Tag: simeulue

  • Jalan Simpang Koridor Simeulue Resmi Dibangun, Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp8,6 Miliar

    acehtoday.id/ | Simeulue – Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) senilai Rp8.604.000.000 pada tahun anggaran 2026 dialokasikan untuk pembangunan Jalan Simpang Koridor di Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue. Proyek Pembangunan Lanjutan Peningkatan Jalan Simpang Koridor sepanjang 2,06 kilometer ini saat ini masih dalam tahap proses sistem E-Katalog (Purchasing), sebelum dalam waktu dekat memasuki tahap penandatanganan kontrak pelaksanaan pekerjaan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Simeulue, Samsuar, membenarkan kegiatan proyek yang bersumber dari DOKA tersebut kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    “Sedang dalam proses kegiatan yang bersumber dari DOKA tahun anggaran 2026 itu,” tulis Samsuar melalui pesan singkat WhatsApp.

    Ruas Jalan Pintas Penghubung Teluk Dalam dan Simeulue Barat

    Berdasarkan sumber-sumber yang dihimpun acehtoday.id/, ruas jalan yang dibangun dengan anggaran DOKA tersebut merupakan jalur yang menghubungkan Kecamatan Teluk Dalam dan Kecamatan Simeulue Barat.

    Terdapat dua ruas jalan di kawasan tersebut, yakni satu ruas jalan yang telah lama diaspal dan melintasi sejumlah desa berpenghuni di Kecamatan Teluk Dalam, namun membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

    Sementara itu, ruas jalan yang akan dibangun dengan anggaran DOKA memiliki rute perjalanan yang jauh lebih singkat, hanya membutuhkan sekitar 15 menit. Kondisi ini membuat rute tersebut nyaris tidak pernah sepi selama 24 jam, karena terus digunakan para pelintas sebagai jalur alternatif yang lebih cepat.

    Rute Simpang Koridor yang menerobos hutan dan pegunungan itu sendiri pertama kali dibuka dan dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Darmili, meski data serapan anggaran pada periode tersebut tidak ditemukan.

    Pembangunan kemudian berlanjut secara bertahap: pada 2018 pemerintah menggelontorkan anggaran Rp2,7 miliar, dilanjutkan pada 2020 sebesar Rp4,4 miliar, dan terbaru pada 2026 sebesar Rp8,6 miliar.

    Sekda Simeulue Minta Percepatan Realisasi Anggaran

    Sekretaris Daerah (Sekda) Simeulue, Asludin, meminta seluruh pihak Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Teknis untuk mempercepat realisasi penyerapan tahap I kegiatan fisik yang bersumber dari DOKA dan Dana Alokasi Umum (DAU), dengan mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku.

    “Seluruh SKPK harus pedomani Surat Edaran Bupati Simeulue, nomor: 900/17/2026, tanggal 3 Juli 2026. Supaya harus mempercepat realisasinya penyerapannya,” kata Asludin.**

  • Keropos Berat Jembatan Kuala Babek Kolok, Ancam Keselamatan Pelintas

    acehtoday.id/ | Simeulue – Fasilitas Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, telah rusak dan keropos berat yang mengancam keselamatan pelintas.

    Jembatan Kuala Babek Kolok yang telah usak dan kropos berat itu, merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan kepelabuhan kapal feri sehingga rutin dilintasi kenderaan bermuatan berat.

    Diketahui rusak dan kropos berat jembatan yang rutin dilindas kenderaan bermuatan berat, yang turun dari kapal feri maupun kenderan yang hendak naik kapal feri, disampaikan Fendi (58) warga Kota Sinabang, kepada acehtoday.id/. Selasa (14/7/2026).

    "Jembatan itu sangat mengancam keselamatan, karena kalau kita lihat diatas permukaan jembatan memang bagus, tapi bila kita lihat kelantani bawah jembatan itu, sudah rusat dan kropos berat. Apa harus ada tumbal korban jiwa dulu disitu baru dibuat Pemerintah," kata Fendi.

    Fendi juga mengingatkan masyarakat, terutama pengendara bermuatan berat saat melintasi Jembatan Kuala Babek Kolok itu, supaya tidak tertipu dengan mulusnya permukaan jembatan itu, yang telah berulangkali ditambal sulam oleh Pemerintah.

    Terkait rusak dan kropos berat lantai bawah jembatan itu, juga dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simeulue adalah Irawan Fuady, ST, keoada SeutarAceh.id. Selasa (13/7/2026).

    “Iya benar, sekitar 60 kerusakan jembatan Kuala Babek Kolok itu, terutama struktir fisik bagian bawah. Betul jembatan itu merupakan satu-satunya jalur rutin yang dilintasi kenderaan bermuatan berat, terutama kenderaan bermuatan yang baru turun dari kapal feri,” kata Irawan Fuady.

    Fasilitas Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, telah rusak dan kropos berat yang mengancam keselamatan pelintas. Foto: acehtoday.id/

    Rencana Perbaikan Jembatan Kuala Babek Kolok

    Dalam kesempatan itu juga Irawan Fuady sepakat dengan kekhawatiran yang disampaikan Fendi, namun pihaknya telah melakukan upaya langkah awal dengan perncanaan Detail Engineering Design (DED) untuk dapat masuk dalam DPA Perubahan 2026.

    Sedangkan kebutuhan anggaran untuk biaya pembangunan baru Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, sepanjang 12 meter itu, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4-5 miliar.

    “Bila terkabul dan tertampung, maka telah teratasi satu permasalahan yang sangat vital untuk menyelamatkan pelintas dijalur pintu masuk wilayah Kabupaten Simeulue,” imbuh Irawan Fuady.

  • Hari Pertama Sekolah, Kacabdin Simeulue Warning Kepsek yang Absen

    acehtoday.id/ | Simeulue – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026-2027 tingkat SLTA sederajat langsung diwarnai peringatan tegas dari Kacabdin Aceh Wilayah Kabupaten Simeulue kepada seluruh kepala sekolah di wilayahnya.

    Peringatan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Wilayah Kabupaten Simeulue, M. Daud H, S.Ag., M.Pd, saat pertemuan singkat dengan ratusan orang tua murid baru di SMA Negeri 1 Sinabang, Senin (13/7/2026).

    M. Daud menegaskan, apabila ada kepala sekolah tingkat SLTA sederajat yang tidak hadir selama dua hari berturut-turut sejak dimulainya tahun ajaran baru, maka jabatannya akan langsung diganti dengan status Pelaksana Tugas (Plt).

    “Tahun ajaran baru 2026-2027 tingkat SLTA sederajat, resmi dimulai hari ini. Saya peringatkan kepada para sekolah tingkat SLTA sederajat yang ada di Kabupaten Simeulue, bila tidak hadir hari ini dan besok, akan saya Plt-kan jabatan kepala sekolah dan saya tidak main-main,” kata M. Daud.

    Cabdin Simeulue Awasi 36 SLTA Sederajat di 10 Kecamatan

    M. Daud menjelaskan, saat ini Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Wilayah Kabupaten Simeulue memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap 36 SLTA sederajat, termasuk di dalamnya 8 SMK, yang tersebar di 10 kecamatan dalam wilayah kepulauan tersebut.

    “Cabdin Aceh Wilayah Kabupaten Simeulue, memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap 36 SLTA sederajat, termasuk 8 SMK. Orang tua murid merupakan mitra sekolah, maka kita harus saling komunikasi untuk pendidikan dan masa depan generasi bangsa,” imbuh M. Daud.

    Orang Tua Diminta Bijak Penuhi Permintaan Anak

    Selain menegur kepala sekolah, M. Daud turut mengingatkan para orang tua murid agar tidak selalu merestui setiap permintaan anak-anaknya. Menurutnya, kebiasaan tersebut berpotensi menjerumuskan orang tua ke dalam lilitan utang piutang.

    Peringatan ini disampaikan langsung di hadapan ratusan orang tua murid baru yang hadir dalam pertemuan di SMA Negeri 1 Sinabang, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat antara pihak sekolah dan keluarga siswa sejak awal tahun ajaran.

  • Lima Tahun Berjuang, Warga Simeulue Ini Akhirnya Sukses “Ciptakan” Sapi Unggul Sendiri

    acehtoday.id/ | Simeulue – Selama lima tahun, tak sia-sia upaya Izman Nazara (49), warga Desa Ganting, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue untuk mendapatkan sapi unggul yang bernilai mahal.

    Perdana dan sukses kembangkan sapi unggul yang bernilai mahal itu, dari hasil penantian panjang upaya Izman Nazara bersama tim teknis ahli dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Simeulue.

    Hasil program kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) itu, menghasilkan dua ekor Sapi Berkualitas atau sapi unggul, yakni sapi betina unggul jenis simental, telah berusia 11 bulan, dengan bobot badan encapai 300 kilogram dan sapi jantan unggul jenis limousin yang berusia sehari sejak lahir,  memiliki bobot badan 30 Kilogram.

    Sukses dan perdana dikembangkan Sapi Berkualitas jenis limousin dan sapi unggul simental dari hasil Inseminasi Buatan (IB) Kabupaten Simeulue itu, dijelaskan Izman Nazara, yang ditemui acehtoday.id/, Minggu (12/7/2026.

    "Sejak tahun 2022 lalu, saya berupaya untuk mendapatkan sapi unggulan dari hasil program kawin suntik ini. Alhamdulillah, tidak sia-sia dan kini sapi betina unggul jenis simental berusia 11 bulan dan sapi jantan unggul jenis limousin yang lahir sekitar 20 jam lalu," kata Izman Nazara dengan mata berbinar.

    Masih menurut Izman Nazara, menceritakan upayanya itu sempat beberapa kali gagal, namun tidak membuatnya patah arang, dan mengikuti setiap detail intruksi dari tim teknis ahli Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Simeulue.

    Lima Tahun Berjuang, Warga Simeulue Ini Akhirnya Sukses "Ciptakan" Sapi Unggul Sendiri

    Dia juga mengisahkan pengalamannya perna gagal total, karena sapi indukan yang telah mendapat Inseminasi Buatan (IB) itu, tidak ekstra dijaga, tidak dikandangkan bahkan dilepas liarkan, sehingga sapi yang sedang bunting benih unggul itu mati.

    Diperparah lagi kegagalannya itu mendapat cibiran dari oknum warga, karena dinilai telah menghabiskan uang pribadinya sekitar Rp30 juta, termasuk dirinya membeli sapi betina yang masih satu garis keturunan dengan sapi unggul.

    "Bila ingin mendapat Sapi Berkualitas dari hasil program kawin suntik, wajib harus ekstra 24 jam dijaga, dikandangkan dan harus disediakan pakannya serta ikuti intruksi dari tim teknis termasuk bibit IB sapi unggulnya juga gratis telah disediakan dari Dinas Peternakan," imbuhnya.

    Kini Izman Nazara sedang menunggu kelahiran ketiga Sapi Berkualitas dari hasil program kawin suntik, sedangkan sapi betina Simental masih berusia 11 bulan dibanderol Rp20 juta dan sapi jantan Limousin yang baru berusia sekitar 20 jam itu, juga dibanderol sekitar Rp10 juta.

    "Kita ikuti setiap intruksi tim teknis, pasti tidak gagal. Saat ini juga saya sedang menantikan kelahiran sapi unggul yang ketiga, maka sudah saya siapkan satu hektar khusus pakan dan satu hektar untuk lanjutan lokasi sarana pengembangan sapi unggul," tutup Izman Nazara.

    Perdana Inseminasi Buatan Sukses jadikan Sapi Unggul

    Perdana dan sukses Inseminasi Buatan (IB) Sapi Unggul yang diusahakan oleh warga lokal itu, dibenarkan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Simeulue, Syuhelmi.SP.

    "Alhamdulillah, hasil program kawin suntik Sapi Berkualitas perdana telah berhasil dan sukses. Hasilnya telah lahir sapi betina unggul jenis Simental dan sapi jantan unggul jenis Limousin," kata Syuhelmi kepada acehtoday.id/, Minggu (12/7/2026).

    Dengan keberhasilan tersebut, Syuhelmi mengajak masyarakat Kabupaten Simeulue, untuk mengembangkan sapi dengan metode Inseminasi Buatan (IB), pihak Disbunakkeswan setempat telah sediakan secara gratis bibit atau frozen semen sapi unggul.

    "Kita harapkan Masyarakat Kabupaten Simeulue, dapat beralih ke peternakan metode hasil program kawin suntik untuk mendapatkan sapi unggul. Bibit atau frozen semen sapi unggul itu telah tersedia gratis termasuk tenaga tim teknisnya," imbuh Syuhelmi.

    Syuhelmi menyebutkan, sapi unggul yang berhasil perdana dikembangkan oleh Izman Nazara itu, jenis sapinya sama dengan sapi kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Meugang Puasa dan sapi Kurban Lebaran Haji lalu kepada masyarakat Kabupaten Simeulue

    "Sapi unggul yang dikembangkan Izman Nazara itu, sama jenis sapinya dengan sapi Bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Meugang Puasa dan sapi Kurban Lebaran Haji," tutup Syuhelmi.

    Keberhasilan pengembangan sapi melalui hasil program kawin suntik di Kabupaten Simeulue diharapkan menjadi contoh bagi peternak lain untuk meningkatkan kualitas ternak secara bertahap. Selain menghasilkan sapi dengan bobot dan nilai jual yang lebih tinggi, metode ini juga dinilai mampu mempercepat peningkatan populasi sapi unggul sehingga dapat mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan peternak di daerah.

  • Angka Kerugian Belum Diketahui, Baitulmal Alokasikan Bantuan Korban Kebakaran

    acehtoday.id/ | Simeulue – Memasuki hari kedua, Rabu (8/7/2026) pasca bencana musibah kebakaran di Sinabang, Ibukota Kabupaten Simeulue, belum diketahui angka kerugian.

    Belum diketahui angka kerugian, dampak bencana kebakaran itu, terungkap saat kunjungan Wakil Bupati, Nusar Amin. Sekda Simeulue, Asludin dan Asisten serta Ketua Badan Baitulmal setempat.

    Dalam pertemuan singkat yang digelar di lokasi kebakaran Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, T. Ridwan, SP mengatakan nilai kerugian dampak bencana kebakaran tersebut belum diketahui, sebab masih menunggu tim teknis melakukan perhitungan.

    Dalam pertemuan singkat itu, yang turut dihadiri korban bencana kebakaranmdan aparat desa Sinabang. T. Ridwan kembali menyebutkan, untuk masa tanggap darurat juga dikurangi menjadi 5 hari dari sebelumnya selama 7 hari.

    Sedangkan datan bangunan yang hangus, rusak berat juga berubah menjadi 6 unit Rumah dan Toko (Ruko) dan sudah termasuk bangunan Losmen atau penginapan, milik korban sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) atau 9 jiwa.

    Sedangkan yang korban terdampak dari bencana kebakaran itu sebanyak, 9 Kepala Keluarga (KK) atau 31 jiwa. “Bangunan yang hangus sebanyak 6 unit milik 6 KK. Sedangkan korban terdampak kebakaran sebanyak 9 KK,” imbuh T. Ridwan.

    Kalaksa BPBD Simeulue juga menyebutkan, musibah bencana kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01:10 WIB, Selasa (7/7/2026) tu tidak meluas, karena adanya fasilitas ground water tank yang terpaut sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

    “Kalau tidak ada fasilitas ground water tank itu, tidak bisa dibayangkan, mungkin bencana kebakaran ini meluas. Alhamdulillah tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa,” tutup T. Ridwan.

    Batulmal Simeulue Alokasikan Bantuan Kebakaran

    Masih dalam pertemuan singkat itu, pihak Baitulmal Kabupaten Simeulue, telah alokasikan bantuan korban kebakaran, untuk 6 KK masing-masing mendapat Rp2.500.000.

    Sedangkan untuk korban terdampak musibah bencana kebakaran tersebut, sebanyak 9 KK, juga telah dialokasikan bantuan untuk masing-masing mendapat bantuan Rp1.500.000.

    “Baitulmal Kabupaten Simeulue, telah alokasikan bantuan dalam bentuk uang tunai, kepada korban dan korban terdampak,” kata Wabup Nusar Amin.

    Dalam kesempatan iyu juga Wabup Simeulue, mengingatkan warga untuk waspadai potensi kebakaran dilingkungannya, terutama alat-alat memasak di dapur yang ada dalam rumah pribadi.

    “Kawasan ini padat pemukiman penduduk dan sudah berulangkali terjadi bencana kebakaran besar. Warga diharapkan lebih ekstra waspadai potensi kebakaran, terutama dari dapur rumah pribadi,” tutup Wakil Bupati Simeulue. (Ahmadi)

  • Belasan Ribu Petani Simeulue, Serentak Turun Humasa Sebbel

    acehtoday.id/ | Simeulue – Sebanyak 19.780 petani aktif di 10 Kecamatan Kabupaten Simeulue serentak turun ke sawah dalam kegiatan bertajuk Humasa Sebbel Khumaha Heba, sebagai upaya mengejar target dua kali tanam dan panen padi dalam setahun guna memenuhi kebutuhan pangan di 138 desa se-kabupaten kepulauan itu.

    “Ada sekitar 19.780 petani aktif, yang serentak turun kesawah atau Humasa Sebbel Khumaha Heba di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Simeulue, Kasirman kepada acehtoday.id/, Minggu (5/7/2026).

