Dari Panton Labu ke Puncak UTU, Prof Nyak Amir Pimpin Transformasi Kampus Barat Selatan Aceh

acehtoday.id/ | Meulaboh — Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Sosok akademisi yang lama berkecimpung di dunia pendidikan tinggi, Prof. Dr. Nyak Amir, dipercaya memimpin kampus negeri kebanggaan masyarakat Barat Selatan Aceh untuk periode 2026–2030.

Kepercayaan itu diberikan melalui rapat senat pemilihan rektor yang digelar pada Kamis (25/6/2026). Dari total 28 suara yang digunakan oleh anggota Senat Universitas Teuku Umar dan perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Nyak Amir meraih 24 suara atau 85,71 persen dukungan.

Perolehan suara tersebut mengungguli dua kandidat lainnya. Dr. Ir. Irwansyah memperoleh empat suara, sementara Prof. Dr. Iskandar AS tidak mendapatkan suara.

Terpilihnya Prof Nyak Amir bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan kampus. Bagi banyak kalangan akademik, momentum ini menjadi simbol kepercayaan terhadap sosok yang selama ini dikenal aktif membangun tata kelola perguruan tinggi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, hingga mendorong pengembangan infrastruktur pendidikan.

Lahir di Desa Rawang Itek, Kecamatan Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, pada 25 November 1974, perjalanan Prof Nyak Amir menuju kursi rektor dimulai dari dunia pendidikan olahraga.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala pada 1997.

Semangatnya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan membawanya melanjutkan studi magister di IKIP Surabaya pada Program Studi Pendidikan Olahraga yang diselesaikan pada 2001.

Pendidikan doktoral kemudian ditempuh di Universitas Negeri Surabaya pada bidang Ilmu Keolahragaan hingga meraih gelar doktor.

Karier akademiknya berkembang pesat. Sebagai dosen Penjaskesrek, ia dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan penelitian hingga akhirnya menyandang gelar Guru Besar bidang Ilmu Keolahragaan.

Sebelum terpilih sebagai rektor, Prof Nyak Amir mengemban amanah sebagai Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Teuku Umar.

Di luar dunia kampus, ayah empat anak tersebut juga memiliki pengalaman organisasi di tingkat nasional. Salah satu posisi strategis yang pernah diembannya adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), yang memperlihatkan kiprahnya tidak hanya dalam dunia akademik, tetapi juga pada pengembangan olahraga nasional.

Dalam kontestasi pemilihan rektor, Prof Nyak Amir menawarkan visi besar bertajuk “Transformasi Universitas Teuku Umar sebagai Universitas Riset Berdampak dan Sainteknopreneurship Berbasis Agroindustri dan Kemaritiman Berdaya Saing Global”.

Melalui visi tersebut, ia ingin membawa UTU menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pendekatan kewirausahaan berbasis sains dan teknologi menjadi salah satu fokus utama yang akan dikembangkan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan.

Transformasi yang ditawarkannya mencakup penguatan tata kelola universitas, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset dan inovasi, transformasi digital, perluasan jejaring internasional, hingga penguatan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Bagi wilayah Barat Selatan Aceh, kehadiran UTU selama ini memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia.

Di bawah kepemimpinan Prof Nyak Amir, kampus tersebut diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan potensi unggulan Aceh, khususnya sektor agroindustri dan kemaritiman.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UTU, Dr. T. Alamsyah, menyebut seluruh proses pemilihan berlangsung secara tertib, demokratis, dan akuntabel. Menurutnya, proses tersebut mencerminkan kedewasaan institusi dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi yang baik.

Dengan dukungan mayoritas senat yang begitu kuat, Prof Nyak Amir kini memikul harapan besar untuk membawa Universitas Teuku Umar memasuki fase baru.

Tantangan ke depan tidak ringan, namun rekam jejak akademik, pengalaman manajerial, serta visi transformasi yang diusung menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita menjadikan UTU sebagai kampus unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.**

Laporan: Uci Setiawan

Related posts

Leave a Comment