SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik

SEI DesakHasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sumatera Environmental Initiative (SEI) mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap insiden ledakan yang terjadi di ruang mesin Kapal Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat 12/6/2026 lalu yang mengakibatkan sedikitnya 15 orang mengalami luka bakar satu di antaranya meninggal dunia.

Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman, menyatakan bahwa insiden ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak karena melibatkan banyak korban dan terjadi pada sarana transportasi publik yang melayani masyarakat Aceh.

“Peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa dalam sektor transportasi laut karena jumlah korban yang cukup banyak. Selain itu, masih terdapat sejumlah informasi yang belum dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama terkait kronologi kejadian, aktivitas yang berlangsung sebelum ledakan, serta status keberadaan para mahasiswa pelayaran di atas kapal saat insiden terjadi,” ujar Sulaiman dalam keterangan tertulis kepada acehtoday.id/, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai penyebab kejadian serta langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik
Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman. Foto Dok Pribadi

Kapal Aceh Hebat 2 dikelola oleh ASDP

Kapal Aceh Hebat 2 dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kapal tersebut melayani penyeberangan Banda Aceh – Sabang. Kapal Aceh Hebat dibeli menggunakan dana otonomi khusus.

SEI meminta pihak Syahbandar, operator kapal, dan instansi terkait untuk menyampaikan kronologi kejadian secara transparan kepada masyarakat. Penjelasan tersebut dinilai penting guna menghindari munculnya spekulasi dan memastikan proses penanganan berjalan secara akuntabel.

Selain itu, SEI juga mendorong Kepolisian untuk membuka ke publik hasil  olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang mengetahui atau terlibat dalam operasional kapal sebelum insiden terjadi.

@acehtoday.id/ 🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh #Aceh #BandaAceh #BeritaAceh #infoaceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

“Kami meminta agar proses investigasi dilakukan secara profesional dan independen. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja maupun keselamatan pelayaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

SEI juga meminta penyidik untuk memeriksa berbagai dokumen yang berkaitan dengan operasional kapal dan keberadaan korban, termasuk dokumen awak kapal, manifes penumpang, dokumen praktik atau pelatihan mahasiswa pelayaran, serta dokumen keselamatan kapal yang relevan.

Sumatera Environmental Initiative berharap proses investigasi dapat dilakukan secara transparan, objektif, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak korban, sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran di Aceh.

Para korban luka bakar dari peristiwa itu merupakan mahasiswa BP2IP/Politeknik Pelayaran Malahayati. Saat ini korban masih dalam perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sementara satu orang korban atas nama Fahri Edi Eco meninggal dunia dalam proses perawatan. Jenazah korban sudah disemayamkan di Medan, Sumatera Utara.

Kamar mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 diduga kebakaran saat kapal tersebut hendak merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menjelang pukul 12.00 WIB.
Korban terluka akibat kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 sedang dievakuasi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
Sumber foto: Tim SAR Aceh.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *