Penulis: Zulkarnaini Masry

  • Pertamina Tidak Mau Menurunkan Harga Pertamax

    acehtoday.id/ | Banda Aceh –  Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026 untuk varian Pertamax (RON 92) dipastikan tidak berubah, tetap bertahan di angka Rp16.250 per liter, meski tiga produk BBM non-subsidi lain justru dipangkas signifikan oleh PT Pertamina Patra Niaga.

    Kebijakan ini mulai berlaku serentak hari Rabu, 1 Juli 2026, dan menjadi bagian dari evaluasi harga berkala yang rutin dilakukan Subholding Commercial & Trading Pertamina tersebut.

    Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, penurunan paling tajam justru dialami Pertamina DEX (CN 53), yang kini dibanderol Rp21.150 per liter atau anjlok Rp3.650 dibandingkan harga Juni 2026 sebesar Rp24.800 per liter.

    Disusul Dexlite (CN 51) yang turun Rp3.300 menjadi Rp19.700 per liter, serta Pertamax Turbo (RON 98) yang berkurang Rp1.450 menjadi Rp19.300 per liter di wilayah Jakarta.

    Meski tren penurunan mendominasi, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tidak bergeser dari posisi terakhir sejak 10 Juni 2026, masing-masing tetap di Rp16.250 dan Rp17.000 per liter. Adapun BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar, juga tak tersentuh perubahan, tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian harga BBM Pertamina 1 Juli 2026 ini mengacu pada dinamika harga minyak dunia, aspek fiskal, dan daya beli masyarakat, serta telah dikoordinasikan dengan pemerintah.

    “Penyesuaian harga BBM non subsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026).

  • Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 Juli 2026

    Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 Juli 2026

    acehtoday.id/ | Jakarta – Harga BBM nonsubsidi turun mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB, menyusul pelemahan harga minyak dunia. PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian ini sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada dinamika pasar minyak global, aspek fiskal, dan daya beli masyarakat.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, melalui keterangan tertulis menjelaskan bahwa langkah tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen, Pertamax Turbo turun 7 persen dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.

    Penurunan lebih tajam terjadi pada Pertamina Dex, yang anjlok 15 persen dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Dexlite ikut melemah 14 persen, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta juga disesuaikan turun 14 persen, dari Rp22.190 menjadi Rp19.190 per liter sebelum pajak.

    Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, seperti dilansir Kompas menilai penurunan harga BBM nonsubsidi ini patut diapresiasi di tengah tekanan biaya hidup, meski dampaknya terbatas karena Pertalite dan Pertamax RON 92 tidak mengalami perubahan harga. Menurutnya, mayoritas konsumen kelas menengah yang bergantung pada dua jenis BBM tersebut belum merasakan manfaat langsung.

    Ia menambahkan, tekanan ekonomi rumah tangga masih tinggi akibat inflasi Mei 2026 yang mencapai 3,08 persen secara tahunan, naik dari 2,42 persen pada April. Kenaikan BI-Rate menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 turut membebani cicilan dan biaya usaha masyarakat.

    Achmad mendorong pemerintah transparan soal formula harga, komponen pajak daerah, dan margin distribusi, sekaligus menyiapkan stimulus tambahan seperti diskon transportasi publik dan insentif tarif listrik bagi kelas menengah bawah.

    Di lapangan, Rudi (50), karyawan swasta di Jakarta, mengaku penurunan harga BBM nonsubsidi belum terasa karena ia lebih banyak menggunakan Pertalite dan Pertamax, yang antreannya justru kerap mengular di sejumlah SPBU.

  • Prof Nyak Amir Resmi Dilantik Jadi Rektor UTU 2026-2030

    Seputaraceh | Jakarta – Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., resmi memulai kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) masa bakti 2026-2030. Guru Besar Universitas Syiah Kuala tersebut diambil sumpah jabatan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, di Graha Diktisaintek Lantai 2, Gedung Kementerian Diktisaintek, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).

    Acara yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB sempat digeser menjadi pukul 09.30 WIB karena adanya agenda mendesak dari Menteri Diktisaintek. Kendati mengalami perubahan jadwal, seluruh rangkaian prosesi pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara tetap berjalan dengan khidmat.

    Prof. Nyak Amir merupakan Guru Besar Universitas Syiah Kuala yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU periode 2022-2026. Pelantikan ini dirancang sebagai momentum bagi UTU untuk mempercepat pencapaian target menjadi kampus berstandar internasional yang memberikan dampak nyata.

    Dalam upacara tersebut, Prof. Nyak Amir dilantik bersamaan dengan beberapa pejabat lain di lingkungan Kemdiktisaintek. Mereka meliputi Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Kepala Sekretariat Badan Industri Mineral (BIM), sejumlah kepala biro perguruan tinggi, pejabat fungsional, serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

    Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, dalam amanatnya menekankan pentingnya esensi kepemimpinan di era perubahan global yang serba cepat, termasuk tantangan kecerdasan artifisial, teknologi material, energi, dan pergeseran geopolitik. Menurutnya, keunggulan bangsa kini bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.

    “Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan selamat kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri yang baru saja dilantik. Pelantikan hari ini adalah peneguhan amanah bahwa untuk memimpin, menggerakkan perubahan, dan menghadirkan manfaat kepada masyarakat. Jabatan bukanlah posisi yang kita capai, melainkan tanggung jawab yang kita tunaikan dan dampak yang kita hadirkan,” ujar Prof. Brian Yuliarto.

    Lebih lanjut, Menteri meminta para pimpinan perguruan tinggi untuk mengarahkan institusinya agar berani bertransformasi demi kepentingan nasional.
    “Kepada pemimpin perguruan tinggi negeri, perkuatlah sinergi dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Selaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia nyata, dan arahkan riset untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Jadikan kampus inklusif, adaptif, dan berdampak yang berani berubah dari teaching university menuju research university hingga menjadi entrepreneur university dengan fokus pada dampak yang kita hadirkan bagi masyarakat,” tambahnya.

    Pada momen tersebut, Menteri Diktisaintek juga menyampaikan apresiasi atas jasa pemimpin mutasi. “Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., Rektor UTU periode 2022-2026 atas seluruh dedikasi dan pengabdian yang sangat bermanfaat bagi kemajuan Universitas Teuku Umar,” kata Prof. Brian.

    Menanggapi tugas baru tersebut, Prof. Nyak Amir menyatakan siap mengemban amanah dan bekerja sama dengan seluruh sivitas akademika untuk membawa UTU menjadi kampus yang sejalan dengan arah pembangunan pemerintah. Ia merencanakan program transformasi yang menyentuh aspek akademik berbasis mutu, tata kelola profesional menuju status Badan Layanan Umum (BLU), serta akselerasi program internasionalisasi.

    Di sisi lain, Rektor UTU demisioner, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menitipkan masa depan kampus kepada suksesornya. Ia berharap seluruh jajaran internal UTU mempertahankan kekompakan dan etos kerja tinggi guna memajukan institusi di masa depan.

    Agenda pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UTU, Ketua beserta anggota Senat UTU, serta mantan Rektor UTU terdahulu, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA.

  • DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kopdes Merah Putih usai 5 Peserta Tewas

    acehtoday.id/ | Jakarta — Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meninggal dunia dalam pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) program Sekolah Penggerak Pengembangan Indonesia (SPPI). Insiden ini memantik desakan evaluasi dari DPR RI terhadap seluruh penyelenggaraan pelatihan, mulai dari seleksi kesehatan hingga sistem penanganan medis darurat.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Nurdin Halid, menyebut tragedi ini harus menjadi momentum berbenah. Ia menegaskan keselamatan peserta tidak boleh dikompromikan meski pembentukan kompetensi tetap harus terjaga kualitasnya.

    “Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia,” tegas Nurdin, mengutip Kompas.com, Senin (29/6/2026).

    Selain soal keselamatan, Nurdin mendorong penyempurnaan kurikulum agar lulusan SPPI benar-benar siap mengelola koperasi desa secara profesional. Materi pelatihan, menurutnya, perlu diperkuat dengan kompetensi teknis seperti stock opname, visual merchandising, strategi pemasaran, hingga penguasaan akuntansi dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

    Kepala BPSDM Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, mengungkapkan kronologi kelima korban. Nola Dya Sari dari Satdik Dodik Bela Negara Kalimantan meninggal 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan panas badan saat malam hari. Ia dinyatakan meninggal pukul 21.03 WIB akibat henti jantung setelah sempat dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

    Anisa Muyassaroh dari Satdik Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, mengalami heat stroke dan henti jantung pada 18 Juni 2026. Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, meninggal 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest. Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta dinyatakan meninggal 22 Juni 2026 akibat tuberkulosis paru aktif yang terdeteksi setelah kondisinya kritis di ICU.

