acehtoday.id/ | Jakarta – Rencana besar konektivitas kereta Sumatra yang menyambungkan Aceh dan Sumatra Utara mulai menemukan pijakan konkret. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Balai Yasa Pulubrayan tengah memperkuat kesiapan layanan di Divisi Regional (Divre) I Sumatra Utara, sembari menyiapkan data teknis untuk mendukung kajian pemerintah atas proyek strategis tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, penguatan ini dilakukan agar layanan masyarakat yang sudah berjalan tetap terjaga, sekaligus menopang proses kajian konektivitas kereta Sumatra Utara–Aceh yang masih membutuhkan keputusan pemerintah. Kajian tersebut, kata Anne, mencakup kebutuhan perjalanan masyarakat, potensi ekonomi, keselamatan, kesiapan prasarana, tata ruang, dampak lingkungan, hingga pembiayaan.
“KAI dapat memberikan dukungan berupa data operasi, kebutuhan sarana, proyeksi pelayanan, dan kemampuan teknis,” ujar Anne, Minggu (12/7/2026).
Data operasional Divre I Sumatra Utara menjadi dasar penting bagi kajian itu. Saat ini jaringan aktif mencapai 476,460 kilometer dengan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota, melayani rute-rute padat seperti Medan–Rantauprapat, Medan–Tanjungbalai, dan Medan–Pematangsiantar.
Pertumbuhan Penumpang Modal Kereta Sumatra

Sepanjang semester I/2026, jumlah penumpang tercatat 1.391.120 orang, tumbuh 5% secara tahunan. Tiga layanan utama—KA Sribilah, KA Putri Deli, dan KA Siantar Ekspres—menyumbang 96,5% dari total penumpang, menandakan tingginya kebutuhan mobilitas di sisi timur Sumatra Utara.
Dari sisi perawatan sarana, Balai Yasa Pulubrayan telah merampungkan perawatan berat lima lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, dan satu peralatan khusus selama semester pertama tahun ini. Fasilitas ini juga memodifikasi dua kereta bekas menjadi kereta penolong untuk kebutuhan darurat di lintas operasi.
Secara teknis, proyek konektivitas kereta Sumatra yang direncanakan Kementerian Perhubungan meliputi jalur Sigli–Bireuen dan Lhokseumawe–Langsa–Besitang sepanjang 417,541 kilometer, menyambung Aceh hingga Kota Pinang di Sumatra Utara. Jalur ini nantinya melengkapi jaringan selatan Lampung–Palembang yang telah beroperasi, sehingga rel kereta api berpotensi tersambung penuh dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
Kesiapan data dan layanan di Divre I Sumatra Utara kini menjadi fondasi penting sebelum megaproyek lintas provinsi ini benar-benar direalisasikan pemerintah.
Sumber: bisnis.com