Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 pada laga final di New Jersey, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat. Satu-satunya gol pada laga tersebut lahir dari kaki Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu, memastikan tim asuhan Luis de la Fuente ini mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus melengkapi koleksi gelar juara Eropa 2024 yang telah mereka genggam sebelumnya.
Gol semata wayang itu berawal dari umpan Pedri ke kotak penalti, disundul oleh Nico Williams, sebelum Ferran Torres menuntaskannya dengan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Argentina, Emiliano “Dibu” Martínez.
Momen itu langsung disandingkan publik Spanyol dengan gol legendaris Andrés Iniesta di final 2010, mengingat keduanya sama-sama tercipta di menit-menit akhir perpanjangan waktu.
Sepanjang laga, Argentina yang diperkuat Lionel Messi tampil dominan bertahan namun minim penetrasi. Tim asuhan Lionel Scaloni itu bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang hingga menit ke-117, sebuah catatan yang belum pernah terjadi pada laga final Piala Dunia sebelumnya.
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua, memaksa mereka bermain dengan sepuluh orang di babak perpanjangan waktu.
Di luar gelar tim, gelandang sekaligus kapten Rodrigo Hernández dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Ditemui di radio SER, Rodri mengaku pencapaian individu bukan prioritas utamanya.
“Gelar individu adalah hal sekunder bagi saya. Dua tahun terakhir ini berat, masa pertumbuhan dan kepercayaan diri. Saya mampu mengeluarkan potensi penuh saya, mengingat kondisi fisik saya,” ujarnya, merujuk pada cedera lutut serius yang sempat ia alami dua tahun sebelumnya.
Selain Rodri, penghargaan pencetak gol terbanyak turnamen jatuh ke tangan Kylian Mbappé. Wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, memimpin laga final yang berakhir dengan euforia di sisi tribun Spanyol dan keheningan di sisi pendukung Argentina.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut terlihat menangis saat meninggalkan podium usai menerima medali runner-up dari Presiden AS Donald Trump.
Sepanjang laga, Messi menjadi ancaman utama lini serang Argentina meski tak tampil dalam performa terbaiknya, dengan peluang paling berbahaya datang dari sepak pojok yang ia eksekusi sendiri untuk disundul Giuliano Simeone.
Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai kalahkan Argentina di final New Jersey
Kekalahan di final ini turut menandai edisi keenam sekaligus diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Messi, dengan torehan 21 gol dan 12 assist sepanjang kariernya di ajang tersebut.
Bagi Spanyol, gelar ini melengkapi perjalanan dari generasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan hingga skuad saat ini yang tetap konsisten menjaga filosofi permainan penguasaan bola.
“Kami adalah juara dunia, tetapi dalam pertandingan pertama melawan Tanjung Verde, penting untuk mengelola emosi di pertandingan pembuka. Kami kesulitan dalam hal itu, tetapi kemudian kami mulai rileks,” kata kiper Unai Simón menutup rangkaian pertandingan yang mengantarkan Spanyol juara Piala Dunia 2026.
Inggris resmi mengunci status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga perebutan medali perunggu di Miami, Sabtu (18/7/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini tercipta lewat hat-trick winger Arsenal, Bukayo Saka, yang menjadi pembeda dalam duel sepuluh gol paling liar sepanjang gelaran turnamen empat tahunan tersebut.
Pertandingan yang mempertemukan Inggris asuhan Thomas Tuchel dengan Prancis besutan Didier Deschamps ini berlangsung di Amerika Serikat sebagai bagian dari fase akhir Piala Dunia 2026.
Duel digelar untuk menentukan pemilik posisi ketiga usai kedua tim tersingkir di babak semifinal—Inggris kalah dari Argentina, sementara Prancis takluk dari lawannya. Hasil ini membuat status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 menjadi capaian tertinggi Three Lions di ajang ini sejak gelar juara dunia 1966.
Babak pertama menjadi milik penuh Inggris. Declan Rice membuka keunggulan lewat sepakan memanfaatkan bola muntah, sebelum umpan sepak pojoknya disundul masuk oleh Ezri Konsa untuk gol kedua.
Saka kemudian tampil dominan dengan menyumbang dua gol tambahan sebelum turun minum, memaksimalkan peluang satu lawan satu dari umpan Marcus Rashford serta menuntaskan umpan terobosan Eberechi Eze. Inggris pun unggul telak 4-0 saat wasit meniup peluit turun minum.
Inggris Juara Ketiga Piala Dunia 2026
Babak kedua berubah menjadi drama tersendiri. Kylian Mbappe langsung memperkecil ketertinggalan hanya beberapa menit usai restart, lalu memberi assist untuk gol Bradley Barcola.
Pada menit ke-66, Mbappe mencetak gol ketiganya di laga ini sekaligus mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol, melewati catatan sebelumnya. Prancis sempat mengancam comeback penuh setelah Michael Olise melewatkan dua peluang emas.
Inggris Juara Ketiga Lewat Hat-trick Saka
Namun Inggris kembali unggul jauh saat Djed Spence dijatuhkan Malo Gusto di kotak terlarang pada menit-menit akhir. Saka maju sebagai algojo dan sukses menuntaskan hat-trick lewat titik putih di menit ke-87, membawa skor menjadi 6-3. Prancis belum menyerah—pemain pengganti Ousmane Dembele memperkecil kedudukan menjadi 6-4 pada masa injury time.
Drama baru berakhir dua menit berselang ketika Jude Bellingham menggiring bola sendirian ke kotak penalti dan menaklukkan pertahanan Prancis untuk memastikan kemenangan 6-4 sekaligus status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026.
Meski timnya kalah, Mbappe pulang membawa catatan personal bersejarah. Torehan 22 gol sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini. Sementara itu, Bellingham turut mencatatkan rekor sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak di ajang turnamen besar, yakni tujuh gol.
Kepada BBC Sport, Tuchel menjelaskan keputusannya tidak memainkan Saka sejak menit awal saat kalah dari Argentina di semifinal, dengan menyebut hal itu murni pilihan taktis terkait susunan pemain, bukan cerminan performa Saka.
Ia juga menyebut kemenangan atas Prancis terasa seperti terdiri dari empat pertandingan berbeda dalam satu laga, mengingat dinamika babak pertama dan kedua yang jomplang.
Saka sendiri mengonfirmasi kesiapannya untuk musim baru bersama Arsenal usai turnamen ini rampung. “Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak. Tapi ini bukan waktu untuk membicarakan soal itu,” ujar Saka kepada BBC Sport, menegaskan fokusnya tetap pada performa tim.
Hasil ini menjadi modal psikologis bagi Tuchel menatap Euro 2028 yang akan digelar di kandang sendiri, di mana Prancis era baru akan ditangani Zinedine Zidane menggantikan Deschamps yang mengakhiri masa tugasnya usai laga ini.
Kemenangan di Tengah Luka Kekalahan Semifinal
Saka merayakan gol ke gawang Prancis
Capaian Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 ini datang hanya tiga hari setelah kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal, laga di mana Saka duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Situasi itu sempat menuai kritik dari suporter, terlebih nama Tuchel juga sempat dicemooh publik Inggris sebelum laga perebutan posisi ketiga dimulai. Namun performa gemilang Saka dan rekan-rekannya di Miami membalikkan suasana secara drastis.
Asisten pelatih Inggris, Anthony Barry, mengungkapkan kepada BBC Sport bahwa skuad tampil dengan kondisi emosional yang berat usai tersingkir dari perebutan gelar juara. Ia menyebut seluruh pemain bermain dengan “hati yang hancur” namun tetap menunjukkan kebanggaan membela Inggris, hasil dari fondasi kekompakan tim yang dibangun sejak awal turnamen.
Tuchel sendiri menambahkan bahwa timnya harus menanggung beban fisik ekstra akibat jadwal pemulihan yang lebih singkat dibanding Prancis, ditambah kondisi cuaca panas serta ketinggian lokasi pertandingan yang memicu kram di lini tengah Inggris pada babak kedua.
Kombinasi hasil akhir laga, rekor pribadi Mbappe, dan pencapaian generasi muda Inggris membuat duel perebutan medali perunggu ini disebut sejumlah pengamat sebagai salah satu partai paling menghibur di Piala Dunia 2026. Status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 pun menjadi modal berharga bagi Tuchel untuk membangun kepercayaan diri skuad muda Inggris menuju siklus kompetisi berikutnya.
Timnas Prancis bukan hanya menakutkan saat menyerang, tetapi juga kuat dalam bertahan. Dari 6 pertandingan Prancis selalu menang dan telah menjebol gawang lawan sebanyak 16 kali tetapi hanya kebobolan 2 kali. Capaian Prancis jauh lebih baik daripada Argentina. Apakah Mbappe lebih pantas jadi juara dunia dibandingkan Messi?
imnas Prancis semakin mempertegas statusnya sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Hingga babak perempat nal, skuad asuhan Didier Deschamps tampil nyaris tanpa cela dengan mencatat enam kemenangan beruntun, mencetak 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke seminal.
Perjalanan impresif tersebut bukan sekadar ditentukan oleh ketajaman para penyerangnya. Di balik rentetan kemenangan itu, timnas Prancis menunjukkan keseimbangan antara kualitas individu, kedalaman skuad, serta kematangan taktik yang membuat mereka mampu mengatasi berbagai karakter permainan lawan. Kini, Les Bleus hanya tinggal selangkah lagi menuju partai nal dan menjaga peluang meraih gelar juara dunia berikutnya.
Dominasi Sejak Fase Grup Prancis langsung menunjukkan kualitasnya sejak fase grup. Tergabung di Grup I, Les Bleus membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal sebelum mengalahkan Irak tiga gol tanpa balas. Penampilan terbaik mereka hadir pada laga terakhir grup ketika menghadapi Norwegia.
Ousmane Dembele ampil luar biasa dengan mencetak hattrick hanya dalam 32 menit pertama pertandingan, sementara Désiré Doué menambah satu gol pada masa injury time untuk memastikan kemenangan 4-1. Sembilan poin sempurna membawa Prancis keluar sebagai juara grup dengan produktivitas gol yang langsung menempatkan mereka sebagai salah satu favorit utama turnamen.
Memasuki fase gugur, performa tersebut tidak mengalami penurunan. Swedia menjadi korban pertama setelah dikalahkan 3-0 melalui dua gol Kylian Mbappe serta satu gol Bradley Barcola.
Pada babak 16 besar, Paraguay memberi perlawanan lebih ketat, namun Prancis tetap mampu mengamankan kemenangan 1-0 lewat eksekusi penalti Mbappe. Langkah menuju seminal akhirnya dipastikan usai mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.
Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor sebelum Dembele memastikan kemenangan enam menit kemudian. Hasil tersebut menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang memastikan tempat di s e m i n a l P i a l a D u n i a 2026.
Pemain Timnas Prancis merayakan gol Kylian Mbappé saat mengalahkan Swedia 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026. Foto Reuters
Mbappe Menjadi Motor Utama Timnas Prancis
Tidak banyak pemain yang mampu tampil konsisten Kylian Mbappe sepanjang turnamen ini. Kapten Prancis tersebut telah mengoleksi delapan gol hingga babak perempat nal sekaligus memimpin persaingan Sepatu Emas sementara.
Selain produktif mencetak gol, ia juga menyumbang dua assist sehingga unggul dalam produktivitas dibanding para pesaingnya. Namun kontribusi Mbappe tidak hanya terlihat melalui statistik.
Perannya sebagai pemimpin semakin menonjol ketika Prancis menghadapi Paraguay dalam pertandingan yang berjalan ketat. Di tengah tekanan pertandingan, ia mampu menjaga ritme permainan tim sekaligus menjadi gur yang memberi ketenangan kepada rekan-rekannya.
Mbappe telah berkembang jauh melampaui status sebagai pemain bintang. Kapten Prancis tersebut menjadi simbol negara yang mampu merepresentasikan semangat Prancis modern sekaligus menyatukan berbagai kalangan melalui sepak bola.
Kedutaan Besar Prancis di Jakarta bahkan mengangkat perjalanan Timnas Prancis melalui pameran bertajuk “Two Stars, One Legend”, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan prestasi Les Bleus.
Selain Mbappe, Prancis juga mendapat kontribusi besar dari Ousmane Dembele yang telah mencetak empat gol sepanjang turnamen. Bradley Barcola dan Désiré Doué turut memperlihatkan bahwa lini depan Prancis tidak hanya bergantung kepada satu pemain.
MetLife Stadium, tempat pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Solid di Depan, Kokoh di Belakang
Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Prancis. Dalam enam pertandingan, Les Bleus menghasilkan 16 gol atau rata-rata 2,67 gol setiap pertandingan. Yang lebih mengesankan, mereka hanya kebobolan dua kali sepanjang turnamen.
Catatan tersebut memperlihatkan keseimbangan permainan yang berhasil dibangun Didier Deschamps. Di lini belakang, duet William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi fondasi pertahanan. Keduanya memiliki karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Upamecano tampil agresif dengan keberanian memotong serangan lawan sejak awal, sekaligus aktif membangun permainan dari belakang melalui umpan-umpan vertikal.
Sebaliknya, Saliba lebih meng a n d a l k a n k e t e n a ngan, kem a mpuan membaca permainan, serta positioning yang membuatnya sering menjadi pemain terakhir yang menyelamatkan situasi berbahaya. Kombinasi tersebut membuat pertahanan Prancis tetap stabil meski tim bermain menyerang.
Di bawah mistar, Mike Maignan juga berperan penting bukan hanya sebagai penjaga gawang, tetapi sebagai awal dari proses membangun serangan melalui distribusi bola yang akurat.
Racikan Didier Deschamps Sulit Dibaca Lawan Keberhasilan Prancis tidak lepas dari pendekatan taktis Didier Deschamps yang mengkombinasikan organisasi permainan dengan kebebasan bagi pemain-pemain kreatif.
Pelatih berpengalaman tersebut menerapkan sistem bek sayap asimetris. Theo Hernandez diberi kebebasan membantu serangan melalui overlap dari sisi kiri, sementara Jules Kounde lebih sering bertahan dan bergeser ke area tengah sehingga membentuk tiga bek bersama Saliba dan Upamecano ketika Prancis menguasai bola.
Pola ini membuat Les Bleus tetap memiliki keseimbangan ketika kehilangan penguasaan bola sekaligus meminimalkan risiko serangan balik lawan. Di lini tengah, Aurélien Tchouaméni menjadi pengatur tempo permainan. Ia berfungsi sebagai penghubung antara lini belakang dan depan melalui distribusi bola yang cepat. Sementara itu, Michael Olise menghadirkan kreativitas baru di area half-space kanan.
Perannya sebagai playmaker modern membuat serangan Prancis lebih bervariasi, baik melalui umpan vertikal maupun pergerakan ke ruang sempit. Pada sektor sayap, Ousmane Dembele menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan Kemampuannya menggunakan kedua kaki membuat bek lawan kesulitan mengantisipasi arah pergerakannya. Saat beberapa pemain lawan berusaha menutup ruang Dembele, celah otomatis terbuka bagi Mbappe maupun pemain lain untuk melakukan penetrasi.
Prancis Kian Dekat dengan Gelar Juara Hingga babak perempat nal, belum ada satupun tim yang mampu menghentikan laju Prancis dalam waktu normal. Enam kemenangan dari enam pertandingan menunjukkan bahwa Les Bleus tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga memiliki sistem permainan yang matang.
Produktivitas lini depan, pertahanan yang solid, kedalaman skuad, serta pengalaman Didier Deschamps menjadi kombinasi yang membuat Prancis semakin layak disebut sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Dengan performa yang terus meningkat dari fase grup hingga babak gugur, Les Bleus kini memasuki seminal dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan tersebut, peluang Prancis untuk kembali berdiri di puncak sepak bola dunia terbuka semakin lebar.
Timnas Inggris memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu di Stadion Miami, Sabtu malam waktu setempat. Gol penentu kemenangan Inggris dicetak oleh Jude Bellingham pada menit ke-93, hanya beberapa menit setelah babak tambahan dimulai.
Norwegia sempat unggul lebih dulu lewat gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36, memanfaatkan momentum tim yang tampil percaya diri di babak pertama. Namun Inggris menyamakan kedudukan menjelang turun minum lewat Bellingham yang mencetak gol pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+2. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa kedua tim bermain hingga 2×15 menit tambahan.
Di babak perpanjangan waktu, Bellingham kembali tampil sebagai penentu. Gelandang serang milik Real Madrid itu mencatatkan gol keduanya pada menit ke-93, memastikan Inggris melaju sekaligus mengakhiri perjuangan Norwegia di turnamen ini.
Meski menang, Inggris sejatinya tidak mendominasi penguasaan bola secara telak. Skuad asuhan tim Tiga Singa itu mencatatkan penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik Norwegia. Dari sisi peluang, Inggris melepaskan 14 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang, unggul dari Norwegia yang membukukan 13 tembakan dengan 5 tepat sasaran.
Soal akurasi umpan, Inggris juga tampil lebih rapi dengan mencatatkan 606 operan dan akurasi 91 persen, sementara Norwegia membukukan 537 operan dengan akurasi 86 persen.
Inggris memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 usai menang dramatis 2-1 atas Norwegia lewat extra time. Dua gol Jude Bellingham jadi penentu kemenangan Tiga Singa.
Namun dari sisi disiplin, Norwegia melakukan lebih banyak pelanggaran, yakni 10 kali dibandingkan 8 pelanggaran yang dibuat Inggris. Inggris juga mencatatkan satu kartu kuning, sedangkan Norwegia tidak menerima kartu apa pun sepanjang laga. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit di pertandingan ini.
Dari sisi peluang mencetak gol tambahan, Inggris jauh lebih banyak melakukan pelanggaran offside dengan 5 kali dibandingkan Norwegia yang hanya sekali terjebak offside. Namun Norwegia lebih unggul dalam jumlah tendangan sudut, yakni 7 kali berbanding 4 tendangan sudut yang didapat Inggris.
Kemenangan ini membawa Inggris melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 dan menambah catatan gol penting Bellingham di ajang empat tahunan tersebut. Penampilannya mencetak dua gol dalam satu pertandingan, termasuk gol penentu di masa perpanjangan waktu, menegaskan perannya sebagai salah satu pemain kunci Inggris di turnamen ini.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Meski tersingkir, tampilnya Norwegia hingga babak delapan besar tetap menjadi pencapaian yang layak diapresiasi mengingat negara tersebut baru kembali tampil di panggung Piala Dunia setelah absen panjang.
Inggris kini menanti lawan berikutnya di babak semifinal, dengan skuad yang menunjukkan mental juara usai mampu bangkit dari ketertinggalan dan menuntaskan laga di waktu tambahan.
Argentina melenggang ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat final yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu di Stadion Kansas City, Sabtu waktu setempat. Kemenangan ini semakin manis setelah Swiss harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72 usai Breel Embolo diganjar kartu merah.
biArgentina membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10, memberi modal awal yang kuat bagi tim asuhan Lionel Scaloni. Namun Swiss mampu membalas melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67, membuat pertandingan kembali imbang dan tegang.
Lima menit setelah gol Ndoye, laga berbalik menguntungkan Argentina ketika Breel Embolo diusir wasit dengan kartu merah pada menit ke-72. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan Argentina di babak perpanjangan waktu lewat gol Julián Álvarez pada menit ke-112, sebelum Lautaro Martínez menutup pesta gol Argentina pada menit ke-120+1, memastikan kemenangan 3-1 bagi Albiceleste.
Lionel Messi cetak hat-trick pada menit 17, 60, dan 76 saat Argentina menggilas Aljazair 3-0 di Grup J Piala Dunia FIFA 2026. Simak analisis lengkap susunan pemain dan statistik pertandingan. Foto reuters
Argentina tampil dominan hampir di semua lini statistik. Tim besutan Scaloni menguasai bola hingga 59 persen berbanding 41 persen milik Swiss, sekaligus unggul jauh dalam jumlah tembakan dengan 23 percobaan berbanding 13 milik Swiss. Dari jumlah tersebut, 7 tembakan Argentina mengarah tepat ke gawang, sementara Swiss hanya mencatatkan 5 tembakan on target.
Soal distribusi bola, Argentina juga lebih rapi dengan 616 operan dan akurasi 88 persen, jauh di atas Swiss yang membukukan 453 operan dengan akurasi 84 persen. Meski unggul di lapangan, Argentina justru mencatatkan pelanggaran lebih sedikit dibandingkan Swiss, yakni 14 berbanding 18 pelanggaran.
Dari sisi kartu, Argentina menerima 3 kartu kuning tanpa kartu merah, sementara Swiss mendapat 1 kartu kuning ditambah satu kartu merah untuk Embolo yang mengubah jalannya pertandingan. Argentina juga tercatat empat kali terjebak offside berbanding tiga kali yang dialami Swiss, sementara dalam tendangan sudut, Argentina jauh lebih produktif dengan 8 kali berbanding hanya 2 tendangan sudut milik Swiss.
Kekuatan Bangku Cadangan dan Mental Juara
Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menang 3-1 atas Swiss yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 72′. Gol Álvarez dan Martínez di extra time pastikan kemenangan Albiceleste.
Kemenangan ini mempertegas kedalaman skuad Argentina yang mampu mencetak gol-gol penting di masa krusial pertandingan. Kombinasi gol dari Mac Allister di awal laga, disusul ketajaman Julián Álvarez dan Lautaro Martínez di babak perpanjangan waktu, menunjukkan variasi ancaman ofensif Argentina yang sulit diredam lawan-lawannya.
Sementara itu, Swiss harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 meski sempat memberikan perlawanan sengit, termasuk mampu menyamakan kedudukan sebelum kartu merah Embolo mengubah keseimbangan pertandingan. Tampil hingga babak delapan besar tetap menjadi capaian membanggakan bagi tim Swiss di turnamen kali ini.
Dengan hasil ini, Argentina melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim favorit juara, membawa modal kepercayaan diri tinggi usai menunjukkan ketangguhan mental saat bermain hingga waktu tambahan.
Langkah Prancis menuju final Piala Dunia 2026 kian mulus. Bertanding di Gillette Stadium, pinggiran Boston, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat, Les Bleus menundukkan Maroko dengan skor telak 2-0 pada babak perempat final. Dua gol kemenangan lahir dari kaki Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, mengulang capaian yang sama seperti saat mengandaskan Maroko di semifinal Piala Dunia 2022 Qatar.
Laga berjalan alot di babak pertama. Mbappe sempat mendapat hadiah penalti setelah dilanggar Noussair Mazraoui di kotak terlarang, namun tendangannya masih mampu ditepis kiper Maroko, Yassine Bounou, setelah proses VAR yang cukup lama. Kebuntuan baru pecah menit ke-60, ketika Mbappe melepaskan sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Bounou.
Enam menit berselang, giliran Dembele menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat, memanfaatkan umpan terobosan Mbappe yang menarik perhatian barisan pertahanan Maroko.
Mbappe sempat ditarik keluar pada menit ke-77 setelah mengalami benturan di pergelangan kaki kanan, meski kemudian terlihat baik-baik saja dan ikut merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
“Kami baru bisa rileks setelah benar-benar meraih kemenangan. Selama itu belum tercapai, kami tidak akan mengendurkan ritme. Kami sudah di semifinal, sangat senang, tapi jalan masih panjang,” ujar Mbappe usai laga dikutip dari rtve.
Mbappe melepaskan tembakan ke gawang Maroko. Satu gol ke gawang Maroko membuat kapten Prancis itu menjadi tops skor Piala Dunia 2026. Foto AP
Rekor Prancis Ketiga Beruntun ke Semifinal
Kemenangan ini membuat Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, sekaligus menempatkan mereka sebagai tim pertama yang memastikan tiket empat besar di edisi 2026. Les Bleus akan menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia pada semifinal yang digelar 14 Juli di Arlington, Texas.
Pelatih Didier Deschamps mengaku bangga dengan pencapaian timnya. “Saya membayangkan ada banyak emosi di Prancis, meski di sini kami hanya merasakannya dalam gelembung kecil kami sendiri. Hari ini kami berhasil melewati satu rintangan lagi dan kembali berada di semifinal. Ini menegaskan bahwa kami memang berada di tempat yang seharusnya,” katanya.
Dembele turut memuji mental sang kapten yang bangkit usai gagal mengeksekusi penalti. “Dia kapten kami dan punya mentalitas luar biasa. Kami tetap berharap lebih banyak gol darinya,” ucapnya.
Sepanjang laga, Prancis mendominasi dengan 21 percobaan tembakan berbanding 4 milik Maroko, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Dominasi itu menegaskan mengapa Prancis pantas melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 meski sempat tertahan skema bertahan rapat ala Maroko di babak pertama.
Argentina memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir dengan skor 3-2 dalam laga babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat. Kemenangan ini terasa istimewa karena Lionel Messi dan kawan-kawan sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan dalam sepuluh menit terakhir pertandingan.
Laga berjalan berat sebelah bagi Mesir pada babak pertama. Yasser Ibrahim membawa timnya unggul lewat sundulan di menit ke-15, sementara Messi gagal menambah keunggulan Argentina setelah tendangan penaltinya digagalkan kiper Mostafa Shobier.
Memasuki babak kedua, Mostafa Zico menggandakan keunggulan Mesir di menit ke-67, membuat Argentina berada di ambang kejutan besar.
Namun mentalitas juara bertahan kembali terbukti. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Messi pada menit ke-79.
Empat menit berselang, giliran Messi sendiri yang menjebol gawang Mesir lewat tendangan first time, sekaligus menyamakan rekor delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia milik legenda Argentina, Guillermo Stabile. Drama kemudian ditutup oleh Enzo Fernández yang mencetak gol penentu di masa injury time, memanfaatkan umpan Lisandro Martínez.
