acehtoday.id/ | Banda Aceh – PT ASDP Cabang Banda Aceh akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terlambat diangkut oleh kapal KMP Aceh Hebat 2 setelah terjadi peristiwa ledakan mesin kapal yang melukai 15 orang, Jumat (12/6/2026).
“Untuk penumpang dan kendaraan yang telat diangkut, kami akan memberikan service meal berupa makanan dan minuman,” kata General Manager PT ASDP Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan RSUDZA.
Berkoordinasi dengan KSOP Kelas IV Malahayati, pihaknya juga akan menyediakan keberangkatan tambahan menggunakan kapal KMP BRR bagi penumpang dan kendaraan yang tetap ingin menyeberang ke pulau Sabang.
“Biasanya KMP BRR hanya ada 3 trip, tapi kami akan sediakan 4 trip kali ini bagi penumpang dan kendaraan yang ingin menyeberang,” pungkas Andre.
Sebelumnya, sebanyak 15 orang terluka dalam peristiwa diduga ledakan mesin di KMP Aceh Hebat 2 saat di Pelabuhan Ulee Lheue. Korban yang mengalami luka diantaranya 14 taruna Politeknik Pelayaran serta satu instruktur sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM).
Akibat ledakan mesin tersebut, para korban dievakuasi dan sedang mendapat perawatan di RSUDZA Banda Aceh.
Adapun pihak ASDP Cabang Banda Aceh telah menyatakan komitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan korban serta keluarga korban selama di Banda Aceh.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab diduga mesin kapal yang tiba-tiba meledak saat kegiatan belajar mengajar lapangan ini.
ASDP Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh mengatakan akan mengakomodasi seluruh biaya perawatan 15 korban terluka akibat ledakan di mesin kapal KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).
“Kami akan mengakomodir seluruh biaya pengobatan rumah sakit korban, termasuk keluarga yang datang dari luar daerah. Juga biaya kebutuhan korban dan keluarga selama di Banda Aceh,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan IGD RSUDZA.
Andre menuturkan besaran biaya yang ditanggung pihaknya tidak akan dibatasi dan akan menyesuaikan kebutuhan korban dan keluarga korban, termasuk biaya transportasi selama di Banda Aceh.
Pihaknya juga membuka posko pelayanan untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi dan kebutuhan biaya.



