Rakyat News – Conor Fernández menjadi sorotan setelah semifinal Argentina melawan Inggris. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Argentina 2-1 dan menyisakan dampak di luar lapangan. Reaksi Fernández, yang bermain bersama Lionel Messi dan Leandro Paredes, memicu perdebatan di media sosial.
Setelah pertandingan, Fernández mengunggah foto di Instagram bersama Messi dan Paredes. Ia menambahkan lagu “Wonderwall” oleh Oasis dalam unggahan tersebut, yang dianggap banyak penggemar sebagai provokasi terhadap sepak bola Inggris. Lagu ini telah menjadi semacam himne bagi tim Inggris selama turnamen di Amerika Utara.
Selama perjalanan ke semifinal, para pemain Inggris, termasuk Harry Kane, sering terlihat menyanyi lagu ini bersama penggemar. Karena itu, penggunaan lagu oleh Fernández setelah kemenangan Argentina dianggap sebagai pesan provokatif setelah kekalahan Inggris.
Fernández kemudian mengunggah kembali foto yang sama, tetapi tanpa audio. Meskipun begitu, pesan tersebut sudah tersampaikan. Penggemar Inggris masih memproses kekalahan yang penuh ketegangan dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi tak hanya terjadi di media sosial. Di saat pertandingan, setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-85, Fernández merayakan dengan berlari ke arah bangku tim Inggris. Ia terlihat mengulurkan tangan ke telinga, menjulurkan lidah, dan melambaikan ciuman kepada penggemar Inggris yang kecewa.
Gestur-gestur tersebut mencerminkan intensitas kompetisi dalam sepak bola dan meningkatkan ketidakpuasan di kalangan penggemar Inggris. Efek dari tindakan ini meluas, hingga Chelsea turut terlibat dalam kontroversi.
Chelsea harus menanggapi reaksi negatif setelah memposting foto perayaan Fernández dengan emoji ledakan. Banyak penggemar menganggap ini sebagai provokasi tambahan di tengah situasi yang sensitif. Kejadian ini menunjukkan bagaimana momen di lapangan bisa berlanjut dan memicu reaksi di luar pertandingan.
