acehtoday.id/ | Banda Aceh – Mantan kapten Persiraja Banda Aceh, Mukhlis Nakata, menilai skuad Laskar Rencong saat ini kekurangan sosok pemimpin di lapangan. Kehadiran seorang leader dinilai penting untuk membakar semangat tim demi mewujudkan target promosi ke Liga 1 pada musim 2026-2027.
Selain soal figur pemimpin, Nakata juga menyoroti komposisi pemain. Menurutnya, jumlah pemain asal Aceh di skuad Persiraja perlu lebih dominan karena ikatan emosional mereka terhadap klub dinilai mampu mendongkrak semangat juang tim di setiap laga.
Nakata menegaskan bahwa performa kandang yang buruk musim lalu tidak boleh terulang. “Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi musim depan. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan bagi Persiraja,” ujarnya, Jumat (17/6/2026).

Setelah gantung sepatu, Nakata mengaku sudah tidak lagi berada di dalam tim sehingga tidak mengetahui detail situasi internal klub saat ini. Meski begitu, ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar Persiraja mampu bersaing di papan atas.
Ia mengingatkan, Persiraja sudah dua kali nyaris meraih tiket promosi ke Liga 1, namun selalu gagal di laga-laga penentuan. Dari sisi permainan, para pemain sebenarnya sudah tampil maksimal, tetapi lawan dinilai lebih siap dalam berbagai aspek krusial.
Dibandingkan era ketika dirinya masih membela tim, Nakata menilai kekompakan Persiraja belum kembali seperti dulu, terutama sejak pandemi COVID-19.
Menyongsong musim baru, Nakata berharap manajemen merekrut pemain yang mencintai klub, bermental pantang menyerah, dan bertekad tidak kalah di hadapan pendukung sendiri. Kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, disebutnya sebagai modal utama untuk bersaing memperebutkan tiket promosi.
Laporan: Fatih

