Mimpi Mesir menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah kandas menyakitkan di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol, tim asuhan Hossam Hassan justru dipaksa takluk 2-3 dari juara bertahan Argentina pada laga babak 16 besar.
Namun kekalahan itu bukan sekadar cerita comeback dramatis La Albiceleste, melainkan memicu badai protes karena kontroversi wasit Mesir vs Argentina yang dinilai berat sebelah.
Laga berjalan sesuai skenario Mesir pada awalnya. Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul lewat assist Marwan Ateya di menit ke-15, sebelum Mostafa Ziko menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67 berkat umpan Haitham Hassan. Publik Mesir sempat berpesta, membayangkan sejarah baru akan tercipta melawan tim peringkat satu dunia itu.
Titik balik muncul jauh sebelum gol kedua itu tercipta. Pada menit ke-58, gol Mostafa Ziko yang sebenarnya bisa memperbesar keunggulan Mesir lebih dulu dianulir wasit asal Prancis, Francois Letexier, usai tinjauan VAR menilai Marwan Attia lebih dulu melanggar Lisandro Martinez.

Keputusan itu langsung menuai kecaman, apalagi di masa injury time, dugaan pelanggaran Julian Alvarez terhadap Mohamed Salah di kotak penalti Argentina juga tak pernah diperiksa ulang oleh VAR.
Argentina memanfaatkan momentum itu. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat assist Lionel Messi pada menit ke-79, disusul gol Messi sendiri empat menit berselang.
Skor akhirnya berbalik lewat gol dramatis Enzo Fernandez di masa tambahan waktu babak kedua, mengantar Argentina ke perempat final untuk menantang Swiss.
Kekecewaan Mesir pecah usai peluit panjang. Presiden Federasi Sepak Bola Mesir (EFA), Hany Abo Rida, resmi mengajukan protes kepada FIFA dan menuntut investigasi menyeluruh terhadap Letexier beserta tim wasitnya, bahkan mendesak agar mereka dicoret dari sisa turnamen.
Pelatih Hossam Hassan pun tak menyembunyikan kekesalannya di depan media.
“Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play,” ujar Hossam Hassan seusai laga.

Penyerang Mostafa Ziko turut melontarkan tudingan bahwa jalannya pertandingan telah “diatur” agar menguntungkan Argentina, sementara sejumlah pengamat sepak bola internasional turut mempertanyakan konsistensi keputusan VAR sepanjang laga tersebut.
Di sisi lain, publik Argentina sebelum laga juga sempat mengkhawatirkan independensi Letexier, mengingat ketegangan lama antara Prancis dan Argentina sejak final Piala Dunia 2022.
Hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan Mesir tersebut. Kontroversi wasit Mesir vs Argentina ini pun menambah panjang daftar sorotan terhadap kualitas perwasitan di Piala Dunia 2026, sekaligus menyisakan luka bagi Mesir yang harus kembali menunggu kesempatan berikutnya untuk menembus delapan besar turnamen akbar tersebut.
Tinggalkan Balasan