amfami mengatakan evaluasi akan dilakukan terutama terkait prosedur pelaporan bagi pihak luar yang melakukan aktivitas di atas kapal selain awak kapal.

    “Kami perlu mengingatkan ASDP sebagai operator, setiap orang selain awak kapal yang melakukan kegiatan di atas kapal harus melapor ke KSOP, terkadang ada yang naik kapal tanpa laporan, ini menjadi evaluasi kita,” ujar Amfami.

    Ia menjelaskan, kewajiban tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 8 tentang Inaportnet, khususnya terkait pengajuan orang non-awak kapal untuk naik ke kapal, serta Permenhub Nomor 28 terkait aktivitas di kawasan pelabuhan.

    Amfami mengungkapkan, kegiatan pembelajaran 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) sebenarnya telah diberitahukan kepada KSOP. Namun, waktu pelaksanaan kegiatan belum disampaikan secara pasti karena masih menyesuaikan jadwal antara pengajar dan para taruna.

    “Pemberitahuan sudah ada, tetapi jam pastinya belum disampaikan karena masih menunggu kesepakatan waktu antara taruna dan pengajar. Saat proses debarkasi penumpang, kemungkinan ada kesempatan mereka naik kapal. Saat itu juga waktunya mendekati pelaksanaan salat Jumat,” jelasnya.

    Terkait kondisi kapal sebelum kejadian, Amfami memastikan KMP Aceh Hebat 2 dalam kondisi laik laut. Kapal tersebut sebelumnya telah menjalani docking pada Desember 2025 di Nias, serta melewati proses sertifikasi dan pemeriksaan kelaikan oleh KSOP IV Gunungsitoli.

    KSOP Akan Lakukan Pemeriksaan

    Selain itu, KSOP Malahayati juga telah melakukan pemeriksaan atau ramp check terhadap kapal menjelang masa angkutan Lebaran 2026.

    “Jadi kapal itu layak, bukan tidak layak, Kapalnya sangat layak, Kemungkinan hanya ada satu pompa yang mengalami malfungsi,” katanya.

    Mengenai rencana pengoperasian kembali KMP Aceh Hebat 2, Amfami menyebut pihaknya masih menunggu surat resmi dari Polda Aceh terkait selesainya proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

    “Kalau sudah ada surat dari Polda bahwa olah TKP selesai, baru kami lakukan pemeriksaan kembali sebelum kapal dioperasikan,” ujarnya.

    Sebelumnya, ledakan pada bagian mesin KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.55 WIB menjelang waktu salat Jumat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Peristiwa tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar.

    Para korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, termasuk menjalani operasi darurat (cyto). Dua taruna Politeknik Pelayaran Malahayati kemudian meninggal dunia, yakni Fahri Herdi Eko (19) pada Sabtu (20/6/2026) dan Muhammad Bilal Ramzi (19) pada Kamis (25/6/2026).

    Hingga saat ini, penyebab ledakan masih dalam proses penyidikan oleh Polda Aceh. Sementara itu, KMP Aceh Hebat 2 belum kembali beroperasi karena masih dalam tahap pemeriksaan dan investigasi oleh pihak berwenang.