Penulis: Zulkarnaini Masry

  • Jembatan Enang-Enang Bener Meriah Masih Rawan, Kementerian PU Janji Segera Perbaiki

    acehtoday.id/ | Bener Meriah – Kondisi jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah yang rusak karena bencana banjir akhir tahun lalu hingga kini belum sepenuhnya aman untuk dilalui. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum berjanji akan segera memperbaiki jembatan tersebut sembari menanti pembangunan jembatan permanen yang baru.

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (8/7). Dari hasil pengecekan itu, ia menugaskan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP untuk mengerjakan perkuatan bagian bawah jembatan agar warga yang melintas lebih terjamin keselamatannya.

    “Nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik,” ujar Dody di Bener Meriah, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian PU.

    Sebelum penanganan resmi ini berjalan, warga setempat lebih dulu bergerak swadaya. Tokoh masyarakat bernama Syahrial menginisiasi perbaikan darurat bersama warga sehingga akses sempat terputus itu bisa kembali dilalui. Atas inisiatif tersebut, Dody secara simbolis menyematkan rompi dan topi Kementerian PU kepada Syahrial sebagai bentuk penghormatan.

    Menurut Dody, langkah gotong royong warga menjadi alasan pemerintah pusat mempercepat dukungan teknis. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Jembatan telah diinstruksikan menyusun metode perkuatan yang lebih tahan lama dibanding penyangga sementara yang kini terpasang.

    Selama proses perkuatan Jembatan Enang-Enang Bener Meriah berlangsung, akses tetap dibuka terbatas—hanya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang. Kendaraan angkutan barang bertonase besar masih dilarang melintas demi menjaga keamanan struktur, mengingat derasnya arus sungai berisiko menggerus abutmen saat hujan intensitas tinggi.

    @acehtoday.id/ 7 Bulan Terputus, Akhirnya Bisa Dilalui! Setelah sekitar tujuh bulan terisolasi akibat bencana, akses Jalan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah akhirnya kembali dibuka. Pembukaan jalur ini menjadi hasil dari perjuangan panjang masyarakat yang bergotong royong bersama berbagai pihak untuk memulihkan akses penghubung yang vital. #SeputarAceh #BenerMeriah #EnangEnang #GotongRoyong #beritaterkini ♬ suara asli – Seputar Aceh

    Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU juga akan melebarkan Jalan Werlah sebagai jalur alternatif, disertai pembangunan dua jembatan baru dan jalur shortcut berkapasitas hingga 30 ton untuk kendaraan logistik.

    Pemerintah kabupaten turut dilibatkan agar seluruh tahapan penanganan jembatan ini berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga konektivitas warga Bener Meriah tidak lagi bergantung pada satu akses yang rawan putus.

  • Konektivitas Maritim Indonesia-India, Pelabuhan Sabang Bakal jadi Penghubung

    acehtoday.id/ | Jakarta – Pelabuhan Sabang Nikobar resmi menjadi simbol baru kemitraan maritim antara Indonesia dan India, setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati pengembangan dua pelabuhan yang akan saling terhubung. Kesepakatan ini lahir dari pertemuan bilateral kedua kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Modi menyetujui pembukaan jalur konektivitas baru antara Sabang, Aceh, dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar milik India.

    Indonesia akan membangun dan mengembangkan Pelabuhan Sabang, sementara India akan menggarap pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Kedua fasilitas ini dirancang sebagai penghubung strategis yang mempererat hubungan ekonomi dan sosial masyarakat kedua negara.

    Prabowo menegaskan dukungannya terhadap proyek ini dalam keterangan pers bersama seusai pertemuan. “Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India dan juga pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India,” ujarnya dikutip dari Kumparan.com.

    Kesepakatan pengembangan Pelabuhan Sabang Nikobar ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari penguatan ekonomi biru yang dibahas kedua pemimpin, mengingat Indonesia dan India merupakan dua negara maritim yang secara geografis berdekatan di Samudra Hindia.

    Selain sektor pelabuhan, kerja sama turut mencakup keamanan maritim, dengan penjaga pantai kedua negara sepakat bekerja sama menjaga keselamatan jalur laut di kawasan tersebut.

    Pelabuhan Sabang Gerbang

    Kunjungan Modi ke Jakarta disebut Prabowo sebagai tonggak bersejarah bagi hubungan kedua negara. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempercepat pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement serta peninjauan upgrade ASEAN-India Trade in Goods Agreement, sebagai upaya mendorong volume perdagangan bilateral yang lebih tinggi.

    Prabowo - Modi
    Prabowo dan Modi bertemu di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

    Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi atas dukungan India terhadap keanggotaan tetap Indonesia di BRICS. Sementara itu, PM Modi menyebut peningkatan kerja sama pelabuhan dan perdagangan maritim sebagai konsekuensi logis dari kedekatan geografis dua negara maritim yang bertetangga.

    Ke depan, pembangunan Pelabuhan Sabang Nikobar diproyeksikan memperkuat posisi Sabang sebagai pintu gerbang barat Indonesia sekaligus membuka peluang investasi baru bagi Aceh, sejalan dengan agenda kerja sama pertahanan, manajemen bencana, dan industri yang turut disepakati kedua negara pada pertemuan tersebut.

  • Drama Piala Dunia 2026: Mesir Tumbang 2-3, Wasit Dituding Bantu Argentina Lolos

    Mimpi Mesir menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah kandas menyakitkan di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol, tim asuhan Hossam Hassan justru dipaksa takluk 2-3 dari juara bertahan Argentina pada laga babak 16 besar.

    Namun kekalahan itu bukan sekadar cerita comeback dramatis La Albiceleste, melainkan memicu badai protes karena kontroversi wasit Mesir vs Argentina yang dinilai berat sebelah.

    Laga berjalan sesuai skenario Mesir pada awalnya. Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul lewat assist Marwan Ateya di menit ke-15, sebelum Mostafa Ziko menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67 berkat umpan Haitham Hassan. Publik Mesir sempat berpesta, membayangkan sejarah baru akan tercipta melawan tim peringkat satu dunia itu.

    Titik balik muncul jauh sebelum gol kedua itu tercipta. Pada menit ke-58, gol Mostafa Ziko yang sebenarnya bisa memperbesar keunggulan Mesir lebih dulu dianulir wasit asal Prancis, Francois Letexier, usai tinjauan VAR menilai Marwan Attia lebih dulu melanggar Lisandro Martinez.

    Piala dunia 2026, Messi rayakan kemenangan
    Messi merayakan kemenangan atas Mesir di laga penuh kontroversi

    Keputusan itu langsung menuai kecaman, apalagi di masa injury time, dugaan pelanggaran Julian Alvarez terhadap Mohamed Salah di kotak penalti Argentina juga tak pernah diperiksa ulang oleh VAR.

    Argentina memanfaatkan momentum itu. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat assist Lionel Messi pada menit ke-79, disusul gol Messi sendiri empat menit berselang.

    Skor akhirnya berbalik lewat gol dramatis Enzo Fernandez di masa tambahan waktu babak kedua, mengantar Argentina ke perempat final untuk menantang Swiss.

    Kekecewaan Mesir pecah usai peluit panjang. Presiden Federasi Sepak Bola Mesir (EFA), Hany Abo Rida, resmi mengajukan protes kepada FIFA dan menuntut investigasi menyeluruh terhadap Letexier beserta tim wasitnya, bahkan mendesak agar mereka dicoret dari sisa turnamen.

    Pelatih Hossam Hassan pun tak menyembunyikan kekesalannya di depan media.

    “Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play,” ujar Hossam Hassan seusai laga.

    Piala Dunia 2026, Mesir vs Argentina
    Banyak orang menuding FIFA membantu kemenangan Argentina atas Mesir

    Penyerang Mostafa Ziko turut melontarkan tudingan bahwa jalannya pertandingan telah “diatur” agar menguntungkan Argentina, sementara sejumlah pengamat sepak bola internasional turut mempertanyakan konsistensi keputusan VAR sepanjang laga tersebut.

    Di sisi lain, publik Argentina sebelum laga juga sempat mengkhawatirkan independensi Letexier, mengingat ketegangan lama antara Prancis dan Argentina sejak final Piala Dunia 2022.

    Hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan Mesir tersebut. Kontroversi wasit Mesir vs Argentina ini pun menambah panjang daftar sorotan terhadap kualitas perwasitan di Piala Dunia 2026, sekaligus menyisakan luka bagi Mesir yang harus kembali menunggu kesempatan berikutnya untuk menembus delapan besar turnamen akbar tersebut.

  • BWS Sumatera I Genjot Pengukuran Debit Sungai di 2 Titik Aceh Besar

    acehtoday.id/ | Aceh Besar –  Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I kembali menjalankan pengukuran debit sungai di dua titik strategis Kabupaten Aceh Besar, yakni Sungai Jalin dan Automatic Water Level Recorder (AWLR) Aneuk Galong di Krueng Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan Unit Hidrologi dan Kualitas Air (HKA) ini merupakan bagian dari pemantauan hidrologi rutin untuk memperoleh data kondisi sungai yang akurat dan terkini.

    Dalam pelaksanaannya, Senin (6/7/2026), tim HKA menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), alat hidrologi yang mampu mengukur debit air secara cepat dan akurat tanpa mengganggu aliran sungai. Selain mencatat debit, ADCP sekaligus merekam kedalaman sungai dan kecepatan arus secara real time, sehingga tim memperoleh gambaran menyeluruh tentang karakteristik aliran di lokasi pengukuran.

    Di Krueng Aceh, seperti mengutip dari laman resmi BWS Sumatera, pengukuran dilakukan di stasiun AWLR Aneuk Galong yang berfungsi mencatat tinggi muka air sungai secara otomatis dan berkelanjutan. Hasil pengukuran ADCP kemudian dipadukan dengan data AWLR untuk menghasilkan gambaran kondisi sungai yang lebih komprehensif, mulai dari fluktuasi muka air hingga volume aliran pada waktu tertentu.

    Seluruh data yang terkumpul dari kedua lokasi selanjutnya diolah menjadi bagian dari basis data hidrologi BWS Sumatera I. Basis data ini menjadi acuan utama dalam analisis ketersediaan air, evaluasi kondisi hidrologi dari waktu ke waktu, serta penyusunan langkah mitigasi banjir di wilayah sungai yang menjadi kewenangan BWS Sumatera I.

    Melalui kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala di berbagai titik seperti Sungai Jalin dan AWLR Aneuk Galong, BWS Sumatera I menegaskan komitmennya memperkuat penyediaan data hidrologi yang akurat dan andal. Ketersediaan data tersebut menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya air sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko banjir. Dengan pendekatan berbasis data ini, manfaat pengelolaan infrastruktur sumber daya air diharapkan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Aceh Besar.

  • Penyidikan Korupsi Batu Bara PLTU Rugikan Negara Rp5 Triliun

    Penyidikan Korupsi Batu Bara PLTU Rugikan Negara Rp5 Triliun

    acehtoday.id/ | Jakarta –  Kasus dugaan korupsi batu bara PLTU resmi naik status dari penyelidikan ke penyidikan setelah Kortas Tipikor Bareskrim Polri mengantongi bukti permulaan yang cukup. Perkara ini turut menyeret dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sepanjang periode 2018 hingga 2026, dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp5 triliun.

    Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menyampaikan, penyidik menemukan indikasi penyimpangan dalam pengadaan sekaligus pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap. Dua perusahaan, PT OBP dan PT BRA, disebut diduga terlibat dalam praktik tersebut. Status penyidikan resmi berjalan sejak Sabtu, 4 Juli 2026, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/6/VII/2026/KORTASTIPIDKOR POLRI.

    Akar persoalan kasus korupsi batu bara PLTU ini, menurut Kabag Ops Kortas Tipikor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi, bermula dari manipulasi kualitas dan kuantitas batu bara yang dikirim ke pembangkit. Kalori batu bara yang dipasok ternyata lebih rendah dari spesifikasi, namun pembayaran tetap menggunakan harga kalori tinggi. Kondisi ini membuat pasokan batu bara cepat habis dan memicu gangguan penyediaan listrik ke masyarakat.

    “Terkait hal itu, terdapat manipulasi kualitas dan kuantitas terhadap batu bara itu sendiri, serta manipulasi pembayaran,” kata Yusuf di Mabes Polri, Selasa (7/7/2026) dikutip dari Tirto.id

    Yusuf menegaskan kasus ini berbeda dari gangguan blackout Sumatra yang dipicu masalah kabel transmisi. Dugaan kecurangan pasokan batu bara sudah berlangsung sejak 2018, sehingga rentang penyidikan ditetapkan dari 2018 sampai 2024.

    Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Pol. Robertus Yohanes De Deo menambahkan, modus yang ditemukan penyidik meliputi manipulasi dokumen, kualitas, dan kuantitas batu bara. Sejauh ini penyidik telah memeriksa 16 saksi, namun belum menetapkan tersangka.

    Dukungan datang dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI). Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyatakan siap mengawal proses hukum dan menyerahkan data tambahan terkait dugaan selisih harga jual-beli batu bara yang merugikan PLN.

    Proses penyidikan kasus korupsi batu bara PLTU ini masih terus berjalan seiring penelusuran aliran dana dan analisis dokumen oleh penyidik.

  • Rehabilitasi Sawah Aceh karena Bencana Capai 40.988 Hektare

    acehtoday.id/ | Aceh Timur — Rehabilitasi sawah Aceh Timur yang rusak akibat bencana banjir dan longsor kini telah menjangkau lahan seluas 40.988 hektare. Percepatan pemulihan ini dikebut karena sawah menjadi tumpuan hidup ribuan petani di wilayah tersebut.

    Kepastian ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, saat mendampingi kunjungan kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Nasir bersama sejumlah pejabat daerah, Senin (6/7/2026).

    Dari total luas terdampak, rehabilitasi sawah berkategori rusak ringan seluas 6.304 hektare telah mencapai progres fisik sekitar 40 persen. Sementara itu, penanganan sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare bergerak lebih cepat dengan capaian 78 persen.

    “Secara keseluruhan, pemulihan sawah rusak ringan dan sedang yang telah dan sedang ditangani melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota mencapai 40.988 hektare,” ujar Azanuddin.

    Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar, menambahkan bahwa di lokasi peninjauan tengah berlangsung pengolahan lahan seluas 30 hektare yang ditargetkan segera memasuki masa tanam.

    Rehabilitasi Sawah Aceh karena Bencana Capai 40.988 Hektare
    Sekda Aceh Nasir meninjau lokasi sawah rusak karena banjir 2025 lalu di Kabupaten Aceh Timur, Senin (6/7/2026) Foto DOk Humas

    Percepatan tanam ini masih terganjal ketersediaan air. Erwin berharap dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye guna mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 desa, yang tersebar di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.

    Menanggapi hal itu, Sekda Aceh Nasir meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Koordinasi tersebut mendapat respons positif setelah BWS menyatakan siap mengambil langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian warga.

    Sekda Aceh turut mengapresiasi peran Kementerian Pertanian beserta Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi pusat yang dinilai konsisten mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian Aceh. Menurutnya, bangkitnya sektor pertanian dan perikanan akan menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

    Rumah warga tertimbun material usai dilanda banjir bandang, di Pidie Jaya, Aceh. Foto Acehonline
    Rumah warga tertimbun material usai dilanda banjir bandang, di Pidie Jaya, Aceh. Foto Acehonline

    Di luar capaian tersebut, Sekda Aceh meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mencari solusi bagi sekitar 16.283 hektare sawah berkategori rusak berat yang belum tertangani. Ia optimistis, lewat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan unsur TNI, seluruh lahan terdampak dapat pulih bertahap dan kembali produktif.

    Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, rombongan Sekda Aceh lebih dulu memeriksa jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Di sana, ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera tersedia dan petani bisa memulai musim tanam tanpa hambatan. Ia berharap mayoritas sawah yang telah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini.

  • Sindikat Perdagangan Orang Intai Pemuda Aceh

    Sindikat Perdagangan Orang merekrut lulusan sekolah jadi ABK kapal ikan asing. 41 korban tercatat, proses hukum di Polda Aceh masih mandek hingga kini

    Sindikat TPPO Aceh diduga terus mengintai lulusan sekolah menengah untuk dijerumuskan bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan berbendera asing. Sedikitnya 41 warga Aceh tercatat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di sektor tersebut sepanjang tiga tahun terakhir, sementara proses hukum atas kasus-kasus TPPO Aceh itu hingga kini belum satu pun tuntas di kepolisian.

    Peneliti Sumatera Environmental Initiative (SEI) Crisna Akbar mengungkapkan hal itu, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, tren TPPO Aceh terhadap pekerja migran kian mengkhawatirkan karena korban baru terus bermunculan setiap tahun. Mayoritas korban berusia muda dan sebagian bahkan baru lulus sekolah menengah atas ketika direkrut.

    SEI yang selama ini fokus mendampingi korban TPPO di sektor kapal perikanan asing mencatat berbagai persoalan yang dihadapi korban, mulai dari gaji yang tidak dibayarkan, perlakuan buruk selama bekerja di atas kapal, hingga kasus kematian. Sebagian keluarga korban bahkan belum menerima santunan maupun penjelasan resmi dari perusahaan atau perekrut yang beroperasi di Aceh.

    Modus kejahatan ini rupanya tidak berdiri sendiri. Crisna menjelaskan korban TPPO tidak hanya ditemukan di sektor kapal perikanan, tetapi juga merambah pekerja rumah tangga dan perkebunan. Para korban umumnya direkrut oleh perusahaan penyalur yang berdomisili di Pulau Jawa, dan ketika muncul masalah, perusahaan tersebut kerap menghilang sehingga korban kesulitan menuntut hak-haknya.

    Sindikat Perdagangan Orang Intai Pemuda Aceh
    Peneliti Sumatera Environmental Initiative (SEI), Crisna Akbar (kanan) dan Ketua tim Pelindungan BP3Mi Aceh, Fauzah Marhamah (kiri) di Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Provinsi Aceh, Selasa (30/6/2026).
    (Foto: acehtoday.id/Elza)

    Tujuh Sekolah dalam Jaringan Sindikat Perdagangan Orang

    Investigasi SEI turut mengungkap keterlibatan tujuh sekolah di Aceh dalam praktik perekrutan dan penempatan lulusan secara non prosedural ke kapal asing. Lima sekolah di wilayah pantai timur terindikasi terlibat, tersebar di Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Sementara di pantai barat, indikasi serupa ditemukan di Aceh Selatan, meski sekolah di sana tidak memberangkatkan lulusan secara langsung melainkan menumpang jalur sekolah di Aceh Besar.

    “Ketiadaan perusahaan perekrut resmi di Aceh membuka celah bagi agen perantara mendatangi sekolah-sekolah untuk merekrut alumni, termasuk lulusan SMK, langsung dikirim bekerja sebagai awak kapal perikanan di luar negeri,” kata Crisna.

    Crisna meyakini sekolah-sekolah yang terlibat bergerak dalam satu jaringan yang sama sehingga kerap luput dari deteksi aparat. Ia bahkan menyebut ada 12 aktor kunci di balik jaringan tersebut, termasuk seorang mantan kepala dinas, di luar empat tersangka yang saat ini diproses Polda Aceh. Investigasi juga menemukan dugaan pemalsuan dokumen, seperti surat keterangan kelulusan dan hasil medical check up yang tidak sesuai kondisi calon pekerja sebenarnya.

    Lemahnya ekonomi warga serta minimnya literasi risiko kerja disebut membuat calon pekerja mudah tergoda tawaran gaji besar, sehingga perekrut semakin agresif menjalankan aksinya. Yang menjadi sorotan utama SEI adalah mandeknya proses hukum sejak 2023 hingga 2026: seluruh kasus yang dilaporkan ke Polda Aceh belum satu pun tuntas, bahkan belum ada tersangka yang diseret ke meja hijau.

    @acehtoday.id/ BP3MI Aceh mengungkap dua kasus dugaan pemberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal yang telah dilaporkan ke Polda Aceh sepanjang 2026. Selain itu, terungkap pula adanya dugaan pola perekrutan yang melibatkan tujuh sekolah di Aceh. Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Simak informasi selengkapnya di acehtoday.id/. #beritaaceh #BP3MIAceh #PekerjaMigran #beritaterkini #SeputarAceh ♬ Minimal for news / news suspense(1169746) – Hiraoka Kotaro

    Senada dengan temuan kasus TPPO Aceh itu, Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh mencatat telah melaporkan dua kasus dugaan pemberangkatan pekerja migran non prosedural ke Polda Aceh sepanjang 2026. Ketua Tim Pelindungan BP3MI Aceh Fauzah Marhamah mengatakan kedua laporan itu masih menunggu tindak lanjut kepolisian.