Usai laga, Messi mengaku sempat merasa bersalah kepada rekan-rekannya setelah gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, namun ia bersyukur bisa menebusnya lewat gol penyeimbang.
“Saya merasa pada momen penting itu saya sudah mengecewakan tim. Tapi untungnya Tuhan kembali memberikan sesuatu yang istimewa untuk saya di akhir laga, sehingga saya bisa mencetak gol penyama kedudukan,” ujar Messi.
Lionel Messi cetak hat-trick pada menit 17, 60, dan 76 saat Argentina menggilas Aljazair 3-0 di Grup J Piala Dunia FIFA 2026. Simak analisis lengkap susunan pemain dan statistik pertandingan. Foto reuters
Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 kali ini tidak lepas dari kontroversi wasit. Satu gol Mesir sempat dianulir setelah tinjauan VAR menilai ada pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez sebelum bola bersarang di gawang Argentina. Keputusan itu memicu protes keras kubu Mesir, yang berbuntut kartu kuning bagi sejumlah pemain dan ofisial tim.
Argentina Dikecam Dunia
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier, dalam konferensi pers usai laga. “Saya tidak yakin dengan hasil ini. Saya tidak yakin dengan bagaimana jalannya pertandingan ini. Kami merasa diperlakukan tidak adil hari ini,” kata Hassan.
Meski demikian, Hassan tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu memberikan perlawanan ketat kepada juara bertahan. Ia menegaskan timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik meski akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina.
Di sisi lain, faktor pergantian pemain oleh pelatih Lionel Scaloni turut menjadi kunci kebangkitan Argentina. Masuknya Lautaro Martínez, Nicolás González, dan Gonzalo Montiel mengubah pola serangan Albiceleste, memaksa lini pertahanan Mesir yang mulai kelelahan membagi konsentrasi ke berbagai sisi lapangan. Skema ini terbukti efektif membongkar pertahanan Mesir dalam waktu singkat.
Banyak orang menuding FIFA membantu kemenangan timnya atas Mesir
Scaloni sendiri tak kuasa menahan haru usai laga. Ia mengakui momen ini menjadi salah satu yang paling berkesan sepanjang kariernya menangani timnas Argentina. “Saya sangat emosional, para pemain memanggil saya si cengeng.
Saya bahkan menangis di ruang ganti. Tapi para pemain juga merasakan banyak emosi, mereka bermain untuk negaranya, dan ini adalah momen yang tak terlupakan,” ujar Scaloni.
Kemenangan dramatis ini membuat Argentina memastikan diri melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Swiss, laga yang mengingatkan publik Argentina pada duel serupa di perempat final Piala Dunia 2014.
Rekor tak terkalahkan Scaloni di turnamen besar bersama Argentina pun kian menegaskan alasan mengapa tim ini layak disebut sebagai juara dunia yang sesungguhnya, sebab kemampuan bangkit dari tekanan menjadi identitas yang terus mereka pertahankan hingga saat ini.
Argentina kini melanjutkan persiapan menghadapi Swiss pada akhir pekan ini, dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah membuktikan mental juara di tengah tekanan babak gugur Piala Dunia 2026.
Mimpi Mesir menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah kandas menyakitkan di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol, tim asuhan Hossam Hassan justru dipaksa takluk 2-3 dari juara bertahan Argentina pada laga babak 16 besar.
Namun kekalahan itu bukan sekadar cerita comeback dramatis La Albiceleste, melainkan memicu badai protes karena kontroversi wasit Mesir vs Argentina yang dinilai berat sebelah.
Laga berjalan sesuai skenario Mesir pada awalnya. Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul lewat assist Marwan Ateya di menit ke-15, sebelum Mostafa Ziko menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67 berkat umpan Haitham Hassan. Publik Mesir sempat berpesta, membayangkan sejarah baru akan tercipta melawan tim peringkat satu dunia itu.
Titik balik muncul jauh sebelum gol kedua itu tercipta. Pada menit ke-58, gol Mostafa Ziko yang sebenarnya bisa memperbesar keunggulan Mesir lebih dulu dianulir wasit asal Prancis, Francois Letexier, usai tinjauan VAR menilai Marwan Attia lebih dulu melanggar Lisandro Martinez.
Messi merayakan kemenangan atas Mesir di laga penuh kontroversi
Keputusan itu langsung menuai kecaman, apalagi di masa injury time, dugaan pelanggaran Julian Alvarez terhadap Mohamed Salah di kotak penalti Argentina juga tak pernah diperiksa ulang oleh VAR.
Argentina memanfaatkan momentum itu. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat assist Lionel Messi pada menit ke-79, disusul gol Messi sendiri empat menit berselang.
Skor akhirnya berbalik lewat gol dramatis Enzo Fernandez di masa tambahan waktu babak kedua, mengantar Argentina ke perempat final untuk menantang Swiss.
Kekecewaan Mesir pecah usai peluit panjang. Presiden Federasi Sepak Bola Mesir (EFA), Hany Abo Rida, resmi mengajukan protes kepada FIFA dan menuntut investigasi menyeluruh terhadap Letexier beserta tim wasitnya, bahkan mendesak agar mereka dicoret dari sisa turnamen.
