Keropos Berat Jembatan Kuala Babek Kolok, Ancam Keselamatan Pelintas

Written by

in

acehtoday.id/ | Simeulue – Fasilitas Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, telah rusak dan keropos berat yang mengancam keselamatan pelintas.

Jembatan Kuala Babek Kolok yang telah usak dan kropos berat itu, merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan kepelabuhan kapal feri sehingga rutin dilintasi kenderaan bermuatan berat.

Diketahui rusak dan kropos berat jembatan yang rutin dilindas kenderaan bermuatan berat, yang turun dari kapal feri maupun kenderan yang hendak naik kapal feri, disampaikan Fendi (58) warga Kota Sinabang, kepada acehtoday.id/. Selasa (14/7/2026).

"Jembatan itu sangat mengancam keselamatan, karena kalau kita lihat diatas permukaan jembatan memang bagus, tapi bila kita lihat kelantani bawah jembatan itu, sudah rusat dan kropos berat. Apa harus ada tumbal korban jiwa dulu disitu baru dibuat Pemerintah," kata Fendi.

Fendi juga mengingatkan masyarakat, terutama pengendara bermuatan berat saat melintasi Jembatan Kuala Babek Kolok itu, supaya tidak tertipu dengan mulusnya permukaan jembatan itu, yang telah berulangkali ditambal sulam oleh Pemerintah.

Terkait rusak dan kropos berat lantai bawah jembatan itu, juga dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simeulue adalah Irawan Fuady, ST, keoada SeutarAceh.id. Selasa (13/7/2026).

“Iya benar, sekitar 60 kerusakan jembatan Kuala Babek Kolok itu, terutama struktir fisik bagian bawah. Betul jembatan itu merupakan satu-satunya jalur rutin yang dilintasi kenderaan bermuatan berat, terutama kenderaan bermuatan yang baru turun dari kapal feri,” kata Irawan Fuady.

Fasilitas Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, telah rusak dan kropos berat yang mengancam keselamatan pelintas. Foto: acehtoday.id/

Rencana Perbaikan Jembatan Kuala Babek Kolok

Dalam kesempatan itu juga Irawan Fuady sepakat dengan kekhawatiran yang disampaikan Fendi, namun pihaknya telah melakukan upaya langkah awal dengan perncanaan Detail Engineering Design (DED) untuk dapat masuk dalam DPA Perubahan 2026.

Sedangkan kebutuhan anggaran untuk biaya pembangunan baru Jembatan Kuala Babek Kolok, Kecamatan Simeulue Timur, sepanjang 12 meter itu, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp4-5 miliar.

“Bila terkabul dan tertampung, maka telah teratasi satu permasalahan yang sangat vital untuk menyelamatkan pelintas dijalur pintu masuk wilayah Kabupaten Simeulue,” imbuh Irawan Fuady.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *