acehtoday.id/ | Langsa – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite di Kota Langsa hingga 22 persen di atas rata-rata normal.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi pasca kenaikan harga pertama atau penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Peningkatan konsumsi Pertalite terjadi seiring adanya pergeseran penggunaan BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Langsa. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan Pertalite meningkat pada waktu yang bersamaan di beberapa titik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyaluran BBM guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Pertamina memastikan tidak terdapat gangguan distribusi BBM ke SPBU di wilayah Kota Langsa. Stok BBM terus dimonitor dan dilakukan pengiriman secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat agar layanan energi tetap berjalan optimal,” kata Fahrougi, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan pasokan dilakukan melalui penguatan operasional terminal BBM dan armada mobil tangki yang terus disiagakan untuk menjaga kelancaran distribusi ke SPBU.
Menurutnya, Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan pola konsumsi masyarakat di lapangan agar penyaluran BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena ketersediaan pasokan BBM di Kota Langsa dipastikan tetap terjaga.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penyaluran BBM di lapangan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat di Kota Langsa dapat terpenuhi dengan baik dan layanan distribusi tetap berjalan optimal.**
