Tolak Spekulasi, ASDP Tunggu Investigasi Resmi Ledakan KMP Aceh Hebat 2

SEI DesakHasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh — Dua taruna muda Politeknik Pelayaran meregang nyawa, 13 korban lainnya masih dalam pemulihan namun penyebab pasti ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, hingga kini belum juga diumumkan secara resmi. Sudah genap dua pekan insiden itu berlalu, hasil investigasi masih ditunggu publik.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, menyebut investigasi dijalankan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang dan pihaknya memilih bersabar menunggu kesimpulan resmi.

“Terkait perkembangan investigasi kejadian di KMP Aceh Hebat 2, saat ini proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang,” kata Andri kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).

Andri menegaskan ASDP tidak akan mendahului hasil penyelidikan dengan pernyataan spekulatif. Baginya, informasi yang keluar ke publik harus berpijak pada fakta yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan asumsi sepihak.

“Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang,” tegasnya.

Meski menunggu, ASDP tidak tinggal diam. Andri menyebut perusahaan berkomitmen mendukung penuh jalannya investigasi dan akan segera melakukan evaluasi internal begitu hasil resmi diterbitkan.

Sementara itu, perhatian utama saat ini diarahkan pada pendampingan korban dan keluarga yang terdampak, tanpa mengabaikan keberlangsungan layanan penyeberangan.

“Fokus kami tetap pada pendampingan pihak terdampak, memastikan pemulihan berjalan baik, serta menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap aman dan optimal,” pungkasnya.

Insiden bermula pada Jumat, 12 Juni 2026. Saat itu, 14 taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) tengah menjalani praktik kerja di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang sedang bersandar.

Ledakan tiba-tiba mengakibatkan 15 orang menderita luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Dari belasan korban itu, dua taruna berusia 19 tahun tidak berhasil bertahan. Fahri Herdi Eko, asal Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada 21 Juni 2026. Empat hari berselang, Muhammad Bilal Ramzi, warga Sabang, juga menghembuskan napas terakhirnya pada 25 Juni 2026. Keduanya pergi dalam usia yang masih sangat muda, saat sedang mengejar cita-cita di dunia pelayaran.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *