acehtoday.id/ | Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia turun langsung meninjau progres rehabilitasi rekonstruksi Bener Meriah pascabencana hidrometeorologi, Selasa (7/7/2026). Kunjungan kerja ini menjadi sinyal kuat percepatan penanganan wilayah terdampak yang selama ini masih berjuang memulihkan akses dan infrastruktur.
Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bertolak dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, menuju Bandara Rembele, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Pendopo Bupati Bener Meriah.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Penyambutan ini menjadi pembuka bagi agenda utama kunjungan, yakni Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Pendopo Bupati.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, para camat, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah setempat.
Forum ini secara khusus membahas perkembangan terkini di wilayah terdampak sekaligus menyusun langkah konkret untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk penanganan jembatan dan sejumlah infrastruktur lain yang rusak akibat bencana.
Sinergi lintas pemerintahan dalam rapat ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat yang sempat terputus, sekaligus menggerakkan kembali roda aktivitas sosial dan ekonomi warga di kawasan terdampak.
Tak berhenti di ruang rapat, Menteri Dalam Negeri bersama Wakil Gubernur Aceh, Bupati Bener Meriah, dan rombongan langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi penanganan jembatan.
Peninjauan ini bertujuan memastikan progres pengerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Sinergi ini diharapkan memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat yang terdampak bencana.**