Pelatih Hossam Hassan pun tak menyembunyikan kekesalannya di depan media.
“Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play,” ujar Hossam Hassan seusai laga.
Banyak orang menuding FIFA membantu kemenangan Argentina atas Mesir
Penyerang Mostafa Ziko turut melontarkan tudingan bahwa jalannya pertandingan telah “diatur” agar menguntungkan Argentina, sementara sejumlah pengamat sepak bola internasional turut mempertanyakan konsistensi keputusan VAR sepanjang laga tersebut.
Di sisi lain, publik Argentina sebelum laga juga sempat mengkhawatirkan independensi Letexier, mengingat ketegangan lama antara Prancis dan Argentina sejak final Piala Dunia 2022.
Hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan Mesir tersebut. Kontroversi wasit Mesir vs Argentina ini pun menambah panjang daftar sorotan terhadap kualitas perwasitan di Piala Dunia 2026, sekaligus menyisakan luka bagi Mesir yang harus kembali menunggu kesempatan berikutnya untuk menembus delapan besar turnamen akbar tersebut.
Piala Dunia 2026 telah memberikan banyak kejutan. Tim unggulan seperti Jerman, Belanda, dan Brasil, tereliminasi lebih dulu. Sementara negara-negara non unggulan seperti Cape Verde, Kongo, dan Paraguay justru memperlihatkan permainan yang menarik. Lantas siapa yang jadi jadi juara?
Dari semua pertandingan babak 32 besar, laga antara Argentina melawan Cape Verde layak disematkan sebagai pertandingan paling menarik. Bagaimana tidak, Argentina juara dunia 2022 dan Cape Verde sang debutan, tetapi pertandingan berlangsung sengit.
Messi dkk butuh waktu 120 menit untuk menaklukkan Cape Verde. Itupun gol kemenangan La Albiceleste lahir dari gol bunuh diri pemain Cape Verde.
Cape Verde sama sekali tidak diunggulkan justru bermain lepas. Sementara Argentina sebagai kandidat juara menanggung beban yang berat. Dua kali unggul, dua kali pula Cape Verde mampu membuat gol imbang.
Messi dihadang pemain Tanjung Verde. Foto reuters
Meski berakhir kalah bagi Cape Verde, melawan Argentina ibarat partai final. Dari empat kali laga, mereka hanya kalah melawan Argentina. Tiga laga sebelumnya melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi berakhir imbang. Cape Verde telah mengisi lembaran Piala Dunia 2026 dengan catatan yang mengagumkan. Mereka akan selalu dikenang.
Pertandingan tidak kalah seru juga terjadi antara Maroko melawan Belanda. Maroko sempat tertinggal melalui gol Gakpo, namun pemain bertahan Issa Diop mampu membalas pada masa injury time (90+1′).
Setelah tambahan waktu 30 menit tetap imbang, Maroko berhasil menundukkan Belanda pada babak adu penalti. Maroko berkesempatan mengulangi kesuksesan di Piala Dunia 2022 yang mencapai semifinal.
Tim Nasional Maroko saat beraksi di Piala Dunia 2022.
Kisah dramatis juga datang dari pertandingan Jerman melawan Paraguay. Jerman yang diperkuat para pemain kelas satu Eropa harus keluar dengan kepala tertunduk setelah kalah pada babak adu penalti.
Pemain Jerman kehilangan keberanian saat berhadapan dengan kiper lawan. Jonathan Tah yang berposisi sebagai bek menendang bola jauh di atas mistar gawang dan menghasilkan kekecewaan mendalam bagi rakyat Jerman.
“Namun kenyataannya, bola itu tidak masuk. Dan itu menyakitkan. Saya sangat kecewa dan sedih karena kami tersingkir dari turnamen ini. Sejujurnya, saya masih belum sepenuhnya menyadarinya,” ujar Tah usai pertandingan dikutip dari Goal.com.
Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Negara-negara besar yang menjadi kiblat sepakbola seperti Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris mendominasi sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026. Opta Analyst, sebuah platform analisis dan jurnalisme olahraga berbasis data yang dikelola oleh Stats Perform, memosisikan Spanyol sebagai kandidat kuat juara.
Namun langkah Spanyol tidak mudah, mereka harus mengalahkan Portugal di babak 16 besar.
Di saat yang sama, Portugal juga sedang dahaga juara, Ronaldo cs belum pernah menjadi juara dunia. Khusus bagi Ronaldo ini kesempatan terakhir sebelum dia pensiun dari timnas. Sekarang atau tidak sama sekali.
Erling Braut Haaland cetak dua gol ke gawang Brasil. Foto VG
Opta mendudukkan Prancis sebagai kandidat juara di bawah Spanyol. Mengamati materi skuad Prancis, tidak berlebihan jika disebut Prancis kandidat terkuat juara. Lihat di lini serang Prancis, di sana ada Mbappe, Dembele, dan Olise.
Atribusi sebagai penyerang pada trio ini sempurna. Mereka punya kecepatan, akurasi tembakan, dan fisik yang kuat. Mbappe telah mencetak 6 gol dan Dembele 4 gol. Sedangkan Olise membukukan 5 assist, tertinggi di Piala Dunia 2026.
Tidak berlebihan jika pelatih Irak, Graham Arnold, mengatakan seharusnya mereka memasang tiga kiper saat melawan Prancis. Benar saja, Irak kalah 3-0 saat melawan Prancis di fase grup.
Pemain Prancis merayakan gol Kylian Mbappé saat mengalahkan Swedia 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026. Foto Reuters
Prancis tim paling tajam di turnamen ini dengan total gol ke gawang lawan 13 gol sementara mereka hanya dua kali kebobolan saat melawan Senegal dan Norwegia.
Prancis yang pada Piala Dunia Qatar dikalahkan Argentina di final punya kesempatan revans melawan Argentina. Apalagi kedua negara ini berada pada bagan yang berbeda.
Jika kedua negara berhasil mengalahkan lawan-lawannya, Messi dan Mbappe akan kembali bentrok di final. Ini bakal jadi final ulangan 2022.
Negara yang terakhir disebutkan yakni Argentina juga punya kesempatan menciptakan sejarah, yakni mempertahankan gelar juara dunia. Dalam sejarah hanya dua negara yang berhasil menjadi juara berturut-turut, yakni Italia tahun 1934–1938 dan Brasil tahun 1958–1962.
Lionel Messi cetak hat-trick pada menit 17, 60, dan 76 saat Argentina menggilas Aljazair 3-0 di Grup J Piala Dunia FIFA 2026. Simak analisis lengkap susunan pemain dan statistik pertandingan. Foto reuters
Perusahaan konsultan Prancis AVISIA memprediksi Argentina dan Prancis sebagai kandidat terkuat juara dengan probabilitas 21 persen.
Argentina sebagian besar masih diperkuat oleh skuad 2022, seperti Emiliano Martinez, Lautaro, De Paul, Mac Allister, dan tentu kapten mereka Messi, peraih Ballon d’Or delapan kali.
Messi bukan hanya kapten, dia juga nyawa skuad Argentina dan mesin gol. Kini Messi telah mencetak 7 gol, memimpin daftar top skor.
Di balik bayang-bayang Argentina dan Prancis ada Inggris dan Brasil. Meski tidak masuk dalam kandidat kuat juara, tetapi kedua negara ini punya pemain kelas wahid juga, misalnya Vinicius di Brasil dan Kane di Inggris.
Dalam sepakbola tidak ada yang mustahil, negara nonunggulan justru bakal jadi pemenang. Masih ingat, kan, saat Yunani juara Piala Eropa tahun 2004?
Bagaimana kalau ternyata negara seperti Maroko atau Norwegia yang merebut tahta juara dunia 2026? Nothing is impossible in football.
Norwegia kalahkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia yang digelar di New Jersey, Amerika Serikat, Minggu malam waktu setempat. Kemenangan ini mengantar tim asuhan Ståle Solbakken melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, sekaligus menyingkirkan tim raksasa Amerika Selatan itu dari perhelatan empat tahunan tersebut.
Dua gol yang menentukan hasil pertandingan lahir dari kaki Erling Braut Haaland. Pada menit ke-80, penyerang milik Manchester City itu menyambut umpan silang Andreas Schjelderup dengan sundulan untuk membuka keunggulan Norwegia.
Sepuluh menit berselang, ia kembali menjebol gawang Brasil lewat sepakan kaki kiri dari jarak sekitar 18 meter, memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengukuhkan dirinya sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappé sebagai pencetak gol terbanyak di ajang ini musim ini. Haaland tampak menangis haru begitu wasit meniup peluit panjang.
“Ini adalah salah satu hari paling luar biasa dalam sejarah Norwegia. Anda hanya perlu menikmatinya, karena ini luar biasa,” kata Haaland kepada NRK usai laga.
Haaland Jadi Kunci Norwegia
Erling Braut Haaland cetak dua gol ke gawang Brasil. Foto VG
Sebelum drama gol Haaland terjadi, laga sempat memanas ketika wasit menganulir gol Patrick Berg karena Alexander Sørloth berada dalam posisi offside saat menerima umpan Martin Ødegaard di menit-menit awal.
Brasil kemudian mendapat hadiah penalti setelah 12 menit berjalan, namun tendangan Bruno Guimarães berhasil digagalkan kiper Norwegia, Ørjan Håskjold Nyland.
Sepanjang babak kedua, Nyland kembali melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga peluang Norwegia tetap terbuka hingga akhirnya Haaland tampil sebagai penentu kemenangan.
Hasil ini memicu reaksi luas dari kalangan pengamat sepak bola dunia. Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimović, menyebut penampilan Norwegia mengingatkannya pada tim nasional Swedia yang meraih medali perunggu Piala Dunia 1994.
Sejumlah media Brasil turut mengakui superioritas Norwegia, sementara mantan bek Manchester United, Gary Neville, menyoroti ketajaman Haaland yang belum pernah kalah dalam duel satu lawan satu melawan bek Brasil sepanjang laga.
Dengan hasil ini, Norwegia akan menantikan pemenang antara Inggris dan Meksiko di babak perempat final yang akan ditentukan pada Senin malam waktu Norwegia. Sementara itu, langkah Brasil harus terhenti lebih cepat setelah kegagalan Neymar mengeksekusi penalti pada babak perpanjangan waktu.