    Fauzah menambahkan korban TPPO tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki, bahkan ditemukan sejumlah kecil korban anak di bawah umur. Malaysia masih menjadi negara tujuan utama, dengan pola rekrutmen berantai lewat ajakan keluarga atau kenalan menjadi pintu masuk keberangkatan ilegal.

    Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menegaskan sekolah tidak boleh menjadi pintu masuk sindikat TPPO dan meminta pengawasan proses magang siswa diperketat sesuai prosedur.

    SEI mendesak Pemerintah Aceh memperkuat penegakan hukum dan mendorong penyidik turut memeriksa peran Dinas Pendidikan, agar rantai perekrutan korban TPPO Aceh dapat diungkap secara tuntas hingga ke akar jaringannya. (EP/ZM)

  • Piala Dunia 2026: Jerman, Belanda, dan Brasil Gugur, Akankah Lahir Juara Baru?

    Piala Dunia 2026 telah memberikan banyak kejutan. Tim unggulan seperti Jerman, Belanda, dan Brasil, tereliminasi lebih dulu. Sementara negara-negara non unggulan seperti Cape Verde, Kongo, dan Paraguay justru memperlihatkan permainan yang menarik. Lantas siapa yang jadi jadi juara?

    Dari semua pertandingan babak 32 besar, laga antara Argentina melawan Cape Verde layak disematkan sebagai pertandingan paling menarik. Bagaimana tidak, Argentina juara dunia 2022 dan Cape Verde sang debutan, tetapi pertandingan berlangsung sengit.

    Messi dkk butuh waktu 120 menit untuk menaklukkan Cape Verde. Itupun gol kemenangan La Albiceleste lahir dari gol bunuh diri pemain Cape Verde.

    Cape Verde sama sekali tidak diunggulkan justru bermain lepas. Sementara Argentina sebagai kandidat juara menanggung beban yang berat. Dua kali unggul, dua kali pula Cape Verde mampu membuat gol imbang.

    Pemain Argentina merayakan kemenangan atas Tanjung Verde dengan skor 3-2 dalam laga babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida. Argentina memastikan kemenangan lewat gol Lionel Messi, Lisandro Martínez, serta gol bunuh diri Diney di masa perpanjangan waktu.
    Messi dihadang pemain Tanjung Verde. Foto reuters

    Meski berakhir kalah bagi Cape Verde, melawan Argentina ibarat partai final. Dari empat kali laga, mereka hanya kalah melawan Argentina. Tiga laga sebelumnya melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi berakhir imbang. Cape Verde telah mengisi lembaran Piala Dunia 2026 dengan catatan yang mengagumkan. Mereka akan selalu dikenang.

    Pertandingan tidak kalah seru juga terjadi antara Maroko melawan Belanda. Maroko sempat tertinggal melalui gol Gakpo, namun pemain bertahan Issa Diop mampu membalas pada masa injury time (90+1′).

    Setelah tambahan waktu 30 menit tetap imbang, Maroko berhasil menundukkan Belanda pada babak adu penalti. Maroko berkesempatan mengulangi kesuksesan di Piala Dunia 2022 yang mencapai semifinal.

    Morocco vs Canada: Perbandingan Tim 2022 dan 2026 di Piala Dunia
    Tim Nasional Maroko saat beraksi di Piala Dunia 2022.

    Kisah dramatis juga datang dari pertandingan Jerman melawan Paraguay. Jerman yang diperkuat para pemain kelas satu Eropa harus keluar dengan kepala tertunduk setelah kalah pada babak adu penalti.

    Pemain Jerman kehilangan keberanian saat berhadapan dengan kiper lawan. Jonathan Tah yang berposisi sebagai bek menendang bola jauh di atas mistar gawang dan menghasilkan kekecewaan mendalam bagi rakyat Jerman.

    “Namun kenyataannya, bola itu tidak masuk. Dan itu menyakitkan. Saya sangat kecewa dan sedih karena kami tersingkir dari turnamen ini. Sejujurnya, saya masih belum sepenuhnya menyadarinya,” ujar Tah usai pertandingan dikutip dari Goal.com.

    Kandidat Juara Piala Dunia 2026

    Negara-negara besar yang menjadi kiblat sepakbola seperti Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris mendominasi sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026. Opta Analyst, sebuah platform analisis dan jurnalisme olahraga berbasis data yang dikelola oleh Stats Perform, memosisikan Spanyol sebagai kandidat kuat juara.

    Namun langkah Spanyol tidak mudah, mereka harus mengalahkan Portugal di babak 16 besar.

    Di saat yang sama, Portugal juga sedang dahaga juara, Ronaldo cs belum pernah menjadi juara dunia. Khusus bagi Ronaldo ini kesempatan terakhir sebelum dia pensiun dari timnas. Sekarang atau tidak sama sekali.

    Erling Braut Haaland
    Erling Braut Haaland cetak dua gol ke gawang Brasil. Foto VG

    Opta mendudukkan Prancis sebagai kandidat juara di bawah Spanyol. Mengamati materi skuad Prancis, tidak berlebihan jika disebut Prancis kandidat terkuat juara. Lihat di lini serang Prancis, di sana ada Mbappe, Dembele, dan Olise.

    Atribusi sebagai penyerang pada trio ini sempurna. Mereka punya kecepatan, akurasi tembakan, dan fisik yang kuat. Mbappe telah mencetak 6 gol dan Dembele 4 gol. Sedangkan Olise membukukan 5 assist, tertinggi di Piala Dunia 2026.

    Tidak berlebihan jika pelatih Irak, Graham Arnold, mengatakan seharusnya mereka memasang tiga kiper saat melawan Prancis. Benar saja, Irak kalah 3-0 saat melawan Prancis di fase grup.

    Pemain Prancis merayakan gol Kylian Mbappé saat mengalahkan Swedia 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026
    Pemain Prancis merayakan gol Kylian Mbappé saat mengalahkan Swedia 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026. Foto Reuters

    Prancis tim paling tajam di turnamen ini dengan total gol ke gawang lawan 13 gol sementara mereka hanya dua kali kebobolan saat melawan Senegal dan Norwegia.

    Prancis yang pada Piala Dunia Qatar dikalahkan Argentina di final punya kesempatan revans melawan Argentina. Apalagi kedua negara ini berada pada bagan yang berbeda.

    Jika kedua negara berhasil mengalahkan lawan-lawannya, Messi dan Mbappe akan kembali bentrok di final. Ini bakal jadi final ulangan 2022.

    Negara yang terakhir disebutkan yakni Argentina juga punya kesempatan menciptakan sejarah, yakni mempertahankan gelar juara dunia. Dalam sejarah hanya dua negara yang berhasil menjadi juara berturut-turut, yakni Italia tahun 1934–1938 dan Brasil tahun 1958–1962.

    Lionel Messi Hat-trick, Argentina Bantai Aljazair 3-0 di Grup J Piala Dunia 2026
    Lionel Messi cetak hat-trick pada menit 17, 60, dan 76 saat Argentina menggilas Aljazair 3-0 di Grup J Piala Dunia FIFA 2026. Simak analisis lengkap susunan pemain dan statistik pertandingan. Foto reuters

    Perusahaan konsultan Prancis AVISIA memprediksi Argentina dan Prancis sebagai kandidat terkuat juara dengan probabilitas 21 persen.

    Argentina sebagian besar masih diperkuat oleh skuad 2022, seperti Emiliano Martinez, Lautaro, De Paul, Mac Allister, dan tentu kapten mereka Messi, peraih Ballon d’Or delapan kali.

    Messi bukan hanya kapten, dia juga nyawa skuad Argentina dan mesin gol. Kini Messi telah mencetak 7 gol, memimpin daftar top skor.

    Di balik bayang-bayang Argentina dan Prancis ada Inggris dan Brasil. Meski tidak masuk dalam kandidat kuat juara, tetapi kedua negara ini punya pemain kelas wahid juga, misalnya Vinicius di Brasil dan Kane di Inggris.

    Dalam sepakbola tidak ada yang mustahil, negara nonunggulan justru bakal jadi pemenang. Masih ingat, kan, saat Yunani juara Piala Eropa tahun 2004?

    Bagaimana kalau ternyata negara seperti Maroko atau Norwegia yang merebut tahta juara dunia 2026? Nothing is impossible in football.

  • Aceh Dikepung Tambang

    Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) untuk perusahaan terjadi secara serampangan. PETI tersebar di delapan kabupaten, sementara IUP terdapat di 12 kabupaten/kota. Tidak berlebihan jika dikatakan Aceh kini dikepung oleh tambang.

    Hasil kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh dan Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) memperlihatkan dampak buruk PETI terhadap lingkungan sungguh dahsyat. Kerusakan meliputi hilangnya tutupan hutan, pencemaran sungai, hilangnya mata pencarian warga, hingga bencana alam. Bahkan, IDeAS menyebutkan kerugian akibat bencana ekologis mencapai Rp138 triliun.

    Direktur Walhi Aceh Ahmad Shalihin menuturkan bahwa pertambangan emas ilegal telah menguasai 23.433 hektare hutan, mulai dari hutan lindung, hutan produksi, hingga cagar alam. Potensi kerusakan hutan lindung mencapai 10.552 hektare, setara dengan dua kali luas Kota Banda Aceh. Adapun luas Kota Banda Aceh sendiri adalah 6.135 hektare.

    Menurut Shalihin, pertambangan ilegal telah berlangsung lama, tetapi hingga kini belum dapat dihentikan. Ia menilai Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum tidak memiliki komitmen kuat untuk menyelamatkan lingkungan. Padahal, merawat lingkungan sama halnya dengan menyelamatkan manusia. Shalihin menyebut bencana banjir bandang dan longsor pada akhir 2025 merupakan dampak dari kerusakan alam, salah satunya dipicu oleh pertambangan ilegal.

    Berdasarkan data Walhi Aceh, pertambangan emas ilegal terdapat di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Besar, dan Aceh Barat Daya. Dua daerah bertetangga, yakni Aceh Barat dan Nagan Raya, menjadi kawasan tambang ilegal terluas, mencapai 19.543 hektare atau 83,41 persen dari total luas PETI.

    “Penegakan hukum hanya menyasar para pekerja atau operator di lapangan, sementara pihak yang membiayai dan mengambil untung dari aktivitas tersebut belum tersentuh,” kata Shalihin kepada SeputarAceh, Jumat (3/7/2026).

