DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kopdes Merah Putih usai 5 Peserta Tewas

acehtoday.id/ | Jakarta — Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meninggal dunia dalam pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) program Sekolah Penggerak Pengembangan Indonesia (SPPI). Insiden ini memantik desakan evaluasi dari DPR RI terhadap seluruh penyelenggaraan pelatihan, mulai dari seleksi kesehatan hingga sistem penanganan medis darurat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Nurdin Halid, menyebut tragedi ini harus menjadi momentum berbenah. Ia menegaskan keselamatan peserta tidak boleh dikompromikan meski pembentukan kompetensi tetap harus terjaga kualitasnya.

“Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia,” tegas Nurdin, mengutip Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Selain soal keselamatan, Nurdin mendorong penyempurnaan kurikulum agar lulusan SPPI benar-benar siap mengelola koperasi desa secara profesional. Materi pelatihan, menurutnya, perlu diperkuat dengan kompetensi teknis seperti stock opname, visual merchandising, strategi pemasaran, hingga penguasaan akuntansi dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

Kepala BPSDM Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, mengungkapkan kronologi kelima korban. Nola Dya Sari dari Satdik Dodik Bela Negara Kalimantan meninggal 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan panas badan saat malam hari. Ia dinyatakan meninggal pukul 21.03 WIB akibat henti jantung setelah sempat dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Anisa Muyassaroh dari Satdik Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, mengalami heat stroke dan henti jantung pada 18 Juni 2026. Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, meninggal 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest. Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta dinyatakan meninggal 22 Juni 2026 akibat tuberkulosis paru aktif yang terdeteksi setelah kondisinya kritis di ICU.

Korban kelima, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yon Parako 465, sempat membaik setelah mengeluhkan sesak napas pada 25 Juni 2026. Namun kondisinya kembali menurun dan ia meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB di RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Nurdin menegaskan, keberhasilan program Kopdes Merah Putih bukan semata soal besaran investasi, melainkan bergantung pada kualitas SDM yang disiapkan. “Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment