Tag: Perang Iran AS

  • Dunia Lega, Trump Batalkan Serangan Lanjutan ke Iran, Perang Besar-besaran Kembali Terhindar

    Dunia Lega, Trump Batalkan Serangan Lanjutan ke Iran, Perang Besar-besaran Kembali Terhindar

    acehtoday.id/ – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membatalkan serangan lanjutan yang direncanakan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa pembicaraan dengan Republik Islam tersebut telah berlanjut dengan pimpinan tertinggi negara itu.

    Pengumuman tersebut datang hanya beberapa jam setelah ia kembali mengancam akan menyerang Iran “dengan sangat keras” setelah dua hari melakukan serangan pasca insiden jatuhnya Helikopter AH-64 Apache militer AS di Selat Hormuz yang dikuasai Teheran.

    AS menuduh Iran yang menembak jatuh helikopter tersebut. Teheran membantah bertanggung jawab dan menanggapi serangan AS dengan menyerang balik pangkalan-pangkalan militer AS AS di Bahrain , Kuwait, dan Yordania.

    Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Kamis, Trump mengatakan bahwa “serangan dan pemboman yang dijadwalkan” telah dibatalkan karena negosiasi “yang dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui.”

    Dia mengatakan “diskusi dan poin-poin akhir” telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk AS, Israel, Arab Saudi, dan beberapa negara regional lainnya.

    Namun Trump menegaskan blokade angkatan laut yang dipimpin AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz “akan tetap berlaku sepenuhnya”.

    Koresponden Al Jazeera di Teheran melaporkan bahwa seorang pejabat senior Iran mengatakan proposal nota kesepahaman dengan AS “sedang dipertimbangkan” oleh para pemimpin tertinggi negara itu, yang mungkin akan berujung pada penandatanganan, tetapi waktunya masih bersifat spekulatif.

    Pengumuman Trump tersebut membuat dunia kembali lega, karena tidak sampai menimbulkan perang besar-besaran yang sempat mereda pasca gencatan senjata pada April lalu.

    Seperti diketahui, perang besar meletus pada 28 Februari lalu setelah militer gabungan Amerika-Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Militer Iran membalas dengan membombardir seluruh wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di Timur Tengah yang tersebar di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, Yordania, hingga Arab Saudi.

  • Iran Rudal Markas Armada Kelima AS di Bahran dan Pangakalan Udara di Yordania

    Iran Rudal Markas Armada Kelima AS di Bahran dan Pangakalan Udara di Yordania

    acehtoday.id/ | Iran telah merespon serangan militer Amerika Serikat (AS) dengan membombardir markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan markas Angkatan Udara di Yordania.

    Serangan Iran ini sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah wilayah Iran pada Selasa dan Rabu dini hari waktu setempat. Amerika melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran setelah jatuhnya helikopter canggih Apache di Selat Hormuz.

    Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menyerang Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain dan sebuah pangkalan udara di Yordania dengan drone dan rudal sebagai tanggapan atas serangan AS di Iran selatan, menurut laporan media pemerintah.

    Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak serangan terbaru dari kedua belah pihak, namun insiden yang dipicu oleh jatuhnya Helikopter Apache ini merupakan salah satu eskalasi terburuk setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada pertengahan April untuk mengakhir perang besar-besaran yang meletus sejak 28 Februari 2026 lalu, serta tengah duduk di atas meja untuk melakukan pembicaraan damai mengakhiri perang sepenuhnya.

    Presiden AS Donald Trump menuduh Iran yang menembak jatuh helikopter serang AH-64 Apache di atas Selat Hormuz. Teheran belum secara langsung mengkonfirmasi klaim AS bahwa helikopter itu ditembak jatuh, dengan Al Jazeera mengutip seorang diplomat senior Iran yang mengatakan bahwa “tidak ada serangan yang disengaja” terhadap pesawat tersebut.

    Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya melakukan “serangan bela diri” terhadap Iran sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai penembakan jatuh helikopter serang AS oleh pasukan Iran di atas Selat Hormuz pada hari Senin.

    Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan AS telah memilih untuk “menguji tekad kami” dan bahwa angkatan bersenjata Iran “tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan”.

  • Amerika Serang Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Selat Hormuz

    Amerika Serang Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Selat Hormuz

    acehtoday.id/ | Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran setelah jatuhnya Helikopter Apache di Selat Hormuz. AS menuduh Iran yang menembak jatuh helikopter serang canggih tersebut.

    Militer AS mengatakan serangan dimulai pada Selasa (9/6/2026) pukul 22:00 waktu setempat. Serangan ini disebut sebagai “tanggapan proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan”.

    Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan di Pulau Qeshm di Selat Hormuz, dan di pelabuhan Sirik dan Jask selama gelombang serangan pertama.

    Laporan tersebut menyebutkan adanya ledakan lebih lanjut di Jask sekitar pukul 00:00 pada hari Rabu dan di Bandar Abbas pada pukul 01:00 waktu setempat.

    Serangan AS tersebut langsung direspon oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS AS di Bahrain, serta Pnagkalan Udara AS di Yordania.

    Insiden yang dipicu oleh jatuhnya Helikopter Apache ini merupakan salah satu eskalasi terburuk setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada pertengahan April untuk mengakhir perang besar-besaran yang Meletus sejak 28 Februari 2026 lalu.

    Presiden AS Donald Trump dengan cepat menuduh Iran yang telah menembak jatuh helikopter serang AH-64 Apache di atas Selat Hormuz, dan langsung memerintahkan serangan balasan yang proporsional.

    Teheran belum secara langsung mengkonfirmasi klaim AS bahwa helikopter itu ditembak jatuh, dengan Al Jazeera mengutip seorang diplomat senior Iran yang mengatakan bahwa “tidak ada serangan yang disengaja” terhadap pesawat tersebut.