     

    Liputan mendalam tentang tambang
    Cover Koran Seputar Aceh mengupas topik pertambangan di Aceh

     

    Shalihin menilai itikad pemerintah dalam menangani persoalan PETI di Jantho belum tercermin dalam tindakan nyata di lapangan. Menurutnya, Instruksi Gubernur Aceh terkait penataan PETI harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh aparat penegak hukum maupun instansi teknis terkait, bukan sekadar menjadi dokumen administratif di atas kertas.

    “Instruksi gubernur tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan melalui operasi terpadu untuk menghentikan aktivitas PETI dan mengeluarkan seluruh alat berat dari lokasi,” kata Shalihin.

    Salah satu lokasi yang menjadi sorotan Walhi Aceh adalah tambang ilegal di dalam kawasan Hutan Mukim Jantho, Aceh Besar, yang mencapai 102 hektare. Bahkan, sebagian di antaranya telah merambah kawasan Cagar Alam yang seharusnya steril dari aktivitas manusia.

    “Sangat mengkhawatirkan, ini terjadi pada 2026 dan seluas itu berdasarkan data baru bulan Juni. Kami perkirakan bisa bertambah berkali lipat bila tidak ada penegakan hukum,” ujar Ahmad Shalihin.

    Aktivitas PETI di hutan Mukim Jantho mengancam krisis air bersih bagi lebih dari 100 ribu pelanggan rumah tangga PDAM di Aceh Besar dan Banda Aceh, karena mencemari sungai yang menjadi sumber air baku utama kedua daerah tersebut.

    Air sungai yang dulu jernih kini keruh, membuat warga kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan, sekaligus tradisi sosial seperti mencari ikan untuk kenduri dan santunan anak yatim. Ancaman lebih besar mengintai berupa potensi pencemaran merkuri dan sianida dari pengolahan emas dalam jangka panjang. “Sungai yang terdampak aktivitas PETI merupakan sumber air baku utama bagi PDAM di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh,” kata Shalihin.

    @acehtoday.id/ 🚨 Ratusan warga Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas pertambangan di wilayah mereka. Aksi berlangsung di Kantor Bupati Nagan Raya pada Senin (22/6/2026). Warga menyuarakan aspirasi mereka dan meminta pemerintah mendengar tuntutan terkait dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang di daerah tersebut. #SeputarAceh #NaganRaya #Beutong #TolakTambang #Aceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

    Desakan Moratorium Izin Tambang

    Selain PETI, izin usaha pertambangan (IUP) bagi perusahaan juga dinilai mengancam ketahanan lingkungan. Baik ilegal maupun legal, pertambangan tetap memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

    Mengutip data Walhi Aceh, saat ini terdapat 76 IUP yang statusnya masih aktif. Penerbitan izin pertambangan telah berlangsung sejak masa pemerintahan Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, Nova Iriansyah, Ahmad Marzuki, Bustami, hingga Muzakir Manaf. Ahmad Marzuki dan Bustami, meski hanya berstatus penjabat gubernur, sempat menerbitkan izin masing-masing 12 IUP dan 9 IUP.

    Sementara itu, Gubernur Aceh saat ini, Muzakir Manaf, sejak Februari 2025 hingga Januari 2026 telah menerbitkan 13 IUP. Ironisnya, sebagian izin terbit beberapa bulan setelah Aceh porak-poranda diterjang banjir bandang.

    Menanggapi hal itu, Direktur IDeAS Munzami Hs mendesak Pemerintah Aceh segera memberlakukan moratorium izin tambang, menyusul maraknya penerbitan IUP di tengah ancaman bencana ekologis yang terus meningkat.

    Munzami Hs menilai bencana ekologis 26 November 2025 seharusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah, bukan alasan untuk memperluas eksploitasi tambang.

    “Semestinya bencana 26 November 2025 menjadi alarm darurat, tetapi yang terjadi justru sebaliknya—pascabencana, izin tambang semakin mudah diobral,” katanya, Sabtu (4/7/2026).

    Munzami menyoroti proses perizinan yang menurutnya berjalan terlalu mulus, sehingga menimbulkan dugaan adanya campur tangan pihak-pihak berkuasa yang berkompromi dengan korporasi pemegang IUP. Ia mendesak Satgas PKH dan KPK memberi atensi penuh terhadap proses ini.

    Sebaran izin tambang di Aceh
    Data izin tambang di Aceh.

    Berdasarkan data SIKD Kemenkeu, kontribusi sektor tambang terhadap PAD Aceh dan 18 daerah terdampak bencana pada 2026 hanya sekitar Rp211,6 miliar—jauh timpang dibanding kerugian ekonomi pascabencana yang mencapai lebih dari Rp138 triliun.

    IDeAS mendesak moratorium tambang seperti yang pernah diterapkan pada 2013–2017 di era Gubernur Zaini Abdullah, sekaligus mengawal pembahasan Rancangan Qanun Minerba Aceh.

    “Seluruh elemen masyarakat harus mengawal proses lahirnya Qanun Minerba tersebut. Jangan sampai kebijakan yang lahir justru semakin membuka ruang bagi korporasi tambang untuk mengeksploitasi sumber daya alam Aceh,” tutup Munzami.

    Menanggapi dinamika penerbitan izin tambang tersebut, Kepala Seksi Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan B Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh, Muhammad Ritauddin, menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan izin dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme pelayanan perizinan yang telah ditetapkan.

