Rakyat News – Extinction Rebellion melakukan aksi dengan melemparkan air bola berisi bahan kimia di lokasi pembangunan datacenter di Sloterdijk. Aksi ini bertujuan untuk menghentikan pembangunan yang dilakukan oleh Pure Data Centers Group untuk Microsoft. Menurut juru bicara Martijn Dekker, aksi ini adalah bagian dari perjuangan melawan kekuasaan kapitalis.
Dekker menjelaskan bahwa krisis iklim dan ekologi tidak terlepas dari masalah yang dihadapi Palestina dan dampak negatif dari kecerdasan buatan. Ia menekankan perlunya bersatu melawan kekuasaan anti-demokratis yang dimiliki segelintir orang kaya. Menghentikan pembangunan datacenter merupakan langkah penting dalam perjuangan ini.
Datacenter yang sedang dibangun akan dibagi menjadi tiga menara untuk menghindari larangan bagi perusahaan hyperscaler. Diperkirakan, datacenter ini akan mengkonsumsi listrik dalam jumlah besar di daerah yang sudah mengalami kekurangan energi. Microsoft di Middenmeer sudah menggunakan lebih dari 1% dari total konsumsi listrik di Belanda.
Penggunaan energi tambahan ini berpotensi meningkatkan pemanasan global. Selain itu, datacenter memerlukan banyak air dan dapat menyebabkan kebisingan yang mengganggu manusia dan hewan. Banyak dari datacenter ini dianggap tidak perlu karena banyak digunakan untuk tujuan AI yang kontroversial.
Extinction Rebellion menganggap keselamatan sebagai prioritas dalam setiap aksi mereka. Dalam aksi ini, mereka menggunakan campuran air dan bahan kimia dengan hati-hati. Aksi dilakukan pada malam hari agar tidak ada pekerja konstruksi yang terlibat. Para aktivis mengenakan kacamata keselamatan dan masker untuk melindungi diri dari uap berbahaya.
Campuran bahan kimia disiapkan pada hari aksi untuk memastikan keamanan. Dengan cara ini, risiko tambahan dapat diminimalkan selama pelaksanaan aksi. Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap penggunaan datacenter untuk kepentingan AI yang merugikan.