    Turun serentak mengolah sawah itu, pihaknya targetkan dalam satu tahun sebanyak dua kali menanam padi dan dua kali panen padi, sehingga kebutuhan pangan jenis beras dapat terpenuhi di 10 Kecamatan atau 138 desa dalam wilayah kepulauan.

    Kegiatan serentak turun ke sawah Humasa Sebbel Khumaha Heba itu, dinyatakan sebagai salah satu andalan utama Pemerintah Kabuoaten Simeulue untuk program resmi Ekonomi Biru dari sektor bidang Pertanian.

    Dengan Sumber Daya Manusia SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Pertanian yang tersebar di 10 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Simeulue itu, juga Kasirman tidak menapi, sejumlah kendala yang menghadang untuk kegiatan Humasa Sebbel Khumaha Heba.

    Kendala yang menghadang untuk pelaksanaan serentak turun keswah itu, yakni faktor cuaca, minim alsintan, serangan hama, masih banyak areal sawah dengan sistem tadah hujan atau tidak tersedia fasilitas irigasi.

    Kemudian kendala lainnya yang tidak bisa dihindari, yakni belum maksimal tersedia alsintan jenis Hand Traktor roda dua, termasuk masih banyak areal sawah yang belum dapat masuk alsintan moderen jenis roda empat.

    Kendala lainnya yang juga dinilai sangat penting, masih kurangnya akses Jalan Usaha Tani, untuk proses distribusi Alsintan yang hendak mengolah persawahan maupun akses distribusi hasil panen padi.

    "Kendala kita masih banyak, seperti yang saya sebutkan tadi. Untuk saat ini luas areal sawah yang LP2B seluas 7.172 hektar, dengan estimasi Produksi, rata-rata mencapai 5,5 ton gabah padi persatu hektar," imbuh Kasirman.

    Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Simeulue yang merincikan jumlah anggota petani aktif yang tersebar di 138 desa dalam 10 Kecamatan, yakni Alafan sebanyak 612 petani aktif.

    Kecamatan Salang sebanyak 1.830 petani aktif. Simeulue Barat sebanyak 2.372 petani aktif. Simeulue Cut sebanyak 982 petani aktif. Simeulue Tengah sebanyak 1.056 petani aktif. Simeulue Timur sebanyak 1.381 petani aktif.

    Kecamatan Teluk Dalam sebanyak 1.029 petani aktif.Teupah Barat sebanyak 1.778 petani aktif. Teupah Selatan sebanyak 1.706 petani aktif, dan terakhir Kecamatan Teupah Tengah sebanyak 1.035 petani aktif.

  • Simeulue Usulkan 1 Juta Bibit Cengkeh untuk Kembalikan Kejayaan “Petrodollar”

    acehtoday.id/ | Simeulue — Pemerintah Kabupaten Simeulue mengusulkan pengadaan sekitar 1 juta bibit cengkeh kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sebagai upaya mengembalikan kejayaan komoditas cengkeh yang pernah menjadi penopang utama perekonomian daerah berjuluk “Petrodollar”, usulan tersebut diajukan melalui pendanaan APBN dan APBA Tahun Anggaran 2027, dengan pengadaan bibit cengkeh jenis Zanzibar dan cengkeh lokal.

    Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue, Syuhelmi, SP, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menghidupkan kembali sektor perkebunan cengkeh yang selama puluhan tahun menjadi ikon sekaligus sumber penghasilan utama masyarakat.

    "Kita serius untuk mengembalikan kekayaan dan masa keemasan cengkeh, yang dulu membuat Simeulue dikenal sebagai 'Petrodollar' dari cengkeh, karena itu kami mengajukan usulan pengadaan sekitar 1 juta bibit cengkeh kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk tahun anggaran 2027," kata Syuhelmi kepada acehtoday.id/, Senin (29/6/2026).

    Menurutnya, usulan tersebut baru dapat diajukan untuk tahun 2027 karena alokasi anggaran APBN dan APBA Tahun 2026 telah ditetapkan sehingga tidak lagi memungkinkan untuk mengakomodasi program tersebut.

    1 Juta Bibit Cengkeh Dirancang Untuk Rehabilitasi Kebun

    Program pengadaan bibit tersebut dirancang untuk mendukung rehabilitasi kebun cengkeh seluas 8.230 hektare sekaligus pengembangan kebun cengkeh baru seluas 160 hektare, Syuhelmi menjelaskan, luas perkebunan cengkeh di Kabupaten Simeulue saat ini mencapai 16.026 hektare, dari total tersebut, sekitar 8.602 hektare berada dalam kondisi rusak, 2.024 hektare merupakan tanaman yang belum menghasilkan, sedangkan 5.400 hektare lainnya masih produktif dan terus dirawat oleh para petani.