    Ia menjelaskan bahwa instansinya hanya menjalankan fungsi pelayanan administrasi, sementara aspek teknis pertambangan sepenuhnya menjadi kewenangan perangkat daerah yang membidangi sektor tersebut.

    “Kajian teknis dilakukan oleh instansi teknis, sementara kami memproses sesuai mekanisme apabila seluruh persyaratan telah dinyatakan lengkap,” ujarnya.

    Menurut Ritauddin, DPMPTSP pada dasarnya tidak memiliki ruang untuk menolak permohonan izin yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun rekomendasi teknis, sepanjang proses tersebut mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku.

    Lebih jauh, Ritauddin menyampaikan bahwa izin usaha pertambangan bukan hanya soal legalitas usaha, melainkan juga melekatkan sejumlah kewajiban bagi pemegangnya, di antaranya kewajiban pelaksanaan reklamasi dan pemenuhan aspek lingkungan begitu perusahaan memasuki tahap operasional.

    Kondisi air sungai di Jantho yang keruh dampak dari aktivitas tambang emas ilegal. Foto Dok Walhi Aceh
    Kondisi air sungai di Jantho yang keruh dampak dari aktivitas tambang emas ilegal. Foto Dok Walhi Aceh

    Sebaliknya, ia menilai aktivitas pertambangan tanpa izin justru lebih berisiko menimbulkan persoalan, sebab kegiatan semacam itu tidak berada dalam mekanisme pengawasan resmi dan tidak memiliki kewajiban pemulihan lingkungan sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.

    Terkait usulan moratorium maupun evaluasi menyeluruh terhadap penerbitan izin pertambangan yang belakangan mengemuka di tengah masyarakat, Ritauddin menyebut hal itu sepenuhnya berada di ranah kebijakan pemerintah dan pimpinan daerah, bukan kewenangan DPMPTSP.

    Ia juga menegaskan bahwa izin yang sudah diterbitkan tidak bisa serta-merta dicabut hanya karena muncul penolakan dari sebagian masyarakat. Pencabutan izin, menurutnya, tetap harus melalui mekanisme dan proses hukum yang berlaku, bukan berdasarkan reaksi sesaat.

    Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap mempertimbangkan berbagai aspek dalam menyikapi aspirasi masyarakat, mulai dari kelengkapan dokumen administrasi, hasil kajian teknis, hingga kondisi sosial yang berkembang di lapangan.

    “DPMPTSP tetap berkomitmen memberikan pelayanan perizinan yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi, dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku,” tutup Ritauddin. (EP/AN/ZM/MI)

  • Haaland Cetak 2 Gol, Norwegia Kalahkan Brasil di Piala Dunia

    Norwegia kalahkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia yang digelar di New Jersey, Amerika Serikat, Minggu malam waktu setempat. Kemenangan ini mengantar tim asuhan Ståle Solbakken melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, sekaligus menyingkirkan tim raksasa Amerika Selatan itu dari perhelatan empat tahunan tersebut.

    Dua gol yang menentukan hasil pertandingan lahir dari kaki Erling Braut Haaland. Pada menit ke-80, penyerang milik Manchester City itu menyambut umpan silang Andreas Schjelderup dengan sundulan untuk membuka keunggulan Norwegia.

    Sepuluh menit berselang, ia kembali menjebol gawang Brasil lewat sepakan kaki kiri dari jarak sekitar 18 meter, memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengukuhkan dirinya sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappé sebagai pencetak gol terbanyak di ajang ini musim ini. Haaland tampak menangis haru begitu wasit meniup peluit panjang.

    “Ini adalah salah satu hari paling luar biasa dalam sejarah Norwegia. Anda hanya perlu menikmatinya, karena ini luar biasa,” kata Haaland kepada NRK usai laga.

    Haaland Jadi Kunci Norwegia

    Erling Braut Haaland
    Erling Braut Haaland cetak dua gol ke gawang Brasil. Foto VG

    Sebelum drama gol Haaland terjadi, laga sempat memanas ketika wasit menganulir gol Patrick Berg karena Alexander Sørloth berada dalam posisi offside saat menerima umpan Martin Ødegaard di menit-menit awal.

    Brasil kemudian mendapat hadiah penalti setelah 12 menit berjalan, namun tendangan Bruno Guimarães berhasil digagalkan kiper Norwegia, Ørjan Håskjold Nyland.

    Sepanjang babak kedua, Nyland kembali melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga peluang Norwegia tetap terbuka hingga akhirnya Haaland tampil sebagai penentu kemenangan.

    Hasil ini memicu reaksi luas dari kalangan pengamat sepak bola dunia. Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimović, menyebut penampilan Norwegia mengingatkannya pada tim nasional Swedia yang meraih medali perunggu Piala Dunia 1994.

    Sejumlah media Brasil turut mengakui superioritas Norwegia, sementara mantan bek Manchester United, Gary Neville, menyoroti ketajaman Haaland yang belum pernah kalah dalam duel satu lawan satu melawan bek Brasil sepanjang laga.

    Dengan hasil ini, Norwegia akan menantikan pemenang antara Inggris dan Meksiko di babak perempat final yang akan ditentukan pada Senin malam waktu Norwegia. Sementara itu, langkah Brasil harus terhenti lebih cepat setelah kegagalan Neymar mengeksekusi penalti pada babak perpanjangan waktu.