Sekolah Rakyat Semarang: Hari Pertama Siswa di Asrama

Sekolah Rakyat Semarang: Hari Pertama Siswa di Asrama

Written by

in

Rakyat News – Hari pertama siswa tinggal di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang diwarnai dengan tangis dan rasa rindu. Sebanyak 270 siswa dari jenjang SD hingga SMA memulai kehidupan baru demi pendidikan yang lebih baik. Arimbi, siswi kelas 1 SMP, merasakan kesedihan saat ibunya berpamitan pulang.

Di sekolah ini, para siswa belajar mandiri dan beradaptasi dengan kehidupan asrama. Beberapa hari setelahnya, kesedihan Arimbi berganti tawa saat mengikuti permainan seperti egrang dan bakiak bersama teman-teman baru. Mereka menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan penuh semangat.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang terletak di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekolah ini dibuka untuk anak-anak dari keluarga miskin yang didata pemerintah. Mereka mendapatkan pendidikan, tempat tinggal, makan, dan kebutuhan dasar lainnya secara gratis.

Meski sudah mulai akrab dengan teman-teman, rasa rindu kepada keluarga masih sering muncul. Selama MPLS, siswa tidak diizinkan membawa ponsel dan komunikasi dengan orang tua dibatasi. Arimbi mengungkapkan, “Saya menangis karena biasanya tidur sama ibu. Sekarang harus tinggal di sini.”

Rahma, siswi kelas III SMP, juga mengalami hal serupa. Ia merasa tidak betah dan nekat pulang tanpa sepengetahuan pengasuh. Ayahnya, Tohari, panik ketika mencari Rahma yang rumahnya berjarak sekitar 10 kilometer dari sekolah. Bagi mereka, tantangan pertama adalah membiasakan diri hidup tanpa keluarga di samping mereka.

Anak-anak harus mengikuti aturan asrama dan beradaptasi dengan rutinitas yang terjadwal. Tohari menjenguk anaknya dan melihat suasana di asrama, di mana anak-anak bermain dan berinteraksi. Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektar dan dapat menampung hingga 1.080 siswa.

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penyelesaian fasilitas sekolah agar dapat beroperasi secara maksimal. Dengan adanya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Semarang, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki akses pendidikan yang lebih baik.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *