Rakyat News – Jakarta (ANTARA) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa video yang beredar di media sosial, yang diduga menunjukkan erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal, adalah informasi palsu atau hoaks.
Video berdurasi kurang dari satu menit itu menampilkan dua orang merekam letusan gunung berapi dengan gawai sambil menaiki kapal. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa setelah verifikasi teknis, video tersebut bukan rekaman aktivitas erupsi terkini dari gunung api aktif di Selat Sunda.
Lana Saria menambahkan, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai atau menyebarluaskan video yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia.
Berdasarkan data pemantauan, Gunung Anak Krakatau hanya mengalami dua kali erupsi kecil baru-baru ini, yakni pada Kamis (2/7) pukul 14.05 WIB dan Jumat (3/7) pukul 11.50 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak gunung.
Badan Geologi juga mengklarifikasi isu perluasan jarak rekomendasi aman menjadi 5 kilometer, yang dipastikan tidak benar. Rekomendasi resmi untuk Level III (Siaga) adalah radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang mendekat atau beraktivitas di zona bahaya radius 3 kilometer demi menghindari ancaman lontaran batu pijar, lava, awan panas, dan hujan abu lebat. Badan Geologi juga meminta masyarakat di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung untuk tenang dan tidak percaya isu-isu menyesatkan mengenai potensi tsunami yang terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mengacu pada data dinamis yang disediakan melalui situs web resmi Penyelidikan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau aplikasi MAGMA Indonesia.

Tinggalkan Balasan