Rakyat News – Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melaksanakan penawaran perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. RANS menjadi perusahaan ketujuh yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data dari papan perdagangan BEI, saham RANS mengalami lonjakan hingga mencapai Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,12%, dengan harga mencapai Rp 228 per saham. Sebelumnya, harga awal yang ditawarkan RANS adalah Rp 120 per saham.
Dalam IPO ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru, yang setara dengan 20,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi ini, RANS berhasil menghimpun dana total sebesar Rp 429,25 miliar.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menunjukkan rasa haru atas pencapaian perusahaan ini. Ia mengungkapkan bahwa IPO ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor ekonomi strategis lainnya.
“Maaf ya, saya agak sedikit terharu. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya,” ujarnya sambil menahan haru di Main Hall BEI, Jakarta.
Menurut Nagita, IPO RANS adalah bukti bahwa karya memiliki nilai yang diakui secara profesional dalam ekonomi. Ia menyatakan bahwa industri kreatif kini tidak lagi berada di pinggiran, melainkan sejajar dengan industri utama.
“Ide karya ketulusan para kreator Indonesia ini memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran, kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini,” tambahnya.
RANS berencana menggunakan dana dari IPO ini untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang. Sekitar 37,61% atau Rp 161,5 miliar akan digunakan untuk penyelenggaraan konser.
Selanjutnya, 19,80% atau Rp 85 miliar akan dialokasikan untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Selain itu, 18,64% atau Rp 80 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Terakhir, 8,15% atau Rp 35 miliar akan digunakan untuk investasi dalam perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Tinggalkan Balasan