Tag: Piala Dunia 2026

  • Gilberto Mora Dapat Kontrak Miliaran, Tijuana Siap Hadapi Eropa

    Gilberto Mora Dapat Kontrak Miliaran, Tijuana Siap Hadapi Eropa

    Seputar Aceh – Pemain muda Mexico, Gilberto Mora, baru-baru ini mendapatkan kontrak besar yang mengukuhkan posisinya menjelang Piala Dunia 2026. Kontrak ini membawa harapan baru bagi Xolos de Tijuana dan juga bagi perkembangan karier Mora sebagai salah satu talenta muda terbaik di sepak bola Mexico.

    Sebagaimana dilaporkan oleh beIN SPORTS, keputusan kontrak strategis ini menjadikan Mora sorotan publik menjelang kejuaraan dunia. Mora, yang baru berusia 17 tahun, menjadi pemain termuda di skuad Piala Dunia Mexico dan telah mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjadi pemain termuda yang memenangkan turnamen internasional, yaitu Copa Oro.

    Diskusi Utama Mengenai Kontrak Gilberto Mora

    Dalam pembaruan kontraknya dengan Xolos de Tijuana, Mora akan mengenakan nomor punggung 10, yang memiliki makna historis bagi klub tersebut. Kontrak ini juga dilengkapi mekanisme keluar yang dirancang khusus, memungkinkan Mora untuk meninggalkan klub jika ada tawaran dari Eropa yang sesuai. Hal ini merupakan langkah penting yang menunjukkan potensi dan kesiapan Mora untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

    Kontrak ini mendapat respon beragam dari penggemar sepak bola di Mexico. Banyak yang percaya bahwa Mora harus segera beralih ke Eropa untuk mempercepat perkembangan kariernya. Di sisi lain, langkah Tijuana dalam mengamankan Mora juga dianggap sebagai langkah cerdas untuk meningkatkan valuasi pemain jika tawaran dari klub Eropa datang.

    Perwakilan Mora, Rafaela Pimenta, menyatakan bahwa kesepakatan ini mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan yang biasanya terlihat di Liga MX. Pendekatan ini memberikan peluang bagi Mora untuk mengembangkan kariernya di Eropa jika tawaran yang kuat muncul.

    Debat di antara penggemar mengenai masa depan Mora mencerminkan tantangan dan harapan yang dihadapi oleh talenta muda di Mexico. Meskipun Mora telah mendapatkan pengakuan yang signifikan di dalam negeri, ada kekhawatiran bahwa tanpa pengalaman di Eropa, perkembangan potensinya mungkin terhambat.

    Peluang dan Tantangan Bagi Gilberto Mora

    Keputusan untuk memperpanjang kontrak dengan Xolos de Tijuana menunjukkan keinginan klub untuk menjadikan Mora sebagai bagian sentral dari strategi jangka panjang mereka. Dengan kehadiran Mora, Tijuana berharap dapat meraih kesuksesan di liga domestik dan juga mempersiapkan pemain muda untuk kancah internasional.

    Kedepannya, penting bagi Mora untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ia harus terus menunjukkan performa terbaiknya di lapangan, sambil bersiap menghadapi tantangan yang mungkin muncul saat tawaran dari Eropa datang. Dalam dunia sepak bola yang kompetitif, keputusan yang tepat dapat menentukan arah karirnya di masa depan.

  • Timnas Inggris, Siapa yang Dipilih Thomas Tuchel Melawan Kroasia?

    Timnas Inggris, Siapa yang Dipilih Thomas Tuchel Melawan Kroasia?

    Seputar Aceh – Pertandingan persahabatan terakhir Timnas Inggris sebelum Piala Dunia 2026 terpaksa ditunda karena badai di stadion Inter&Co, Orlando. Namun, saat pertandingan akhirnya dimulai, pelatih Thomas Tuchel mendapatkan banyak informasi berharga dari timnya.

    Sebagaimana dilaporkan oleh BBC, Tuchel mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap intensitas permainan Inggris saat menang 1-0 atas Selandia Baru. Pertandingan tersebut lebih terasa seperti sesi latihan dengan dua tim berbeda yang diturunkan di setiap babak. Namun, laga melawan Kosta Rika menunjukkan performa yang jauh lebih baik dan menjadi ujian fisik yang berarti sebelum menghadapi Kroasia di Dallas pada 17 Juni.

    Setelah laga melawan Kosta Rika, Tuchel ditanya mengenai kemungkinan susunan pemain untuk pertandingan melawan Kroasia. Ia menjawab dengan tegas, “Mungkin.” Ia menambahkan, “Namun kami akan selalu menyimpan kartu kami. Kami tidak akan memberikan keputusan karena pikiran saya saat ini bukan untuk Kroasia, tetapi untuk pertandingan hari ini.”

    Dalam pertandingan tersebut, Tuchel menampilkan skuad yang sangat kuat dengan cadangan yang juga tidak kalah berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki banyak pilihan untuk dipertimbangkan.

    Salah satu keputusan besar yang dihadapi Tuchel adalah memilih antara Jude Bellingham dari Real Madrid dan Morgan Rogers dari Aston Villa untuk mengisi posisi nomor 10. Tuchel tampaknya senang dengan adanya kompetisi sehat antara kedua pemain tersebut.

    Timnas Inggris, Siapa yang Dipilih Thomas Tuchel Melawan Kroasia?
    Noni Madueke kini salah satu andalan Timnas Inggris. Foto englandfootball

    Saat ini, Rogers berada dalam posisi unggul setelah tampil baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Sementara Bellingham mengalami musim yang tidak konsisten di Santiago Bernabeu akibat cedera. Dalam laga melawan Selandia Baru, Tuchel memulai dengan Rogers, tetapi Bellingham masuk di babak kedua dan mengambil alih kapten tim.

    Tuchel memerlukan kesabaran dalam menentukan siapa yang akan diturunkan saat melawan Kroasia. Saat ini, ada sekitar 14 atau 15 pemain yang dianggap sebagai starter dalam skuadnya, dan keduanya, Rogers dan Bellingham, termasuk dalam kelompok tersebut.

    Namun, jika Tuchel memutuskan untuk tidak menurunkan Rogers di posisi sayap kiri saat melawan Kroasia, maka hanya satu dari keduanya yang akan bermain. Ini menjadi salah satu keputusan terbesar dalam karier kepelatihannya di Timnas Inggris.

    Bellingham menunjukkan motivasi yang tinggi saat melawan Kosta Rika, dengan memberikan umpan matang kepada Noni Madueke di babak pertama, meskipun peluang itu terbuang sia-sia setelah Madueke menghantam tiang gawang.

    Keputusan siapa yang akan mengisi lini tengah dan skuad utama untuk menghadapi Kroasia sangat penting bagi Inggris. Tuchel perlu mempertimbangkan performa terkini serta kondisi fisik pemain menjelang Piala Dunia.

    Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, pelatih harus mengambil keputusan yang tepat agar Timnas Inggris dapat memberikan penampilan terbaiknya di ajang bergengsi mendatang.

  • Argentina Hadapi Beban Sejarah Piala Dunia 2026

    Argentina Hadapi Beban Sejarah Piala Dunia 2026

    Seputar Aceh – Argentina datang ke Amerika dengan dibayangi kutukan juara bertahan. Gejolak di federasi dan badai cedera juga menjadi rintangan Messi di ”tarian terakhirnya”. Berbeda dengan empat tahun lalu di Qatar, Argentina bukan yang paling difavoritkan juara pada Piala Dunia 2026.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.id, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang kurang ideal. Sejarah pun kurang berpihak kepada mereka. Di Piala Dunia, status juara bertahan lebih terasa sebagai beban, bahkan bak kutukan, alih-alih keunggulan. Sepanjang sejarah, hanya Italia pada 1938 dan Brasil pada 1962 yang bisa mempertahankan trofi Jules Rimet. Namun, dua capaian itu diraih di konfederasi mereka. Setelah 1962, juara bertahan terus berguguran, dan sindrom itu mendera tim-tim hebat, seperti Spanyol dan Perancis.

    Dampak Beban Sejarah bagi Argentina

    Era emas Spanyol, yang menjadi juara pada 2010, misalnya, hancur lebur di fase grup edisi 2014. Italia gagal memenangi satu pun laga fase grup setelah menjuarai edisi 2006. Kutukan itu berlanjut pada 2018, di mana Jerman, yang berjaya pada 2014, pulang dengan rasa malu setelah hanya menjadi juru kunci penyisihan grup di Rusia.

    Adapun Perancis, yang berjaya di Rusia pada 2018, gagal mengulangi kejayaan setelah dikalahkan Argentina melalui laga final yang sengit di Qatar, empat tahun silam. Beban ekspektasi, skuad yang menua, dan hilangnya rasa lapar gelar menjadi kombinasi faktor di balik fenomena ”sindrom juara bertahan” itu.

    Persiapan Argentina Menjelang Piala Dunia 2026

    Menyadari beratnya tantangan tersebut, Pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat dikabarkan ingin mundur pada November 2023. ”Ini bukan selamat tinggal. Tapi, saya harus mengkajinya ulang (posisi pelatih) karena target terlalu tinggi dan sulit untuk melanjutkannya,” ujarnya saat itu. Atas bujukan sejumlah pihak, Scaloni memutuskan bertahan.

    Ia mencoba melampaui prestasi dua pendahulunya, César Luis Menotti dan Carlos Bilardo, yang mundur setelah tim ”Tango” gagal mempertahankan gelar juara, yaitu masing-masing pada 1982 dan 1990. Namun, keteguhan Scaloni itu tidak bisa menutupi sejumlah masalah dalam upaya persiapan Argentina menuju Piala Dunia 2026.

    Hasil Kualifikasi dan Tantangan Ke Depan

    Ia kecewa dengan sikap sejumlah pemain senior timnya dalam pemusatan latihan menjelang melawan Uruguay di kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Tango lantas kalah 0-2 di kandang pada laga itu. Meskipun kalah, Argentina mampu menutup kualifikasi zona Amerika Selatan sebagai juara grup.

    Mereka mengemas 38 poin dari 18 laga berkat 12 kali menang dan 2 imbang. Namun, dominasi mereka tak lepas dari anjloknya kualitas rival. Menjelang Piala Dunia 2026, Argentina harus bersiap menghadapi beban sejarah yang semakin berat.

  • Iraq vs Venezuela: Pertandingan Persahabatan Sebelum Piala Dunia 2026

    Iraq vs Venezuela: Pertandingan Persahabatan Sebelum Piala Dunia 2026

    Seputar Aceh – Iraq dan Venezuela bertemu dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di SeatGeek Stadium. Pertandingan ini diadakan sebagai persiapan bagi Iraq sebelum menghadapi Piala Dunia 2026. Sementara itu, Venezuela juga berusaha membangun ritme dan mencari opsi baru dalam skuad mereka.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Bolavip, Iraq datang ke pertandingan ini dengan momentum positif. Mereka baru saja meraih hasil imbang 1-1 melawan Spanyol dan kemenangan 1-0 atas Andorra. Ini memberikan kepercayaan diri bagi tim yang ingin tampil baik di ajang sepak bola terbesar setelah berhasil lolos ke turnamen.

    Di sisi lain, Venezuela datang setelah hasil yang bervariasi. Mereka mengalami kekalahan 2-1 dari Turki dan kalah dalam adu penalti melawan Uzbekistan. Namun, mereka juga mencatat kemenangan meyakinkan 4-1 atas Trinidad dan Tobago. Pertandingan ini menjadi kesempatan berharga bagi kedua negara untuk mengasah taktik menjelang Piala Dunia 2026.

    Diskusi Tentang Pertandingan Iraq vs Venezuela

    Pertandingan dimulai dengan Venezuela memimpin 2-0 pada awal babak kedua. Iraq mengalami situasi sulit setelah Ali Yousif Hashim menerima kartu merah pada menit ke-72. Kartu merah ini terjadi setelah tantangan berbahaya terhadap kiper Venezuela, José Contreras.

    Venezuela, yang dikenal dengan nama La Vinotinto, melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-77. Kevin Kelsy menggantikan Jesús Ramírez, Jorge Yriarte masuk untuk Daniel Pereira, dan David Martínez menggantikan Ender Echenique. Pergantian ini bertujuan untuk menjaga momentum tim dan mempersiapkan strategi untuk babak berikutnya.

    Sejak awal pertandingan, Venezuela menunjukkan dominasi mereka. Mereka menciptakan berbagai peluang yang hampir menghasilkan gol ketiga. Luis Balbo hampir menambah gol saat tendangannya melenceng dari sasaran. Sementara itu, Gleiker Mendoza juga hampir mencetak gol setelah mendapatkan ruang di dalam kotak penalti Iraq, namun tendangannya berhasil ditangkap oleh kiper Iraq.

    Analisis Pertandingan dan Dampaknya

    Pertandingan ini menjadi penting bagi kedua tim dalam mempersiapkan Piala Dunia mendatang. Iraq, yang telah menunjukkan performa baik dalam beberapa pertandingan terakhir, berharap dapat memanfaatkan momentum positif tersebut. Sementara itu, Venezuela berusaha menemukan konsistensi dalam permainan mereka setelah hasil yang beragam.

    Kartu merah yang diterima Iraq dapat menjadi masalah serius bagi tim. Kehilangan seorang pemain kunci seperti Hashim dapat mempengaruhi kekuatan tim dalam pertandingan mendatang. Pelatih Iraq perlu segera mencari solusi untuk mengatasi situasi ini sebelum Piala Dunia.

    Peluang dan Tantangan Menjelang Piala Dunia 2026

    Kedua tim memiliki tantangan tersendiri menjelang Piala Dunia 2026. Iraq perlu mempertahankan performa positif dan memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam pertandingan ini. Sementara Venezuela harus fokus untuk membangun strategi yang solid dan meningkatkan kekompakan tim.

    Menjelang turnamen, kedua tim memiliki harapan tinggi untuk tampil baik. Pertandingan persahabatan ini adalah langkah awal dalam persiapan mereka. Dengan pengalaman dan analisis yang tepat, mereka dapat memaksimalkan potensi mereka di panggung dunia.

  • Preview: Saudi Arabia vs Senegal – Pertandingan Pemanasan Piala Dunia

    Preview: Saudi Arabia vs Senegal – Pertandingan Pemanasan Piala Dunia

    Seputar Aceh – Senegal dan Arab Saudi akan bertemu di Toyota Field, Texas, pada malam Selasa dalam pertandingan pemanasan terakhir sebelum Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi penting bagi kedua tim untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen terbesar di dunia.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Sports Mole, Senegal akan berupaya bangkit setelah kalah dalam pertandingan persahabatan terakhir melawan Amerika Serikat dengan skor tipis 3-2. Meskipun kekalahan tersebut, tim yang dikenal dengan julukan ‘Lions of Teranga’ ini diyakini memiliki persiapan yang lebih baik dibandingkan dengan Arab Saudi menjelang pertandingan ini.

    Senegal baru-baru ini kehilangan gelar juara Afrika setelah kalah dalam final melawan Maroko pada Piala Afrika 2025. Kasus mereka masih menunggu putusan CAS, namun saat ini fokus mereka harus beralih ke Piala Dunia. Pelatih Pape Thiaw menghadapi tantangan untuk mempersiapkan timnya dalam waktu singkat setelah akhir kompetisi domestik Eropa.

    Tim Senegal memiliki waktu terbatas untuk berlatih, dengan hanya beberapa pertandingan persahabatan resmi sebelum turnamen dimulai. Terakhir, Senegal kalah meski mendominasi penguasaan bola 53% berbanding 47%, dengan jumlah tembakan 17-7. Pertandingan ini adalah langkah penting sebelum mereka menghadapi Prancis di Piala Dunia pada 16 Juni mendatang.

    Sementara itu, situasi di kubu Arab Saudi tidak kalah rumit. Setelah pemecatan pelatih Herve Renard, Georgios Donis ditunjuk sebagai pelatih baru pada bulan April. Ia harus bekerja dengan waktu yang sangat terbatas untuk mempersiapkan tim menjelang Piala Dunia. Sebelumnya, Arab Saudi mengalami kekalahan dari Mesir dengan skor 4-0 dan Serbia 2-1 dalam dua pertandingan persahabatan terakhir.

    Donis menghadapi tantangan berat mengingat kurangnya momentum bagi timnya. Pertandingan melawan Senegal akan menjadi kesempatan bagi Arab Saudi untuk memperbaiki diri sebelum menghadapi tim-tim kuat lainnya di Piala Dunia, seperti Uruguay, Spanyol, dan Cape Verde.

    Kedua tim akan menggunakan pertandingan ini sebagai ajang untuk merumuskan strategi dan menguji kekuatan mereka sebelum Piala Dunia. Bagi Senegal, ini adalah kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan, sedangkan Arab Saudi harus memanfaatkan momen untuk membangun kepercayaan diri. Pertandingan ini akan menjadi pertanda bagi performa mereka di turnamen mendatang.

  • Siarkan Nobar Piala Dunia di Aceh Gratis, Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi TVRI

    Siarkan Nobar Piala Dunia di Aceh Gratis, Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi TVRI

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Akhirnya, para pelaku usaha warung kopi di Aceh dapat bernapas lega setelah pemilik hak siar, yakni Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggratiskan hak penayangan siaran Piala Dunia di warung kopi seluruh Aceh.

    Namun, di balik keputusan tersebut, upaya untuk mendapatkan hak penayangan Piala Dunia sempat mengalami tarik ulur antara pelaku usaha warung kopi dan TVRI.

    Bahkan, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, turut menyuarakan aspirasi masyarakat dengan meminta TVRI mengambil kebijakan khusus terkait kegiatan nonton bareng Piala Dunia di Aceh.

    Sebelumnya, sesuai regulasi yang dikeluarkan TVRI Pusat, setiap tempat usaha seperti warung kopi, kafe, hotel, dan restoran diwajibkan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk memperoleh hak menayangkan siaran Piala Dunia di lokasi usahanya.

    Namun, besaran PNBP yang ditetapkan dinilai cukup memberatkan sehingga pelaku usaha warung kopi mengaku tidak mampu memenuhinya.

    Para pelaku usaha kemudian melakukan audiensi dengan TVRI Aceh di Ketapang, Aceh Besar. Saat itu, pihak TVRI Aceh menyampaikan bahwa mereka masih harus berkoordinasi dengan TVRI Pusat terkait kebijakan tersebut.

    Setelah itu, para pelaku usaha juga menyampaikan aspirasi dan persoalan mereka kepada DPRK Banda Aceh.

    Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST kemudian merespons berbagai keluhan yang disampaikan para pelaku usaha warung kopi.

    Menurutnya, Piala Dunia merupakan pesta olahraga yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Ajang sepak bola terbesar di dunia itu diharapkan mampu membawa kebahagiaan dan hiburan bagi masyarakat.

    Karena itu, saat bertemu dengan pimpinan dan jajaran TVRI Aceh pada Jumat (5/6/2026), Irwansyah meminta agar ada kebijakan khusus terkait penayangan Piala Dunia di Aceh.

    Ia bahkan mengusulkan agar TVRI memberikan keringanan biaya lisensi untuk kegiatan nonton bareng di warung kopi. Jika memungkinkan, menurutnya, biaya tersebut sebaiknya digratiskan.

    Irwansyah juga mengapresiasi TVRI yang berhasil memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap penayangan ajang tersebut akan memberikan warna tersendiri bagi masyarakat.

    Lalu hari ini, Selasa (9/6/2026), TVRI Aceh mengumumkan bahwa TVRI Pusat telah memutuskan untuk menggratiskan lisensi penayangan Piala Dunia bagi pelaku usaha warung kopi di seluruh Aceh.

    Dengan kebijakan tersebut, para pelaku usaha tidak lagi diwajibkan membayar biaya lisensi atau PNBP untuk menayangkan pertandingan Piala Dunia.

    Atas keputusan itu, Irwansyah kembali menyampaikan apresiasinya kepada TVRI Aceh dan TVRI Pusat karena telah merespons berbagai masukan dan aspirasi masyarakat dengan baik.

    “Kita tentu mengapresiasi respons positif dari manajemen dan pimpinan TVRI Pusat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Aceh yang kini dapat menyaksikan siaran Piala Dunia secara gratis, baik di warung kopi, di rumah, maupun melalui telepon genggam masing-masing.

    Selain itu, Irwansyah mengajak masyarakat untuk menikmati pertandingan dengan tertib, menjaga ketenteraman, serta menjauhi praktik judi sepak bola.

    Menurutnya, masyarakat sah-sah saja mendukung tim favorit masing-masing, bahkan dengan penuh fanatisme. Namun, ia mengingatkan agar fanatisme tersebut tidak berlebihan sehingga tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

    “Terima kasih TVRI untuk warga Aceh. Kepada warga Aceh, selamat menikmati dan menyaksikan siaran Piala Dunia secara gratis, baik di rumah, di warung kopi, maupun melalui handphone masing-masing. Jaga ketertiban, jaga perdamaian, dan jaga kerukunan,” tutupnya.**

  • 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026 dan Pencapaian Terbaik

    9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026 dan Pencapaian Terbaik

    acehtoday.id/ | Piala Dunia 2026 bukan hanya menguji kefektifan aturan baru berupa tuan rumah tiga negara sekaligus penambahan jumlah peserta, tapi juga akan menjadi panggung pembuktian ketangguhan sederet wakil Asia.

    Seperti diketahui, Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru, dimana tuan rumah penyelenggara pesta sepakbola terakbar ini digelar di tiga negara untuk pertama kalinya dalam sejarah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

    Piala Dunia 2026 bukan hanya menempatkan tuan rumah bersama tiga negara, tapi juga menambah jumlah peserta menjadi 48 negara dari edisi-edisi sebelumnya menggunakan format 32 tim.

    Penambahan jumlah peserta tersebut membuat wakil dari setiap konfederasi juga ikut bertambah. Asia yang sebelumnya hanya memiliki 5 jatah perwakilan + satu wakil tambahan jika lolos melalui play-off antar konfederasi, kini memiliki 8 wakil yang lolos otomatis melalui kualifikasi.

    Namun edisi Piala Dunia kali ini, Asia berhasil mengirimkan 9 wakilnya setelah Irak berhasil lolos melalui play-off antar konfederasi dengan menyingkirkan tim Amerika Latin, Bolivia. 

    Adapun 9 wakil Asia yang akan berlaga pada Piala Dunia 2026 yaitu Iran, Jepang, Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Uzbekistan, dan Irak. 

    Iran, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Arab Saudi merupakan langganan peserta Piala Dunia dari Benua Asia. Qatar dan Irak akan mengadu nasib untuk kedua kalinya, sementara Yordania dan Uzbekistan akan mengikuti atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya.

    Ke 9 Negara Asia tersebut terbagi dalam grup berbeda. Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Meksiko, Republik Ceko, dan Afrika Selatan; Qatar akan melakukan peruntungan di Grup B bersama Kanada, Swiss, Bosnia dan Herzegovina.

    Australia tergabung di Grup D bersama Turki, Amerika Serikat, dan Paraguay; Jepang menghuni Grup F bersama Swedia, Tunisia, dan Belanda; kemudian Iran menempati Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

    Wakil Asia selanjutnya adalah Arab Saudi yang tergabung di Grup H bersama Uruguay, Spanyol, dan Tanjung Verde; Irak menghuni Grup I bersama Norwegia, Prancis, dan Senegal; Yordania di Grup J bersama Austria, Yordania, Argentina, dan Aljazair; serta Uzbekistan di Grup K bersama Kolombia, Portugal, dan Kongo.

    Wakil Asia yang Bakal Merepotkan Tim Besar

    Jika melihat komposisi tersebut, ada sejumlah wakil Asia yang berpotensi besar merepotkan tim-tim besar dan melaju lebih jauh, bukan hanya sebatas penggembira di babak penyisihan grup. Korea Selatan, Jepang, dan Australia, adalah tiga negara asal Asia yang memiliki tradisi lolos ke babak 16 besar dan babak seterusnya. 

    Pencapaian terbaik Korea Selatan di Piala Dunia adalah menempati peringkat keempat yang diraih saat menjadi tuan rumah bersama jepang tahun 2022. Prestasi tersebut menjadikan Korea Selatan sebagai tim pertama di luar Eropa dan Amerika yang berhasil mencapai babak semifinal.

    Jepang dan Australia mencatatkan pencapaian terbaik dengan menembus babak 16 besar. Jepang meraihnya pada edisi 2002 (saat menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan), 2010, 2018, dan 2022. Sementara Australia meraihnya pada edisi 2006 dan 2022.

    Jika melihat komposisi pemain Korea Selatan, Jepang, dan Australia saat ini, ada potensi besar wakil-wakil Asia tersebut akan mampu melaju lebih jauh pada edisi Piala Dunia 2026. Saat ini, negara-negara wakil Asia itu dihuni banyak pemain bintang yang bermain di klub-klub besar Eropa.

    Korea Selatan, misalnya, ada Jens Castrop yang bermain di klub Jerman (Borussia Moenchengladbach), Bae Jun-ho (Stoke City/Inggris), Paik Seung-ho (Birmingham/Inggris), Yang Hyun-jun (Celtic/Scotlandia), Eom Ji-sung (Swansea/Inggris), dan Lee Kang-in (PSG/Prancis).

    Selanjutnya Lee Dong-gyeong (Ulsan), Lee Jae-sung (Mainz/Jerman), Hwang In-beom (Feyenoord/Belanda), Hwang Hee-chan (Wolverhampton Wanderers/Inggris), hingga Son Heung-min, eks pemain bintang Tottenham Hotspur yang saat ini membela klub Amerika Serikat, Los Angeles FC.

    Jepang juga dihuni sederet pemain bintang yang berkarir di liga-liga top Eropa. Ada Itakura (Ajax/Belanda), Tsuyoshi Watanabe (Feyenoord/Belanda), Takehiro Tomiyasu (Ajax/Belanda), Hiroki Ito (Bayern Munchen/Jerman), Yukinari Sugawara (Werder Bremen/Jerman), Wataru Endo (Liverpool/Inggris), dan Daichi Kamada (Crystal Palace/Inggris).

    Kemudian ada Daizen Maeda (Celtic/Scotlandia), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt/Jerman), Ao Tanaka (Leeds United/Inggris), Kaishu Sano (Mainz 05/Jerman), Takefusa Kubo (Real Sociedad/Spanyol), Ayase Ueda (Feyenoord/Belanda), Ito Suzuki (SC Freiburg/Jerman), dan Kento Shiode (Wolfsburg/Jerman).

    Australia kini juga punya sederat pemain bintan yang berlaga di Eropa. Ada Bos (Feyenoord/Belanda), Burgess (Swansea City/Inggris), Circati (Parma/Italia), Souttar (Leicester City/Inggris), Irvine dan Metcalfe (St Pauli/Jerman), Irankunda (Watford/Inggris), Toure (Norwich City/Inggris), dan Volpato (Sassuolo).

    Tim Kuda Hitam Lain dari Asia

    Selain Korea Selatan, Jepang, dan Australia, Asia juga memiliki tim tangguh lainnya yang bisa menjadi kuda hitam di ajang Piala Dunia 2026. Meski dalam beberapa edisi terakhir hanya mentok di babak penyisihan grup, namun ada kemungkinan kali ini setidaknya lolos ke babak 16 besar.

    Misalnya Iran, meski negara yang saat ini sedang berperang melawan Amerika Serikat-Israel belum pernah lolos ke babak 16 besar selama enam kali keikutsertaannya, namun ada kemungkinan edisi ketujuh kali ini bisa berbuat banyak. Selain memiliki kombinasi pemain muda dan tua berpengalaman yang pantang menyerah, Timnas Iran juga mengusung misi tersendiri di edisi Piala Dunia kali ini.

    Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 memang sempat menimbulkan tanda tanya, sebab status tuan rumah Amerika Serikat yang notabene saat ini sedang berperang dengan Iran, sempat mengancam tidak akan mengeluarkan visa. Timnas Iran dan official baru mengantongi visa dua hari lalu melalui Kedutaan AS di Turki. 

    Selama pertandingan berlangsung Timnas Iran tidak bermarkas di Amerika Serikat, melainkan di wilayah Meksiko yang berbatasan. Artinya, Timnas Iran akan menyeberang ke AS menjelang pertandingan. Meski Timnas Iran terpukul secara psikologis namun kondisi tersebut juga menjadi motivasi tersendiri yang ingin membuktikan ketangguhan di negara musuh bebuyutan. 

    Kuda hitam asal Asia selanjutnya adalah Arab Saudi. Sejauh ini negara dengan Liga Sepakbola yang tengah naik daun akibat invasi pemain-pemain bintang dari Eropa baru sekali menembus babak 16 besar pada debut mereka di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

    Berkat Liga Sepakbola yang semakin berkembang yang kini banyak dihuni pemain-pemain bintang dari Eropa hingga Brazil, pemain Timnas Arab Saudi tentu sudah memiliki modal besar dalam menghadapi tim-tim besar. Jika edisi Piala Dunia 2022 mampu mengalahkan tim sekelas Argentina, bukan hal yang mustahil untuk mengalahkan Uruguay, Spanyol, dan Tanjung Verde di Grup H Piala Dunia 2026.

    Jangan lupa ada satu lagi tim kuda hitam dari Asia, yaitu Uzbekistan. Meski Piala Dunia 2026 merupakan edisi pertama mereka, bukan hal yang mustahil bagi negara Asia tengah ini untuk mengalahkan Kolombia, Portugal, dan Kongo di Grup K untuk mencapai babak 16 besar.

    Apalagi Uzbekistan saat ini berada di bawah asuhan pelatih asal Italia, Fabio Cannavaro. Mantan kapten timnas Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia 2006 ini tentu memiliki segudang taktik untuk menjinakkan tim-tim besar. Hal ini sudah dibuktikan selama ajang kualifikasi, dimana dalam 16 pertandingan hanya sekali menelan kekalahan. 

    Kekuatan utama Uzbekistan bukan hanya terletak pada sosok pelatih dengan pengalaman mengangkat trofi Piala Dunia, tapi skuad yang solid dan pantang menyerah.

  • Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026 dan Daftar Grup Peserta

    Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026 dan Daftar Grup Peserta

    acehtoday.id/ | Piala Dunia 2026 hanya tingga menunggu hari. Turnamen sepakbola terakbar edisi kali ini digelar di tiga negara untuk pertama kalinya dalam sejarah, yaitu Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

    Opening ceremony Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 di Estadio Banorte, Meksiko, sekitar pukul 00.30 WIB. Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko versus Afrika Selatan pukul 02.00 WIB.

    Di Indonesia, hak siar Piala Dunia 2026 dipegang oleh stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI). Artinya anda dapat menyaksikan setiap pertandingan Piala Dunia 2026 di televisi milik pemerintah tersebut.

    Piala Dunia 2026 diikuti oleh 48 negara dari 6 konfederasi yang terbagi dalam 12 grup. Total, ada 104 pertandingan yang akan digelar dalam rentan 12 Juni hingga 20 Juli mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

    Berikut daftar grup peserta Piala Dunia 2026:

    Grup A : Meksiko, Republik Ceko, Afrika Selatan, Korea Selatan

    Grup B : Kanada, Swiss, Bosnia dan Herzegovina, Qatar

    Grup C : Haiti, Skotlandia, Brasil, Maroko

    Grup D : Australia, Turki, Amerika Serikat, Paraguay

    Grup E : Pantai Gading, Ekuador, Jerman, Curacao

    Grup F : Swedia, Tunisia, Belanda, Jepang

    Grup G : Iran, Selandia Baru, Belgia, Mesir

    Grup H : Arab Saudi, Uruguay, Spanyol, Tanjung Verde

    Grup I : Irak, Norwegia, Prancis, Senegal

    Grup J : Austria, Yordania, Argentina, Aljazair

    Grup K : Uzbekistan, Kolombia, Portugal, DR Kongo

    Grup L : Ghana, Panama, Inggris, Kroasia