Tag: RSUD Cut Nyak Dhien

  • Tujuh Paket Proyek di Aceh Barat Kena Sorotan BPK RI, Ini Rincian Lengkapnya

    acehtoday.id/ | Aceh Barat – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia menemukan kelebihan pembayaran senilai Rp153,65 juta pada tujuh paket pekerjaan konstruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Temuan ini tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Nomor 2.A/T/LHP/DJPKN-V.BA/PPD.01/05/2026 atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025.

    Kelebihan bayar tersebut muncul akibat kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah proyek, meski seluruh nilai kontrak telah dibayar lunas kepada pihak penyedia jasa. Total nilai kontrak dari tujuh paket proyek yang diperiksa mencapai sekitar Rp15,84 miliar.

    Dari sisi sektor kesehatan, temuan mencakup proyek penambahan ruang Puskesmas Kajeung dengan kelebihan bayar Rp10.112.361,25. Selain itu, RSUD Cut Nyak Dhien turut menyumbang dua temuan, yakni pembangunan fasilitas kesehatan HD, ICVCU, dan Kemoterapi senilai Rp32.333.197,80, serta pembangunan Gedung Rawat Inap sebesar Rp42.195.571,71.

    Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat tercatat pada tiga paket proyek bermasalah. Ketiganya meliputi pembangunan pagar SDN 21 Meulaboh dengan kelebihan bayar Rp43.790.638,06, pembangunan toilet SDN 22 Meulaboh sebesar Rp7.430.267,83, dan rehabilitasi ruang kelas SMPN 3 Meureubo sebesar Rp1.590.955,98.

    Sementara itu, satu temuan lainnya berasal dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) berupa pekerjaan lanjutan pembangunan Stadion Leuhan tahap IV, dengan kelebihan bayar sebesar Rp16.198.360,00.

    Selain persoalan kelebihan pembayaran, BPK turut menyoroti potensi masa manfaat gedung dan bangunan yang tidak sesuai perencanaan awal, yang berisiko meningkatkan biaya pemeliharaan di kemudian hari.

    BPK menilai persoalan ini bersumber dari lemahnya fungsi pengawasan dan pengendalian oleh para pengguna anggaran, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Disdikbud, Disparpora, serta Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, dalam pelaksanaan belanja modal.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing instansi juga dinilai belum optimal mengendalikan kontrak, termasuk belum memiliki mekanisme efektif untuk menguji validitas dokumen tagihan MC dan kesesuaiannya dengan prestasi fisik di lapangan sebelum pembayaran dicairkan.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, BPK merekomendasikan agar Bupati Aceh Barat memerintahkan kepala dinas terkait dan Direktur RSUD Cut Nyak Dhien untuk memproses pengembalian kelebihan pembayaran sebesar Rp153.651.352,63 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kemudian menyetorkannya ke kas daerah.

    BPK juga meminta PPK, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Tim Teknis terkait untuk lebih ketat mengawasi jalannya pekerjaan konstruksi ke depan, guna memastikan hasil pekerjaan sesuai kuantitas dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.**

  • RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Fasilitas Baru, dari CT Scan hingga Oksigen Sentral

    RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Fasilitas Baru, dari CT Scan hingga Oksigen Sentral

    acehtoday.id/, Aceh Barat –  Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh kini hadir dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru. Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH, meresmikan penambahan fasilitas tersebut pada Selasa (2/6/2026), mencakup CT Scan, mammography, alat hemodialisa, generator oksigen sentral, gedung baru, dan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS), sekaligus menandai pemberlakuan jam besuk resmi bagi pasien.

    Salah satu terobosan penting adalah kehadiran sistem oksigen sentral berbasis generator. Berbeda dari sistem tabung konvensional yang harus didorong ke setiap ruangan, oksigen kini dialirkan langsung melalui jaringan pipa ke seluruh ruang perawatan.

    Rumah sakit ini juga kini memiliki fasilitas toilet berstandar modern yang disebut menyerupai fasilitas di bandara internasional.

    Bupati Tarmizi menyebut keterbatasan ruang rawat inap selama ini menjadi tantangan utama. Pasien yang berobat ke RSUD Cut Nyak Dhien tidak hanya berasal dari Aceh Barat, tetapi juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya.

    “Kekurangan kamar rawat inap menjadi tantangan yang harus segera kita jawab. Karena itu, hari ini kita meresmikan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    RSUD Cut Nyak Dhien resmikan CT Scan, hemodialisa, dan oksigen sentral. Simak fasilitas baru yang hadir untuk warga Aceh Barat.
    RSUD Cut Nyak Dhien resmikan CT Scan, hemodialisa, dan oksigen sentral.

    Fasilitas Baru RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

    Penambahan kapasitas rawat inap ini juga berdampak langsung pada ketenagakerjaan. Sejumlah tenaga PPPK yang sebelumnya direncanakan diberhentikan kini dapat dipertahankan guna mendukung operasional rumah sakit yang kian berkembang.

    Terkait kebijakan jam besuk, Tarmizi menegaskan pembatasan waktu kunjungan bukan bertujuan mempersulit keluarga pasien, melainkan demi mendukung proses pemulihan.

    “Pasien membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena itu kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan jam besuk ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.

    Di luar urusan infrastruktur rumah sakit, Bupati juga menyoroti ancaman penyakit tidak menular yang kian meningkat akibat pola konsumsi masyarakat yang buruk — tingginya asupan gula, tepung, santan, minyak goreng, dan penyedap makanan dinilai menjadi pemicu utama. Kebiasaan mengobati diri sendiri tanpa konsultasi dokter turut memperparah kondisi tersebut.

    Tarmizi mengajak masyarakat rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas, aktif berolahraga, bersepeda, serta memanfaatkan kegiatan Car Free Day yang digelar pemerintah daerah. Ia juga menegaskan pentingnya tata kelola rumah sakit yang sehat secara keuangan.

    “Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dikelola secara baik, termasuk menjaga agar tidak terbebani oleh utang yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan,” pungkasnya.