Seputar Aceh – Senegal akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka melawan Prancis dalam pertandingan pembuka Grup I di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada 17 Juni. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Senegal untuk mengingat kemenangan mengejutkan mereka atas Prancis di Piala Dunia 2002.
Sebagaimana dilaporkan oleh Tempo.co English, Senegal tiba di turnamen ini dengan kenangan kemenangan bersejarah 1-0 atas Prancis di Seoul, Korea Selatan, pada debut Piala Dunia mereka. Gol dari Papa Bouba Diop menjadi penentu kemenangan, yang sekaligus menandai awal dari kegagalan Prancis dalam mempertahankan gelar juara.
Senegal Menghadapi Tantangan Baru
Situasi di Piala Dunia 2026 berbeda jauh bagi Prancis, yang kini dianggap sebagai salah satu favorit untuk meraih gelar. Tim asuhan Didier Deschamps memasuki turnamen ini dengan kepercayaan diri setelah menjalani kualifikasi yang sangat sukses, hanya kehilangan dua poin.
Dalam tujuh edisi terakhir Piala Dunia, Prancis berhasil mencapai empat final, mencerminkan konsistensi mereka di pentas internasional. Meskipun kalah 2-1 dari Pantai Gading dalam pertandingan persahabatan pada 4 Juni, Prancis bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Irlandia Utara dalam pertandingan berikutnya.
Serangan Prancis tetap menjadi salah satu yang terkuat di turnamen ini. Kapten Kylian Mbappé diharapkan memimpin lini depan, didukung oleh Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Désiré Doué. Mbappé memasuki turnamen dengan 56 gol untuk tim nasional dan berpeluang menambah koleksi golnya.
Didier Deschamps juga memiliki peluang untuk mencapai tonggak sejarah baru. Dengan 14 kemenangan di pertandingan final Piala Dunia, ia hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menyamai rekor 16 kemenangan yang dipegang oleh pelatih legendaris Jerman Barat, Helmut Schön.
Senegal, di sisi lain, berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka masih bisa menjadi penantang yang tangguh. Dengan pengalaman dari turnamen sebelumnya, mereka berharap dapat mengulangi kesuksesan yang sama dan menciptakan momen bersejarah lainnya.
Peluang Senegal untuk meraih hasil positif dalam pertandingan ini akan bergantung pada performa kolektif tim dan kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan sebagai underdog. Kemenangan akan menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia ini.
Perhatian kini tertuju kepada bagaimana kedua tim akan beradaptasi dengan tekanan dan ekspektasi yang mengelilingi pertandingan ini. Prancis sebagai favorit, dan Senegal sebagai tim yang ingin mengulang sejarah, menciptakan dinamika menarik yang akan diperhatikan oleh para penggemar di seluruh dunia.
Hari pertandingan yang ditunggu-tunggu ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi Senegal untuk membuktikan diri di pentas dunia. Seluruh mata akan tertuju pada MetLife Stadium saat kedua tim bersiap untuk bertanding.
Tinggalkan Balasan