acehtoday.id/ | Jakarta – Nanik Deyang mundur dari BGN untuk pengobatan jantung, usai membongkar 414 dapur SPPG bermasalah dan menyelamatkan uang negara ratusan miliar rupiah.
Nanik S. Deyang resmi melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 22 Juli 2026, demi menjalani pengobatan jantung. Kabar Nanik Deyang mundur BGN ini disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, lewat akun Instagram pribadinya.
“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza seperti dikutip dari Detik.com
Menurut Dirgayuza, keputusan Nanik mundur murni karena kondisi kesehatannya yang menurun. Ia mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 dan menilai sosoknya konsisten membela masyarakat kecil, termasuk saat mengangkat kasus Wilfrida Soik yang terancam hukuman mati di Malaysia hingga mengusulkan program becak listrik bagi pengayuh lanjut usia.
Meski baru memimpin BGN sekitar satu setengah bulan, Nanik meninggalkan sejumlah capaian. Ia mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasar standar mutu, dan menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang sudah jenuh.
Nanik Deyang Bentuk Tim Reformasi
Dari evaluasi itu, ditemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara. Nanik juga membentuk 11 tim reformasi dan mengarahkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran bagi penerima manfaat yang paling membutuhkan.
Dalam unggahan terpisah, Nanik menyampaikan langsung alasan kepergiannya. “Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulisnya.
Nanik berangkat menjalani pengobatan di luar negeri pada hari yang sama dengan pengumuman pengunduran dirinya. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berpeluang membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya didapuk sebagai ketua.
Sebelum mundur, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sempat menjelaskan kondisi Nanik yang tampak lemas usai Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026). Agustina memastikan agenda sidang saat itu bersifat umum dan tidak membahas khusus soal MBG.
Meski melepas jabatan struktural, Nanik menegaskan akan terus mendukung langkah Presiden Prabowo memperbaiki kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk lewat kelanjutan Program MBG yang menjadi bagian dari target Sustainable Development Goals seperti Zero Hunger dan Good Health and Well-being.

Tinggalkan Balasan