    Ia menegaskan, cengkeh telah lama menjadi identitas Kabupaten Simeulue, Bahkan buah cengkeh menjadi bagian dari logo pemerintah daerah sebagai simbol sejarah dan potensi daerah tersebut.

    “Simeulue sejak dulu dikenal sebagai penghasil cengkeh, itu dibuktikan dengan logo Pemda yang memuat buah cengkeh, jadi ikon sebenarnya Simeulue adalah cengkeh, karena itu pemerintah daerah serius mengembalikan masa keemasan komoditas ini,” ujarnya.

    Simeulue Usulkan 1 Juta Bibit Cengkeh untuk Kembalikan Kejayaan "Petrodollar"
    Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Simeulue, Syuhelmi, SP. Senin (29/6/2026). Foto : HOacehtoday.id/

    Selain mengusulkan pengadaan 1 juta bibit cengkeh, Pemerintah Kabupaten Simeulue juga memberi perhatian terhadap kondisi perkebunan kelapa yang merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat di seluruh kecamatan.

    Saat ini, luas perkebunan kelapa mencapai 8.289 hektare, namun sekitar 65 persen tanaman telah berusia lebih dari 40 tahun, kondisi tersebut menyebabkan tanaman rentan terserang hama, produktivitas menurun, kualitas kopra semakin rendah, serta berdampak pada menurunnya pendapatan petani.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Simeulue juga mengusulkan sejumlah program kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, meliputi intensifikasi pengendalian hama, pemupukan tanaman, peremajaan atau penanaman ulang, serta penggunaan bibit kelapa lokal maupun bibit kelapa unggul.

    “Dulu Simeulue dikenal dengan julukan ‘Petrodollar’ dari cengkeh, sementara dari kelapa dikenal sebagai Pulau Seribu Kelapa. Julukan itu harus kita kembalikan. Tentunya, hal tersebut membutuhkan dukungan dari Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat,” tutup Syuhelmi.

  • Transportasi Laut Simeulue Alami Penyesuaian, Rute Calang dan Meulaboh Ditutup Sementara

    acehtoday.id/ | Simeulue – Aktivitas pelayaran kapal feri pada lintasan Pulau Simeulue–Calang, Aceh Jaya, serta Pulau Simeulue–Kuala Bubon, Meulaboh, Aceh Barat, untuk sementara dihentikan menyusul pekerjaan perbaikan di dua pelabuhan tujuan tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Kuala Bubon Meulaboh tengah menjalani proses perbaikan guna mendukung keselamatan operasional pelayaran.

    “Iya benar, untuk sementara dihentikan pelayaran rute lintasan Pulau Simeulue, Calang dan Meulaboh. Karena kedua pelabuhan Calang dan Meulaboh sedang dalam perbaikan,” kata Renil kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).

    Ia menjelaskan, layanan kapal feri pada lintasan Simeulue–Kuala Bubon Meulaboh telah dihentikan sejak 12 Juni 2026 dan direncanakan kembali beroperasi pada 7 Juli 2026, apabila proses perbaikan selesai sesuai jadwal.

    Sementara itu, penghentian pelayaran pada lintasan Simeulue–Calang akan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 1 hingga 30 Juli 2026.

    Meski dua lintasan tersebut ditutup sementara, masyarakat masih dapat menggunakan jalur penyeberangan lain yang tetap beroperasi, yakni Simeulue–Labuhan Haji, Aceh Selatan, serta rute Simeulue–Singkil dan Pulau Banyak. Layanan pada lintasan tersebut dilayani oleh KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3.

    Renil mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, agar tidak panik karena penghentian layanan dilakukan demi mendukung proses perbaikan pelabuhan yang berorientasi pada keselamatan pelayaran.

    Di sisi lain, warga Simeulue berharap pemerintah bersama ASDP tetap mengoptimalkan pelayanan pada rute yang masih beroperasi agar distribusi penumpang dan barang menuju Pulau Simeulue tidak terganggu.

    “Pemerintah dan ASDP jangan sampai lost kontrol, harus pastikan terlayani arus penumpang dan barang. Utamakan hak-hak penumpang, sebab bila lengah akan berpengaruh terhadap kondisi di Pulau Simeulue,” ujar Amran Jusmar (56), warga Sinabang.

    Laporan: Ahmadi