acehtoday.id/ | Jakarta – Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, mengatakan kasus perampokan yang dilakukan oleh oknum polisi di Kabupaten Aceh Selatan bukan sekadar pelanggaran etik, tetapi masuk dalam kategori pidana. Oleh sebab itu, dia mendesak kepolisian agar pelaku ditindak diproses hukum pidana.
Seperti dilansir Kompas.com, Choirol mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah Polda Aceh memproses kasus secara transparan. “Ke depannya tidak cukup dengan tindakan etik. Kami mendukung Polda Aceh untuk memproses peristiwa tersebut secara transparan dan profesional,” ujar Anam, Senin (20/7/2026). Ia juga mendesak jajaran polres dan polda memperketat pengawasan personel serta senjata api agar kasus serupa tak terulang.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan tim menangkap MZ beserta barang bukti berupa senjata api yang diduga dipakai saat beraksi. “Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi,” kata Joko, Minggu (19/7/2026).
Joko membenarkan MZ adalah anggota aktif Polri dan penanganan perkara kini diambil alih Polda Aceh. Pelaku disebut telah mengakui perbuatannya dengan motif dugaan tekanan ekonomi, meski penyidikan lanjutan masih berjalan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Atas peristiwa ini, Joko menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu. “Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh,” tegasnya.
Selain mendorong proses pidana, Kompolnas menilai kasus perampokan toko emas Aceh Selatan ini menjadi alarm bagi institusi Polri untuk mengevaluasi sistem pengawasan personel dan senjata secara menyeluruh, guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
acehtoday.id/ | Aceh Tenggara – Kebun Induk Kakao resmi diluncurkan di Aceh Tenggara, Minggu (19/7), menandai langkah baru pemerintah daerah memperkuat kakao sebagai komoditas unggulan.
Peluncuran kebun induk kakao ini digelar di lahan seluas dua hektare dan dihadiri Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah kabupaten, Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, serta para petani kakao setempat.
Direktur Operasional PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Mirza, menjelaskan kebun induk kakao dibangun sebagai sumber benih unggul bagi petani dan penangkar bibit.
Dari total dua hektare lahan, sebanyak 1,5 hektare difungsikan sebagai kebun induk yang ditanami klon unggul RHS-1, BB-01, dan MCC-02, sementara 0,5 hektare sisanya menjadi kebun entres atau sumber bahan perbanyakan bibit.
Di sela tanaman kakao, petani juga menanam kacang koro sebagai tanaman sela untuk menambah pendapatan selama menunggu masa produksi kakao.
Menurut Mirza, tingginya antusiasme petani menjadi alasan utama pembangunan kebun induk kakao tersebut. Sertifikasi kebun kini terus dikebut agar bisa segera dimanfaatkan optimal oleh petani dan penangkar bibit di Aceh Tenggara.
Ilustrasi buah kakao
Bupati Salim Fakhry menyebut kehadiran kebun induk kakao sebagai langkah strategis memperkuat komoditas yang selama ini menjadi andalan daerah. Pengakuan atas kualitas kakao Aceh Tenggara pun sudah terbukti nyata: biji kakao fermentasi produksi PT Kudeungoe Sugata Indonesia berhasil masuk Top 50 Cacao of Excellence 2025, ajang penilaian kakao terbaik dunia.
“Kami bersyukur Kebun Induk Kakao dapat diluncurkan. Semoga keberadaannya mampu mendorong perkembangan kakao Aceh Tenggara semakin pesat,” ujar Salim Fakhry dikuto dari laman resmi Pemkab Aceh Tenggara.
Bupati mengapresiasi peran Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, dan para petani yang mendongkrak mutu produksi hingga mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berkomitmen memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar sektor kakao mendorong kesejahteraan petani sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimistis, dalam dua hingga tiga tahun ke depan prestasi kakao Aceh Tenggara akan terus meningkat di tingkat nasional maupun internasional,” kata Salim Fakhry.
Peluncuran kebun induk kakao ini diproyeksikan menjadi fondasi penguatan sektor pertanian Aceh Tenggara yang lebih maju dan berkelanjutan, membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kakao bagi masyarakat.
Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 pada laga final di New Jersey, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat. Satu-satunya gol pada laga tersebut lahir dari kaki Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu, memastikan tim asuhan Luis de la Fuente ini mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus melengkapi koleksi gelar juara Eropa 2024 yang telah mereka genggam sebelumnya.
Gol semata wayang itu berawal dari umpan Pedri ke kotak penalti, disundul oleh Nico Williams, sebelum Ferran Torres menuntaskannya dengan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Argentina, Emiliano “Dibu” Martínez.
Momen itu langsung disandingkan publik Spanyol dengan gol legendaris Andrés Iniesta di final 2010, mengingat keduanya sama-sama tercipta di menit-menit akhir perpanjangan waktu.
Sepanjang laga, Argentina yang diperkuat Lionel Messi tampil dominan bertahan namun minim penetrasi. Tim asuhan Lionel Scaloni itu bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang hingga menit ke-117, sebuah catatan yang belum pernah terjadi pada laga final Piala Dunia sebelumnya.