    Korban kelima, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yon Parako 465, sempat membaik setelah mengeluhkan sesak napas pada 25 Juni 2026. Namun kondisinya kembali menurun dan ia meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB di RSAU dr. Esnawan Antariksa.

    Nurdin menegaskan, keberhasilan program Kopdes Merah Putih bukan semata soal besaran investasi, melainkan bergantung pada kualitas SDM yang disiapkan. “Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya.

  • Gelombang Panas Eropa Renggut 74 Nyawa

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Sedikitnya 74 orang meninggal dunia akibat tenggelam di Prancis sejak 18 Juni 2025, menjadi salah satu dampak paling mematikan dari gelombang panas yang tengah menghantam sebagian besar Eropa Barat dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengungkapkan bahwa mayoritas korban jiwa ditemukan di perairan yang tidak berizin dan tidak diawasi. “Sebagian besar kematian terjadi di perairan yang tidak berizin dan tidak diawasi seperti sungai, danau, dan kolam,” ujar Nuñez dalam wawancaranya dengan Le Parisien, Sabtu 27 Juni.

    Mengutip Le Monde kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh “kubah panas” yang berasal dari Afrika Utara dan menyapu sejumlah negara, termasuk Spanyol, Prancis, Belgia, Belanda, dan Inggris Raya. Suhu di berbagai wilayah melonjak melampaui 40°C — jauh lebih awal dari puncak musim panas yang biasanya jatuh pada Juli hingga Agustus.

    Sejumlah rekor suhu tertinggi sepanjang masa pun rontok satu per satu. Di Spanyol, wilayah Cantabria yang dikenal beriklim sejuk justru mencatat suhu tertinggi yakni 43,7°C. Sementara di Prancis, kota kecil Pissos di barat daya menjadi titik terpanas dengan suhu 43,8°C pada hari Rabu. Tidak jauh berbeda, Jerman mencatat rekor baru 41,3°C di Saarbruecken, melampaui catatan sebelumnya yang ditorehkan pada 25 Juli 2019.

    Gelombang panas ini bukan hanya soal angka tertinggi harian. Badan cuaca Météo-France mencatat bahwa suhu rata-rata dari 30 stasiun cuaca di Prancis pada hari Rabu mencapai 30°C — menjadikannya hari terpanas yang pernah tercatat di negara itu. Lebih dari tiga perempat wilayah Prancis ditempatkan di bawah peringatan cuaca merah untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Di Inggris, suhu 37,3°C di Santon Downham, Suffolk, menjadi rekor terpanas di bulan Juni. Sedangkan Belanda mengeluarkan peringatan kode merah pertamanya untuk gelombang panas setelah suhu melampaui 35°C selama beberapa hari berturut-turut.

    Kondisi ekstrem ini disebut lebih mirip cuaca tropis ketimbang iklim sedang yang lazim di kawasan Eropa. Meski diperkirakan mulai mereda dalam beberapa hari ke depan, puncak musim panas tradisional di Eropa belum datang — dan ancaman suhu ekstrem masih mengintai.

  • IRGC Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Trump Ancam Iran Tak Akan Ada Lagi

    acehtoday.id/ — Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke dua pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk — yakni Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan Pelabuhan Salman, Manama, Bahrain, tempat bermarkas Armada Kelima Angkatan Laut AS. Serangan ini menandai eskalasi serius konflik AS-Iran yang tengah mengguncang kawasan Asia Barat.

    Mengutip Al Jazeera, IRGC menegaskan serangan tersebut merupakan aksi balasan atas pemboman AS terhadap lima lokasi pesisir di wilayah Iran beberapa hari sebelumnya. Konfirmasi itu muncul tak lama setelah Kuwait dan Bahrain sama-sama melaporkan adanya ancaman udara bermusuhan di wilayah masing-masing.

    Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya aktif merespons ancaman rudal dan drone musuh, seraya meminta warga mematuhi prosedur keselamatan. Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri setempat menginstruksikan warga untuk tetap tenang dan segera mencari tempat berlindung usai sirene berbunyi.

