USK Lepas 2.124 Mahasiswa KKN, Fokus Perkuat Kapasitas Kebencanaan di Wilayah Terdampak

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melepas 2.124 mahasiswa peserta KKN USK untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Pusat Administrasi (KPA) Biro Rektorat USK, Banda Aceh, Senin (6/7/2026).

Program KKN USK tahun ini mengusung tema penguatan capacity development kebencanaan, sejalan dengan komitmen kampus mendukung pemulihan wilayah pascabencana melalui pengabdian mahasiswa. Sebanyak 2.124 peserta akan disebar ke empat kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Sekitar 1.300 mahasiswa mengikuti skema reguler di Pidie Jaya dan Bireuen, sementara peserta KKN Tematik ditempatkan di kawasan rentan bencana guna memperkuat ketangguhan masyarakat setempat.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menegaskan bahwa KKN menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan nyata di masyarakat, bukan sekadar penerapan teori kampus.

“KKN adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Di kampus mahasiswa belajar teori, sedangkan di tengah masyarakat mereka belajar memahami realitas, tantangan, sekaligus mengasah kepedulian dan kemampuan berkolaborasi,” ujar Mirza.

Ia berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, bekerja dengan hati bersama warga, serta mengutamakan keselamatan selama masa pengabdian. Mirza juga berharap seluruh peserta kembali ke kampus dalam kondisi sehat dan melanjutkan studi hingga tuntas.

Ketua LPPM USK, Prof. Taufiq C. Dawood, menjelaskan bahwa tema kebencanaan dipilih untuk mendorong kontribusi mahasiswa dalam penguatan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. Selain KKN Reguler, USK turut menjalankan KKN Tematik Literasi bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan budaya baca masyarakat.

Taufiq mengingatkan mahasiswa agar menjaga integritas dan tanggung jawab selama program berlangsung, sekaligus meninggalkan manfaat nyata bagi warga di lokasi KKN.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *