Tag: perdana menteri israel

  • PM Israel Netanyahu Disoraki di Knesset, Terpaksa Tinggalkan Sidang

    PM Israel Netanyahu Disoraki di Knesset, Terpaksa Tinggalkan Sidang

    Rakyat News – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadapi tekanan besar dari anggota Parlemen Israel. Pada Selasa, 15 Juli 2026, ia disoraki saat sidang Knesset berlangsung. Sidang itu membahas beberapa rancangan undang-undang kontroversial yang diusulkan oleh koalisi pemerintah.

    Anggota parlemen oposisi berteriak, “Memalukan! Pergi! Keluar!” membuat suasana sidang sangat ricuh. Akibatnya, Netanyahu meninggalkan ruangan tanpa mengikuti pemungutan suara.

    Meski ketidakhadiran Netanyahu, rancangan undang-undang yang diajukan koalisinya tetap disahkan. Pengesahan ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum Knesset dibubarkan pada 17 Juli 2026, menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

    Para analis menyebut RUU yang disahkan dengan cepat bertujuan memenuhi tuntutan sekutu Netanyahu dari kalangan Yahudi ultra-Ortodoks dan kelompok sayap kanan. Menurut analis politik Nadav Eyal, langkah ini adalah strategi Netanyahu untuk mempertahankan dukungan politik menjelang pemilu.

    Eyal menilai, Netanyahu berjuang untuk kelangsungan hidup politiknya, dan partai-partai Haredi sangat penting bagi tujuan ini. Ia ingin menunjukkan kepada mitra Haredinya bahwa hanya dirinya yang dapat memenuhi kepentingan mereka.

    Salah satu aturan yang banyak disorot adalah penetapan studi Taurat sebagai nilai dasar negara melalui Undang-Undang Dasar. Kritik muncul karena aturan ini bisa menjadi landasan hukum untuk pengecualian wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks.

    Selain itu, parlemen mengesahkan undang-undang yang memberikan kekebalan sementara bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks yang menghindari wajib militer hingga akhir Januari 2027. Kebijakan ini mengundang kritik, terutama karena militer Israel kekurangan sekitar 12.000 personel di tengah konflik yang masih berlangsung.

    Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Letnan Jenderal E, mengungkapkan kekhawatiran seputar kekurangan personel dalam situasi yang tidak menentu ini.

  • Mantan PM Israel Ungkap Selundupan Starlink ke Iran untuk Demonstran

    Seputar Aceh – Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengungkapkan bahwa Israel pernah menyelundupkan perangkat internet satelit Starlink ke Iran. Tujuan dari aksi ini adalah untuk membantu para demonstran anti-pemerintah tetap terhubung dengan internet di tengah pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Iran.

    Sebagaimana dilaporkan oleh IDNFinancials.com, Bennett menyatakan bahwa selama menjabat dari 2021 hingga 2022, ia telah memulai proses pengadaan dan penyelundupan puluhan ribu perangkat Starlink ke Iran. Perangkat tersebut dirancang untuk menjaga akses internet dan media sosial bagi kelompok demonstran di saat pembatasan jaringan internet sering terjadi.

    Pengakuan Naftali Bennett Mengenai Starlink

    Bennett mengungkapkan bahwa rencana penyelundupan perangkat tersebut bertujuan agar para demonstran dapat berkoordinasi dengan baik dan pada akhirnya menggulingkan pemerintahan Iran. Namun, ia menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghentikan langkah ini, sehingga infrastruktur yang seharusnya mendukung protes tidak tersedia ketika gelombang demonstrasi pecah.

    Kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Bennett. Di sisi lain, SpaceX, perusahaan pemilik Starlink yang didirikan oleh Elon Musk, juga belum memberikan komentar terkait kasus ini.

    Dampak Penyitaan Internet di Iran

    Bennett menyampaikan pengakuan ini di tengah catatan panjang pemutusan internet oleh otoritas Iran saat situasi politik dalam negeri semakin memanas. Beberapa laporan sebelumnya menunjukkan bahwa warga Iran beralih ke Starlink ketika terjadi pemadaman internet. Selama periode kerusuhan, termasuk protes mematikan pada Januari dan selama konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari, pemerintah Iran diketahui membatasi akses internet publik secara signifikan.

    Pentingnya Akses Internet bagi Demonstran

    Pentingnya akses internet dalam konteks protes dan demonstrasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Di negara-negara dengan otoritas yang ketat, seperti Iran, akses ke informasi dan komunikasi sangat dibatasi. Dengan adanya teknologi seperti Starlink, para demonstran dapat menjaga komunikasi dan organisasi, meskipun dalam kondisi yang sulit.

    Keberadaan perangkat Starlink di negara-negara seperti Iran, meskipun tanpa izin resmi, menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengendalikan informasi dan komunikasi. Bennett kini memimpin partai sayap kanan dan menjadi salah satu tokoh oposisi yang berupaya menggantikan Netanyahu dalam pemilu yang dijadwalkan paling lambat Oktober mendatang.