    Tak berhenti pada serangan itu, IRGC juga mengeluarkan peringatan keras. Kelompok militer elite Iran tersebut menyatakan kendali lalu lintas Selat Hormuz kini berada di bawah otoritas Teheran, dan mengancam kapal-kapal yang melanggar akan menghadapi respons lebih berat dari sebelumnya.

    “Setiap kemungkinan agresi musuh, dengan dalih apa pun, akan kami balas dengan tanggapan yang menghancurkan,” demikian pernyataan resmi IRGC.

    Di sisi lain, Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi serangkaian serangan baru ke berbagai target di Iran, termasuk sistem komunikasi, fasilitas pertahanan udara, dan gudang drone — sebagai respons langsung atas serangan drone Iran terhadap kapal tanker berbendera Panama yang memuat lebih dari dua juta barel minyak mentah di Selat Hormuz.

    Presiden AS Donald Trump pun angkat suara melalui platform Truth Social. Ia menyebut serangan terbaru AS sebagai reaksi atas pelanggaran Iran terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru ditandatangani awal bulan ini. Trump bahkan memperingatkan bahwa jika eskalasi terus berlanjut, “Republik Islam Iran tidak akan ada lagi.”

    Senada, Wakil Presiden JD Vance menegaskan Amerika telah menghormati kesepakatan gencatan senjata dan menyalahkan Iran atas potensi pecahnya kembali konflik terbuka. “Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya. Tetapi kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” kata Vance di platform X.

    Serangkaian insiden ini semakin mengoyak perjanjian gencatan senjata yang disepakati kedua negara, di tengah negosiasi nota kesepahaman (MOU) yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah mendongkrak harga minyak global dan merenggut ribuan jiwa warga sipil.

  • Sumatera Environmental Initiative: Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Diduga Ada Kelalaian Pengawasan Kapal

    acehtoday.id/ | Banda AcehSumatera Environmental Initiative (SEI), yang mendesak pihak berwenang mengusut tuntas dan transparan terhadap kasus  meledaknya ruang mesin KMP Kapal Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Kasus ini bukan peristiwa biasa karena telah menelan dua korban jiwa dan 13 korban lainnya masih kritis.

    Direktur SEI, Sulaiman menegaskan bahwa ledakan Kapal Aceh Hebat 2 — yang diduga bersumber dari sistem hidrolik kapal — bukan perkara sepele yang bisa diselesaikan tanpa investigasi mendalam. Jumlah korban yang signifikan, menurutnya, menjadi sinyal serius bahwa ada yang tidak beres dalam sistem keselamatan dan pengawasan operasional kapal tersebut.

    “Kejadian yang menyebabkan 13 orang mengalami luka serius dan dua orang meninggal dunia bukanlah kejadian biasa. Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Keterbukaan informasi sangat penting agar ruang publik tidak dipenuhi asumsi dan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Sulaiman melalui keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

    SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik
    Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman. Foto Dok Pribadi

    SEI menilai proses investigasi harus menyentuh seluruh aspek kelaikan kapal — mulai dari riwayat perawatan, dokumen keselamatan, hasil inspeksi berkala, hingga prosedur operasional yang diterapkan sebelum insiden berlangsung. Menurut Sulaiman, ketidaksesuaian antara pengecekan rutin dan kondisi faktual kapal di lapangan harus dibuktikan melalui penyelidikan yang komprehensif dan independen.

    Sumatera Environmental Initiative Soroti Nasib Taruna

    Selain soal teknis kapal, SEI juga menyoroti nasib para peserta praktik pelayaran yang ikut menjadi korban dalam tragedi itu. Lembaga tersebut mendesak aparat untuk menelusuri seluruh dokumen praktik para mahasiswa yang berada di atas kapal, sekaligus memastikan mereka telah terlindungi oleh jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.

     

    Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an

     

    Ein Beitrag geteilt von acehtoday.id/ (@seputaraceh_id)

    Tak hanya meminta keterlibatan kepolisian dalam olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan dokumen teknis, SEI juga secara khusus menyoroti peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati. Sebagai institusi yang berwenang mengawasi keselamatan pelayaran, KSOP dinilai memikul tanggung jawab besar untuk memastikan proses investigasi berjalan profesional dan akuntabel.

    “Kami berharap KSOP Malahayati tidak menganggap enteng kasus ini. Ada korban jiwa yang harus menjadi perhatian utama. Setiap tahapan investigasi harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Sulaiman.

    Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan instansi berwenang, sementara para korban masih menjalani perawatan medis dan pendampingan di rumah sakit. SEI berharap hasil investigasi kelak mampu mengungkap kebenaran secara utuh, memberikan kepastian hukum bagi para korban, sekaligus menjadi landasan perbaikan sistem keselamatan pelayaran di Aceh demi mencegah tragedi serupa terulang.

  • Kemlu Kawal Kasus WNI Aceh Tamiang Diduga Dibunuh di Malaysia

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Jenazah WNI Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 24 Juni 2026 setelah sempat ditemukan meninggal dunia di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia, dalam kondisi yang diduga akibat tindak pidana pembunuhan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Kuala Lumpur memastikan bakal terus mengawal penanganan kasus ini hingga proses hukum selesai.

    Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sejak menerima informasi dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) soal penemuan jenazah perempuan yang diduga WNI pada 3 Juni 2026.

    “KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan pihak PDRM untuk memantau perkembangan penanganan perkara dan memperoleh informasi terkini mengenai proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Yvonne  seperti dikutip dari Kompas.com

    Identitas korban baru terkonfirmasi setelah Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri menyelesaikan proses identifikasi. KBRI kemudian menelusuri keluarga korban melalui jejaring masyarakat Aceh di Malaysia, dan berhasil menjalin komunikasi langsung dengan pihak keluarga.

    Sebelum jenazah dipulangkan, KBRI terlebih dahulu menyampaikan komunikasi resmi kepada petugas penyidik PDRM guna mengonfirmasi status kewarganegaraan korban. Proses administrasi dan perizinan diselesaikan sesuai permintaan keluarga sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

    Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum meninggal Putri Hensy Aprilda diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum agen di Malaysia. Kabar baiknya, terduga pelaku kini telah ditangkap dan sedang menjalani proses penyidikan sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.

    Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolija, mengungkapkan informasi awal kasus ini diperoleh dari tim Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Aceh Tamiang, yang kemudian diteruskan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang.

    “Kami memperoleh informasi bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah diduga mengalami tindakan kekerasan fisik. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan oleh KBRI dengan otoritas terkait di Malaysia, baik untuk penanganan kasus maupun proses pemulangan jenazah ke tanah air,” kata Siti Rolija, Selasa (23/6).

    Penelusuran terhadap keluarga korban dilakukan bersama tim P4MI, aparat desa, dan kepala dusun. Hasilnya, keluarga almarhumah diketahui berdomisili di Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

    BP3MI Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus dan mendukung upaya KBRI serta otoritas Malaysia dalam mengungkap penyebab pasti kematian Putri Hensy Aprilda. Kemlu dan KBRI juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

  • SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik

    SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sumatera Environmental Initiative (SEI) mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap insiden ledakan yang terjadi di ruang mesin Kapal Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat 12/6/2026 lalu yang mengakibatkan sedikitnya 15 orang mengalami luka bakar satu di antaranya meninggal dunia.

    Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman, menyatakan bahwa insiden ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak karena melibatkan banyak korban dan terjadi pada sarana transportasi publik yang melayani masyarakat Aceh.

    “Peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa dalam sektor transportasi laut karena jumlah korban yang cukup banyak. Selain itu, masih terdapat sejumlah informasi yang belum dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama terkait kronologi kejadian, aktivitas yang berlangsung sebelum ledakan, serta status keberadaan para mahasiswa pelayaran di atas kapal saat insiden terjadi,” ujar Sulaiman dalam keterangan tertulis kepada acehtoday.id/, Rabu (24/6/2026).

    Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai penyebab kejadian serta langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

    SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik
    Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman. Foto Dok Pribadi

    Kapal Aceh Hebat 2 dikelola oleh ASDP

    Kapal Aceh Hebat 2 dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kapal tersebut melayani penyeberangan Banda Aceh – Sabang. Kapal Aceh Hebat dibeli menggunakan dana otonomi khusus.

    SEI meminta pihak Syahbandar, operator kapal, dan instansi terkait untuk menyampaikan kronologi kejadian secara transparan kepada masyarakat. Penjelasan tersebut dinilai penting guna menghindari munculnya spekulasi dan memastikan proses penanganan berjalan secara akuntabel.

    Selain itu, SEI juga mendorong Kepolisian untuk membuka ke publik hasil  olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang mengetahui atau terlibat dalam operasional kapal sebelum insiden terjadi.