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua, memaksa mereka bermain dengan sepuluh orang di babak perpanjangan waktu.
Di luar gelar tim, gelandang sekaligus kapten Rodrigo Hernández dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Ditemui di radio SER, Rodri mengaku pencapaian individu bukan prioritas utamanya.
“Gelar individu adalah hal sekunder bagi saya. Dua tahun terakhir ini berat, masa pertumbuhan dan kepercayaan diri. Saya mampu mengeluarkan potensi penuh saya, mengingat kondisi fisik saya,” ujarnya, merujuk pada cedera lutut serius yang sempat ia alami dua tahun sebelumnya.
Selain Rodri, penghargaan pencetak gol terbanyak turnamen jatuh ke tangan Kylian Mbappé. Wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, memimpin laga final yang berakhir dengan euforia di sisi tribun Spanyol dan keheningan di sisi pendukung Argentina.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut terlihat menangis saat meninggalkan podium usai menerima medali runner-up dari Presiden AS Donald Trump.
Sepanjang laga, Messi menjadi ancaman utama lini serang Argentina meski tak tampil dalam performa terbaiknya, dengan peluang paling berbahaya datang dari sepak pojok yang ia eksekusi sendiri untuk disundul Giuliano Simeone.
Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai kalahkan Argentina di final New Jersey
Kekalahan di final ini turut menandai edisi keenam sekaligus diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Messi, dengan torehan 21 gol dan 12 assist sepanjang kariernya di ajang tersebut.
Bagi Spanyol, gelar ini melengkapi perjalanan dari generasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan hingga skuad saat ini yang tetap konsisten menjaga filosofi permainan penguasaan bola.
“Kami adalah juara dunia, tetapi dalam pertandingan pertama melawan Tanjung Verde, penting untuk mengelola emosi di pertandingan pembuka. Kami kesulitan dalam hal itu, tetapi kemudian kami mulai rileks,” kata kiper Unai Simón menutup rangkaian pertandingan yang mengantarkan Spanyol juara Piala Dunia 2026.
Gerakan sosial yang lahir dari masyarakat akar rumput di Enang-enang, Kabupaten Bener Meriah, sejatinya adalah bentuk perlawanan rakyat yang sangat halus, namun keras. Ketika apatisme masyarakat mencapai puncak dan harapan mereka pada negara kian pudar, lahirlah gerakan sosial dari warga untuk warga. Dari Rakyat Gayo kita belajar, melawan tidak selalu harus dengan kekerasan.
Tujuh bulan setelah banjir bandang, jalan dan jembatan di Tajuk Enang-enang, Bener Meriah, tidak disentuh oleh pemerintah. Jalur utama penghubung wilayah pesisir Aceh dengan dataran tinggi Gayo itu lumpuh. Sebuah jalan alternatif di kawasan Werlah kondisinya juga sangat buruk: menanjak dan aspalnya terkelupas.
Warga Gayo merasa benar-benar telah dilupakan oleh negara.
Namun, alih-alih mengutuk pemerintah, mereka justru bergerak secara swadaya untuk memperbaiki jalan Enang-enang. Seorang tokoh adat akar rumput bernama Shahrial Abadi menggalang kekuatan untuk memperbaiki jalan itu.
Dia rela menjual kebun dan berpeluh basah sepanjang hari untuk memimpin perbaikan jalan. Siang malam, warga Gayo bergotong royong memasak aspal, mengaduk semen, dan mengecor jalan.
Mereka tidak digaji, apalagi mengharapkan fee. Rasa cinta yang besar terhadap tanah kelahiran telah menyatukan mereka untuk berkorban.
Gerakan sosial itu menggetarkan banyak orang, bukan hanya warga Gayo, tetapi juga masyarakat Indonesia. Tidak sampai sebulan, donasi yang terkumpul mencapai Rp1 miliar. Jumlah tersebut tidak disangka-sangka oleh Shahrial.
Kondisi jalan Enang-Enang setelah bencana alam November 2025 lalu. Foto Dok BPJN Aceh
“Walau saat itu saya enggak punya uang sama sekali. Waktu itu saya nangis terus ya, enggak ada uang saya. Saya jual kebun saya sedikit untuk memperbaiki Enang-Enang ini, habis itu saya pinjam uang orang,” ujar Shahrial seperti dikutip dari bitvonline.
Shahrial rela membakar dirinya untuk menghadirkan cahaya kepada orang lain. Ini pemandangan yang langka di era modern yang penuh individualisme. Shahrial mengajarkan kita bahwa kepedulian melahirkan kekuatan untuk melawan keterbatasan dan mengetuk hati pemerintah yang bebal.
Di tengah empati dan simpati yang mengalir kepada warga Gayo, kritik dan tudingan kepada pemerintah juga melayang keras. Pemerintah dinilai tidak peka dan nirempati kepada korban bencana. Alih-alih memberikan dukungan kepada gerakan sosial warga, tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh justru meminta agar perbaikan jalan itu dihentikan. Namun, belakangan tim BPJN Aceh meluruskan persoalan tersebut dan memberikan dukungan kepada gerakan sosial Shahrial dan warga Gayo.
Apatisme Memuncak
Gerakan sosial di Enang-enang memberikan dua pesan sekaligus, yakni semangat optimisme bahwa gerakan sosial masyarakat masih kuat, dan pesan menyedihkan bahwa pemerintah kian berjarak dengan warganya.
Di saat Shahrial dan warga lain memeras keringat, nyaris tidak ada kepala daerah dan anggota legislatif yang datang ke sana untuk bersama-sama bekerja. Bahkan, Bupati Bener Meriah berkelit bahwa status jalan tersebut adalah milik pemerintah nasional sehingga yang berkewajiban memperbaiki adalah pemerintah pusat, sementara warganya selama ini menanggung derita.
Budayawan Gayo, Salman Yoga
Budayawan Gayo, Salman Yoga, menilai perbaikan Jalan Enang-enang yang dilakukan secara swadaya oleh warga bukan sekadar respons darurat terhadap bencana, melainkan bagian dari kebudayaan gotong royong yang telah mengakar lama di tanah Gayo.
Menurut Salman, apatisme masyarakat yang memuncak terhadap negara justru melahirkan gerakan sosial. Warga saling bahu-membahu karena merasa senasib, sementara di sisi lain kepercayaan mereka terhadap negara kian menipis akibat pengabaian yang nyata.
Salman menjelaskan, kerja sama warga Gayo untuk kepentingan bersama bukanlah hal baru. Tradisi ini sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda, salah satunya saat pembangunan jalan Bireuen-Takengon. Kala itu, meski proyek berada di bawah koordinasi Belanda, warga Gayolah yang benar-benar mengerjakan pembangunannya.
Menurut Salman, hal itu tidak semata karena tekanan penjajah, tetapi karena warga Gayo sendiri menyadari bahwa jalan tersebut menyangkut kepentingan bersama demi meningkatkan taraf hidup mereka saat itu dan generasi setelahnya.
Enang-enang Bukan Sekadar Infrastruktur
Dalam konteks bencana yang terjadi belakangan ini, Salman menilai rakyat Gayo kembali mengalami pengabaian dari negara. Jalan Enang-enang, yang menjadi urat nadi kehidupan warga, putus akibat bencana banjir bandang.
Hampir tujuh bulan berselang, pemerintah dinilai belum benar-benar hadir menangani persoalan tersebut. Kekecewaan itu justru mendorong warga untuk bergerak sendiri, karena kejelasan kebijakan formal dari negara tidak kunjung datang.
Salman menyebut pemerintah terjebak dalam pola feodalisme dan persoalan administrasi yang mereka buat sendiri. Pemerintah kabupaten menyatakan jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah nasional, sementara pemerintah pusat menyebut pembangunan baru akan dimulai pada 2027. Dalam situasi ini, pembangunan pascabencana justru diperlakukan sebagai program reguler.
Salman menyebut sosok Shahrial menjadi magnet yang menyatukan kegelisahan warga lain yang sebenarnya sudah lama ada. Ia menilai, ketika seorang penggerak tampil ke depan, gerakan sosial semacam ini akan semakin membesar.
“Rakyat kelaparan, tetapi pembangunan tunggu tahun depan,” ujar Salman.
Setelah gerakan warga bergulir, pemerintah pun secara malu-malu hadir ke lokasi untuk menyampaikan apresiasi, meski sebelumnya BPJN Aceh sempat menghalangi langkah warga.
Salman menilai pemerintah terlanjur diliputi rasa malu setelah menerima persekusi sosial dari masyarakat se-Indonesia.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat melihat kondisi Aceh pasca bencana. Foto Humas Aceh
Menurut Salman, di tengah apatisme terhadap pemerintah yang kian memuncak dan seolah masyarakat kehilangan harapan pada negara, warga justru dapat menjadi sandaran bagi keberlangsungan hidup warga lainnya.
Salman menegaskan, Jalan Enang-enang tidak boleh dipandang sebagai infrastruktur semata. Baginya, jalan itu telah menjadi simbol gerakan sosial warga dalam melawan negara dengan cara yang elegan.
Gerakan sosial warga di Enang-enang telah meruntuhkan ego pemerintah. Pejabat pemerintah, mulai dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Gubernur Aceh, hingga Bupati Bener Meriah, turun ke lokasi.
Entah tulus atau tidak, pemerintah memberikan apresiasi kepada warga dan menjanjikan pembangunan jalan dan jembatan permanen akan dimulai pada 2027. Warga Gayo diminta bersabar karena dibutuhkan prosedur panjang untuk membangun jembatan itu.
Semoga janji itu tidak membeku dalam dinginnya cuaca di tanah Gayo, sebab warga Gayo bisa melawan meski bukan dengan cara kekerasan.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Mantan kapten Persiraja Banda Aceh, Mukhlis Nakata, menilai skuad Laskar Rencong saat ini kekurangan sosok pemimpin di lapangan. Kehadiran seorang leader dinilai penting untuk membakar semangat tim demi mewujudkan target promosi ke Liga 1 pada musim 2026-2027.
Selain soal figur pemimpin, Nakata juga menyoroti komposisi pemain. Menurutnya, jumlah pemain asal Aceh di skuad Persiraja perlu lebih dominan karena ikatan emosional mereka terhadap klub dinilai mampu mendongkrak semangat juang tim di setiap laga.
Nakata menegaskan bahwa performa kandang yang buruk musim lalu tidak boleh terulang. “Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi musim depan. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan bagi Persiraja,” ujarnya, Jumat (17/6/2026).
Skuad Persiraja musim 2025-2026. Foto Website Persiraja
Setelah gantung sepatu, Nakata mengaku sudah tidak lagi berada di dalam tim sehingga tidak mengetahui detail situasi internal klub saat ini. Meski begitu, ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar Persiraja mampu bersaing di papan atas.
Ia mengingatkan, Persiraja sudah dua kali nyaris meraih tiket promosi ke Liga 1, namun selalu gagal di laga-laga penentuan. Dari sisi permainan, para pemain sebenarnya sudah tampil maksimal, tetapi lawan dinilai lebih siap dalam berbagai aspek krusial.
Dibandingkan era ketika dirinya masih membela tim, Nakata menilai kekompakan Persiraja belum kembali seperti dulu, terutama sejak pandemi COVID-19.
Menyongsong musim baru, Nakata berharap manajemen merekrut pemain yang mencintai klub, bermental pantang menyerah, dan bertekad tidak kalah di hadapan pendukung sendiri. Kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, disebutnya sebagai modal utama untuk bersaing memperebutkan tiket promosi.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sejumlah elemen masyarakat sipil di Aceh mendesak pemerintah membentuk UU Kehutanan baru, bukan sekadar merevisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang selama ini berulang kali diubah tanpa menyentuh akar persoalan.
Desakan itu mengemuka dalam diskusi perubahan UU Kehutanan yang digelar di Sekretariat WALHI Aceh, Rabu, 15 Juli 2026. Diskusi ini melibatkan akademisi, organisasi lingkungan hidup, pengelola Perhutanan Sosial, dan sejumlah elemen masyarakat sipil Aceh.
Mengutip keterangan Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, UU Kehutanan tercatat sudah tujuh kali mengalami perubahan. Jika revisi kembali dilakukan, artinya undang-undang tersebut akan memasuki perubahan kedelapan.
“Sudah tujuh kali direvisi. Kalau sekarang dilakukan lagi, berarti sudah delapan kali. Tidak layak lagi direvisi secara parsial. Kita membutuhkan undang-undang baru,” kata Ahmad Shalihin yang akrab disapa Om Sol.
Menurut Om Sol, perubahan yang berulang selama ini belum menjawab persoalan mendasar, yakni kuatnya penguasaan negara atas kawasan hutan sementara hak masyarakat adat, petani, dan komunitas yang bergantung pada hutan belum sepenuhnya diakui. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang justru menghadapi kriminalisasi akibat menggantungkan hidup pada hutan.
Ia menilai paradigma tersebut merupakan warisan panjang dari hukum agraria kolonial, khususnya asas domein verklaring yang menyatakan tanah tanpa bukti kepemilikan pihak lain otomatis menjadi milik negara.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, Ahmad Shalihin. Foto Seputaraceh/Zulkarnaini Masry
Senada, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu Aceh, Dr. Aswita, S.Hut., M.P., menyebut negara masih memandang hutan dengan paradigma antroposentris yang berpusat pada kepentingan manusia, bukan sebagai sistem ekologis yang utuh.
“UU Kehutanan sekarang belum mengakomodasi keadilan ekologis dan sosial di Indonesia, khususnya di Aceh,” kata Aswita.
Ia menambahkan, hukum kehutanan saat ini lebih banyak memberi akses administratif ketimbang pengakuan hak, sehingga masyarakat terus berposisi sebagai objek kebijakan, bukan subjek hak atas hutan.
Persoalan serupa juga dirasakan pelaksana Perhutanan Sosial. Ketua BPP AP2SI Aceh, Munawir Abdullah, mengatakan skema Perhutanan Sosial selama ini masih berbasis izin yang bisa dicabut sewaktu-waktu, bukan pengakuan hak yang permanen.
“Melalui perubahan UU Kehutanan, kami berharap ada pengakuan hak, bukan sekadar izin,” ujar Munawir. Ia berharap keberadaan Mukim sebagai struktur adat Aceh turut diakomodasi dalam hukum kehutanan yang baru.
Di sisi lain, Koordinator MaTA, Alfian, mengingatkan agar masyarakat sipil turut mencermati kepentingan politik di balik agenda revisi, termasuk potensi penguatan kembali kewenangan DPR di sektor kehutanan pascalahirnya UU Cipta Kerja.
Alfian juga menyoroti kebutuhan lahan program B50 yang berpotensi mendorong penguasaan kawasan hutan skala besar. Menurutnya, perubahan UU Kehutanan semestinya justru menjadi jalan keluar dari konflik tenurial dan agraria, sekaligus memperkuat hak masyarakat adat serta komunitas di sekitar kawasan hutan.
acehtoday.id/ | Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali membongkar sejumlah bangunan dan lapak yang melanggar ketentuan di kawasan Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (14/7/2026). Langkah ini diambil setelah para pemilik bangunan tidak mengindahkan peringatan dan kesempatan yang sebelumnya diberikan untuk membongkar sendiri bagian yang melanggar aturan.
Penertiban kali ini melibatkan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar bersama Satpol PP dan WH Aceh Besar, dengan dukungan Muspika Ingin Jaya. Petugas memfokuskan pembongkaran pada bangunan tambahan seperti kanopi, atap seng, dan rangka besi yang mengganggu ketertiban serta arus lalu lintas di sekitar pasar.
Mengutip laman resmi Pemkab Aceh Besar kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari penataan yang sudah dimulai sejak pekan lalu. Kepala Diskopukmdag Aceh Besar, Sulaimi, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan karena masih ada pemilik bangunan yang belum patuh meski sudah diberi waktu.
“Minggu lalu kami telah melakukan pembongkaran terhadap beberapa kanopi bangunan. Hari ini penertiban kembali kami lanjutkan karena masih ada pemilik bangunan yang belum membongkar bagian yang melanggar, meskipun telah diberikan waktu dan peringatan,” ujar Sulaimi.
Ia menyebut penataan ini merespons keluhan masyarakat dan pedagang atas kondisi Pasar Induk Lambaro yang dinilai semakin semrawut akibat bangunan tambahan yang melampaui batas. Menurutnya, kondisi itu tak hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga menghambat lalu lintas dan aktivitas jual beli.
Sulaimi menambahkan, pasar ini sebenarnya pernah ditata sebelumnya, namun pelanggaran kembali bermunculan seiring waktu. Karena itu, pemerintah kembali turun tangan sebagai bentuk komitmen menjaga fungsi fasilitas umum.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, menyatakan pihaknya berhasil membongkar empat unit kanopi toko yang berdiri di atas fasilitas umum dan menjorok ke badan jalan. Ia menyebut tindakan ini sebagai penegakan peraturan daerah untuk mengembalikan fungsi ruang publik.
Sebanyak 63 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan, Muspika Ingin Jaya, serta unsur TNI dan Polri. Penertiban ini merujuk pada Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Qanun Aceh Besar Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum.
acehtoday.id/ | Langsa – Sebanyak 20.963 pasang seragam sekolah gratis resmi disalurkan Pemerintah Kota Langsa kepada siswa SD dan SMP untuk tahun ajaran 2026/2027. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra di SD Negeri 1 Langsa dan SMP Negeri 1 Langsa pada Senin, 13 Juli 2026, menandai realisasi salah satu dari 22 Program Unggulan Langsa Juara.
Program ini digagas untuk memastikan tidak ada anak di Kota Langsa yang tertinggal sekolah akibat kendala biaya. Selain seragam, siswa jenjang SMP turut menerima tas dan buku tulis sebagai pelengkap kebutuhan belajar di awal tahun ajaran baru.
Jeffry menegaskan bantuan ini bukan sekadar pemberian pakaian, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan warga. “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan janji dan komitmen Pemerintah Kota Langsa kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemko Langsa.
Kegiatan turut dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sopian, Sekretaris Diskominfo Irfan Arief, hingga Camat Langsa Kota Hartama. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas instansi dalam menjalankan program tersebut.
Wali Kota berharap bantuan ini meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memacu semangat belajar siswa. Ia mengingatkan para pelajar untuk tekun beribadah, menghormati guru, dan tidak minder menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga.
Sebelumnya, Pemerintah Gampong se-Kota Langsa juga telah menyalurkan seragam serupa khusus bagi anak yatim piatu di setiap kecamatan, melengkapi jangkauan program hingga ke kelompok rentan.
Timnas Prancis bukan hanya menakutkan saat menyerang, tetapi juga kuat dalam bertahan. Dari 6 pertandingan Prancis selalu menang dan telah menjebol gawang lawan sebanyak 16 kali tetapi hanya kebobolan 2 kali. Capaian Prancis jauh lebih baik daripada Argentina. Apakah Mbappe lebih pantas jadi juara dunia dibandingkan Messi?
imnas Prancis semakin mempertegas statusnya sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Hingga babak perempat nal, skuad asuhan Didier Deschamps tampil nyaris tanpa cela dengan mencatat enam kemenangan beruntun, mencetak 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke seminal.
Perjalanan impresif tersebut bukan sekadar ditentukan oleh ketajaman para penyerangnya. Di balik rentetan kemenangan itu, timnas Prancis menunjukkan keseimbangan antara kualitas individu, kedalaman skuad, serta kematangan taktik yang membuat mereka mampu mengatasi berbagai karakter permainan lawan. Kini, Les Bleus hanya tinggal selangkah lagi menuju partai nal dan menjaga peluang meraih gelar juara dunia berikutnya.
Dominasi Sejak Fase Grup Prancis langsung menunjukkan kualitasnya sejak fase grup. Tergabung di Grup I, Les Bleus membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal sebelum mengalahkan Irak tiga gol tanpa balas. Penampilan terbaik mereka hadir pada laga terakhir grup ketika menghadapi Norwegia.
Ousmane Dembele ampil luar biasa dengan mencetak hattrick hanya dalam 32 menit pertama pertandingan, sementara Désiré Doué menambah satu gol pada masa injury time untuk memastikan kemenangan 4-1. Sembilan poin sempurna membawa Prancis keluar sebagai juara grup dengan produktivitas gol yang langsung menempatkan mereka sebagai salah satu favorit utama turnamen.
Memasuki fase gugur, performa tersebut tidak mengalami penurunan. Swedia menjadi korban pertama setelah dikalahkan 3-0 melalui dua gol Kylian Mbappe serta satu gol Bradley Barcola.
Pada babak 16 besar, Paraguay memberi perlawanan lebih ketat, namun Prancis tetap mampu mengamankan kemenangan 1-0 lewat eksekusi penalti Mbappe. Langkah menuju seminal akhirnya dipastikan usai mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.
Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor sebelum Dembele memastikan kemenangan enam menit kemudian. Hasil tersebut menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang memastikan tempat di s e m i n a l P i a l a D u n i a 2026.
Pemain Timnas Prancis merayakan gol Kylian Mbappé saat mengalahkan Swedia 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026. Foto Reuters
Mbappe Menjadi Motor Utama Timnas Prancis
Tidak banyak pemain yang mampu tampil konsisten Kylian Mbappe sepanjang turnamen ini. Kapten Prancis tersebut telah mengoleksi delapan gol hingga babak perempat nal sekaligus memimpin persaingan Sepatu Emas sementara.
Selain produktif mencetak gol, ia juga menyumbang dua assist sehingga unggul dalam produktivitas dibanding para pesaingnya. Namun kontribusi Mbappe tidak hanya terlihat melalui statistik.
Perannya sebagai pemimpin semakin menonjol ketika Prancis menghadapi Paraguay dalam pertandingan yang berjalan ketat. Di tengah tekanan pertandingan, ia mampu menjaga ritme permainan tim sekaligus menjadi gur yang memberi ketenangan kepada rekan-rekannya.
Mbappe telah berkembang jauh melampaui status sebagai pemain bintang. Kapten Prancis tersebut menjadi simbol negara yang mampu merepresentasikan semangat Prancis modern sekaligus menyatukan berbagai kalangan melalui sepak bola.
Kedutaan Besar Prancis di Jakarta bahkan mengangkat perjalanan Timnas Prancis melalui pameran bertajuk “Two Stars, One Legend”, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan prestasi Les Bleus.
Selain Mbappe, Prancis juga mendapat kontribusi besar dari Ousmane Dembele yang telah mencetak empat gol sepanjang turnamen. Bradley Barcola dan Désiré Doué turut memperlihatkan bahwa lini depan Prancis tidak hanya bergantung kepada satu pemain.
MetLife Stadium, tempat pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Solid di Depan, Kokoh di Belakang
Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Prancis. Dalam enam pertandingan, Les Bleus menghasilkan 16 gol atau rata-rata 2,67 gol setiap pertandingan. Yang lebih mengesankan, mereka hanya kebobolan dua kali sepanjang turnamen.
Catatan tersebut memperlihatkan keseimbangan permainan yang berhasil dibangun Didier Deschamps. Di lini belakang, duet William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi fondasi pertahanan. Keduanya memiliki karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Upamecano tampil agresif dengan keberanian memotong serangan lawan sejak awal, sekaligus aktif membangun permainan dari belakang melalui umpan-umpan vertikal.
Sebaliknya, Saliba lebih meng a n d a l k a n k e t e n a ngan, kem a mpuan membaca permainan, serta positioning yang membuatnya sering menjadi pemain terakhir yang menyelamatkan situasi berbahaya. Kombinasi tersebut membuat pertahanan Prancis tetap stabil meski tim bermain menyerang.
Di bawah mistar, Mike Maignan juga berperan penting bukan hanya sebagai penjaga gawang, tetapi sebagai awal dari proses membangun serangan melalui distribusi bola yang akurat.
Racikan Didier Deschamps Sulit Dibaca Lawan Keberhasilan Prancis tidak lepas dari pendekatan taktis Didier Deschamps yang mengkombinasikan organisasi permainan dengan kebebasan bagi pemain-pemain kreatif.
Pelatih berpengalaman tersebut menerapkan sistem bek sayap asimetris. Theo Hernandez diberi kebebasan membantu serangan melalui overlap dari sisi kiri, sementara Jules Kounde lebih sering bertahan dan bergeser ke area tengah sehingga membentuk tiga bek bersama Saliba dan Upamecano ketika Prancis menguasai bola.
Pola ini membuat Les Bleus tetap memiliki keseimbangan ketika kehilangan penguasaan bola sekaligus meminimalkan risiko serangan balik lawan. Di lini tengah, Aurélien Tchouaméni menjadi pengatur tempo permainan. Ia berfungsi sebagai penghubung antara lini belakang dan depan melalui distribusi bola yang cepat. Sementara itu, Michael Olise menghadirkan kreativitas baru di area half-space kanan.
Perannya sebagai playmaker modern membuat serangan Prancis lebih bervariasi, baik melalui umpan vertikal maupun pergerakan ke ruang sempit. Pada sektor sayap, Ousmane Dembele menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan Kemampuannya menggunakan kedua kaki membuat bek lawan kesulitan mengantisipasi arah pergerakannya. Saat beberapa pemain lawan berusaha menutup ruang Dembele, celah otomatis terbuka bagi Mbappe maupun pemain lain untuk melakukan penetrasi.
Prancis Kian Dekat dengan Gelar Juara Hingga babak perempat nal, belum ada satupun tim yang mampu menghentikan laju Prancis dalam waktu normal. Enam kemenangan dari enam pertandingan menunjukkan bahwa Les Bleus tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga memiliki sistem permainan yang matang.
Produktivitas lini depan, pertahanan yang solid, kedalaman skuad, serta pengalaman Didier Deschamps menjadi kombinasi yang membuat Prancis semakin layak disebut sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Dengan performa yang terus meningkat dari fase grup hingga babak gugur, Les Bleus kini memasuki seminal dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan tersebut, peluang Prancis untuk kembali berdiri di puncak sepak bola dunia terbuka semakin lebar.
Pulau Sabang – Nicobar berada tepat di mulut Selat Malaka. Secara geogra s kedua kawasan ini berpotensi menjadi pusat ekonomi maritim Indonesia dan India. Aceh beruntung jika pengembangan kawasan Sabang – Nicobar berhasil diwujudkan.
Harapan itu kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua negara. Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan Pelabuhan Sabang dan Kepulauan Andaman-Nicobar sebagai simpul penting konektivitas maritim di kawasan.
“Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar serta pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai penghubung strategis antar kawasan,” ujar Prabowo.
Selain kerja sama pelabuhan, kedua negara juga sepakat memperluas kolaborasi di bidang ekonomi biru, industri, pertahanan, hingga manajemen kebencanaan. Menurut Prabowo, kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia dan India untuk jangka panjang. Sebenarnya, gagasan menghubungkan Sabang dan Nicobar bukanlah ide baru.
Pada 2018, Presiden Joko Widodo dan Narendra Modi telah lebih dulu menyatakan komitmen untuk mengembangkan kedua kawasan tersebut. Berbagai kajian teknis bahkan sudah dilakukan, termasuk penjajakan perdagangan antara Aceh dan Kepulauan Nicobar.
Namun, realisasinya berjalan lambat karena berbagai kendala birokrasi dan prioritas pembangunan di dalam negeri. Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen, mengatakan pembahasan kembali proyek tersebut oleh Prabowo dan Modi memberikan optimisme baru bagi semua pihak yang selama ini terlibat.
Sabang – Nicobar Bukan Isu Baru
Menurut Iskandar, India pernah mengirim lima tenaga ahli dari RITES Ltd ke Sabang untuk melakukan studi kelayakan pengembangan Pelabuhan Teluk Sabang. Pada 2023, pemerintah India juga telah menyerahkan Detailed Project Report (DPR) kepada pemerintah Indonesia melalui kementerian luar negeri kedua negara.
Dokumen tersebut memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar 240 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun. Namun hingga kini, pemerintah Indonesia belum menyampaikan besaran kontribusi maupun skema pendanaan yang akan digunakan.
“Akhir tahun 2025 kami sebenarnya sudah mempersiapkan pertemuan lintas sektor di Banda Aceh, tetapi batal karena Aceh dilanda bencana alam,” kata Iskandar.
Meski prosesnya belum bergerak cepat, BPKS tetap membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Salah satunya dengan memfasilitasi aktivitas perdagangan antara pengusaha Aceh dan Nicobar, serta menyiapkan program magang tenaga kerja Aceh ke India.
Menurut Iskandar, pembangunan kawasan maritim modern tidak lagi bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Indonesia dan India sama-sama merupakan negara maritim dengan jumlah penduduk besar, kepentingan ekonomi yang saling melengkapi, serta hubungan perdagangan yang terus berkembang. India sendiri menjadi salah satu tujuan ekspor batu bara dari Aceh.
Optimisme serupa juga disampaikan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam. Ia menilai letak Sabang yang berada tepat di pintu masuk Selat Malaka merupakan keunggulan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Lebih dari 1.600 kapal melintasi Selat Malaka setiap hari. Namun, sebagian besar hanya melintas tanpa singgah di Sabang.
Padahal, menurut Zulkifli, sejumlah operator kapal telah menyampaikan ketertarikan untuk melakukan bongkar muat minyak maupun aktivitas ship-to-ship transfer (STS) di perairan Sabang apabila tersedia kepastian hukum dan jaminan keamanan dari pemerintah.
Prabowo dan Modi bertemu di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Setelah melakukan STS, kapal-kapal tersebut juga membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar. Kebutuhan setiap kapal diperkirakan mencapai sedikitnya 800 metrik ton. Saat ini harga air bersih untuk kapal di Singapura mencapai sekitar 50 dolar AS per metrik ton.
Sabang dinilai memiliki keunggulan karena memiliki sumber air melimpah yang berasal dari danau, waduk, dan mata air alami. Potensi tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai layanan bagi kapal-kapal internasional.
“Sabang memiliki anugerah yang luar biasa. Kalau potensi ini dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan masyarakat Sabang, tetapi juga dapat menjadi sumber penerimaan negara,” kata Zulkifli.
Meski peluangnya besar, Zulkifli mengakui tantangan terbesar tetap berada pada aspek regulasi. Investor asing, katanya, selalu meminta kepastian hukum dan proses perizinan yang sederhana sebelum menanamkan modal.
Pemerintah Kota Sabang bahkan telah melakukan komunikasi dengan India, Malaysia, serta sejumlah negara lain untuk memperkenalkan potensi kawasan tersebut.
Menurut Zulkifli, proyek ini sebenarnya tidak membutuhkan investasi infrastruktur yang terlalu besar. Aktivitas ship-to-ship transfer dapat dilakukan di perairan Sabang tanpa harus membangun terminal baru.
Yang paling dibutuhkan adalah izin operasional dari Syahbandar serta pembangunan fasilitas pengolahan air bersih yang nilainya relatif terjangkau.
Momentum tersebut juga dinilai semakin menarik karena pasokan air dari Johor, Malaysia, ke Singapura yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan kapal dikabarkan akan dihentikan pada masa mendatang. Kondisi itu membuka peluang baru bagi Sabang untuk menawarkan layanan serupa kepada kapal-kapal internasional.
Wali Kota Sabang, Zulkifli Adam. Foto: (Dokumen Pemko Sabang).
“Sabang paling siap dan paling strategis untuk menjadi kawasan ekonomi maritim dunia masa depan,” ujar Zulkifli
Pandangan senada disampaikan Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Ahmad Humam Hamid. Dalam analisisnya di TheJakarta Post, Humam menilai Indonesia seharusnya memanfaatkan proyek Great Nicobar milik India sebagai katalis untuk membangkitkan kembali potensi ekonomi Sabang.
Alih-alih bersaing, Sabang dan Great Nicobar justru dapat menjalankan fungsi yang saling melengkapi. Great Nicobar diproyeksikan menjadi pelabuhan transhipment untuk kapal kontainer berukuran sangat besar, sedangkan Sabang dapat berperan sebagai pusat distribusi menuju Sumatra, wilayah barat Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara.
Menurut Humam, model seperti ini akan membentuk ekosistem logistik regional yang lebih esien karena masing-masing pelabuhan memiliki fungsi berbeda dalam rantai pasok internasional.
Peluang ekonomi tidak berhenti pada sektor logistik. Sabang juga dinilai berpotensi berkembang sebagai pusat layanan bunkering, penyediaan logistik kapal, hingga perawatan teknis yang selama ini bernilai miliaran dolar setiap tahun di Selat Malaka.
Potensi tersebut akan lebih mudah diwujudkan apabila pemerintah mampu memangkas hambatan birokrasi dan membuka ruang investasi yang lebih luas bagi sektor swasta. Di sektor pariwisata, kolaborasi kedua negara juga dapat menghadirkan koridor wisata Samudra Hindia.
Pelabuhan Sabang. Foto Dok SeputarAceh
Great Nicobar tengah mengembangkan bandara internasional dan fasilitas kapal pesiar, sedangkan Sabang telah dikenal memiliki lokasi penyelaman kelas dunia serta kekayaan biodiversitas laut yang menjadi daya tarik wisata bahari.
Selain itu, meningkatnya aktivitas ekonomi di Great Nicobar diperkirakan akan menciptakan permintaan baru terhadap pangan, material konstruksi, dan produk perikanan. Aceh menjadi wilayah terdekat yang berpotensi memasok berbagai kebutuhan tersebut. Peluang besar sebenarnya sudah berada di depan mata.
Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah pusat mampu menerjemahkan komitmen politik menjadi kebijakan yang konkret. Jika langkah itu benar-benar diwujudkan, Sabang tidak lagi hanya menjadi titik paling barat Indonesia, melainkan pintu gerbang baru ekonomi maritim dunia. Kini peluang Sabang untuk berkembang telah datang, tetapi lagi-lagi bagaimana Jakarta menerjemahkan ini.