    @acehtoday.id/ 🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh #Aceh #BandaAceh #BeritaAceh #infoaceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

    “Kami meminta agar proses investigasi dilakukan secara profesional dan independen. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja maupun keselamatan pelayaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

    SEI juga meminta penyidik untuk memeriksa berbagai dokumen yang berkaitan dengan operasional kapal dan keberadaan korban, termasuk dokumen awak kapal, manifes penumpang, dokumen praktik atau pelatihan mahasiswa pelayaran, serta dokumen keselamatan kapal yang relevan.

    Sumatera Environmental Initiative berharap proses investigasi dapat dilakukan secara transparan, objektif, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak korban, sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran di Aceh.

    Para korban luka bakar dari peristiwa itu merupakan mahasiswa BP2IP/Politeknik Pelayaran Malahayati. Saat ini korban masih dalam perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sementara satu orang korban atas nama Fahri Edi Eco meninggal dunia dalam proses perawatan. Jenazah korban sudah disemayamkan di Medan, Sumatera Utara.

    Kamar mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 diduga kebakaran saat kapal tersebut hendak merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menjelang pukul 12.00 WIB.
    Korban terluka akibat kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 sedang dievakuasi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
    Sumber foto: Tim SAR Aceh.
  • Kepala BNPB Tinjau Huntap Bireuen, 167 Unit Hampir Rampung

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Kabupaten Bireuen, Selasa (23/6/2025). Ia memastikan ratusan unit hunian itu segera bisa ditempati masyarakat.

    Di Bireuen, pembangunan huntap telah mencapai 167 unit yang tersebar di lima kecamatan — Jangka, Juli, Samalanga, Peudada, dan Peusangan. Suharyanto menyebut progres itu cukup menggembirakan dan tidak akan lama lagi warga bisa menghuni rumah baru mereka.

    “Kami melihat progres pembangunan huntap di Bireuen cukup baik, yang sudah jadi ada 100 lebih. Targetnya, seluruh pembangunan huntap di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat diselesaikan hingga akhir 2027,” ujar Suharyanto dilansir oleh laman resmi BNPB

    Sebelum ke Bireuen, Kepala BNPB juga telah menyambangi sejumlah titik pembangunan huntap di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Khusus di Aceh Utara, tujuh unit telah rampung dari target 109 unit yang direncanakan.

    Rumah warga tertimbun material usai dilanda banjir bandang, di Pidie Jaya, Aceh. Foto Acehonline
    Rumah warga tertimbun material usai dilanda banjir bandang, di Pidie Jaya, Aceh. Foto Acehonline

    Dalam kunjungan itu, Suharyanto tak sekadar memantau fisik bangunan. Ia juga berdialog langsung dengan warga penerima manfaat untuk menyerap aspirasi dan menindaklanjuti keluhan soal kondisi hunian. Hasilnya, masyarakat menyambut positif bantuan tersebut, terutama kalangan menengah ke bawah yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

    “Rumah adalah kebutuhan dasar yang sangat penting. Pemerintah hadir agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka sangat bersyukur mendapat bantuan ini,” katanya.

    Rp60 Juta per Huntap

    Setiap unit huntap dibangun dengan nilai bantuan Rp60 juta. Meski demikian, BNPB menemukan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki pada beberapa unit. Pihak pelaksana diminta segera menindaklanjuti temuan tersebut secara bertahap.

    Suharyanto juga membuka peluang peningkatan anggaran dari Rp60 juta menjadi Rp70 juta hingga Rp80 juta per unit. Penambahan dana itu memungkinkan perbaikan kualitas, mulai dari perluasan pemasangan keramik, pelebaran teras, peningkatan material dinding, hingga penyempurnaan fasilitas sanitasi.

    Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar Pulihkan Sekolah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh
    Tumpukan gelondongan kayu di lingkungan masjid di Aceh Tamiang usai diterjang bencana banjir bandang November 2025. Foto Rmolaceh/dok BFLF Aceh

    “Angka Rp60, Rp70, atau Rp80 juta untuk rumah tipe 36 saya kira masih relatif tidak mahal. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan pemerintah pusat akan mendengar suara dari bawah,” tambahnya.

    Pembangunan huntap merupakan bagian dari program percepatan pemulihan pascabencana guna memastikan warga terdampak memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, dan berkelanjutan.