Meski Banjir dan Insiden Kapal, Wisatawan Tetap Serbu ke Sabang

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Minat wisatawan mengunjungi Sabang tidak surut meski Kota Sabang baru saja dilanda banjir dan longsor, serta insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue yang melukai 15 orang. Justru sebaliknya, jumlah penumpang penyeberangan menuju Pulau Weh tercatat melonjak signifikan dalam sepekan terakhir.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Ulee Lheue, Muhammad Al Qadri, mengungkapkan rata-rata jumlah penumpang selama periode 22 hingga 30 Juni 2026 naik hingga 84,72 persen dibandingkan hari normal. “Rata-rata perubahan keseluruhan penumpang naik 84,72 persen dibandingkan hari biasa,” kata Al Qadri, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data UPTD, lonjakan tertinggi terjadi pada 28 Juni dengan kenaikan mencapai 113,12 persen, disusul 26 Juni sebesar 104,80 persen, dan 27 Juni sebesar 97,96 persen. Kendaraan roda empat turut mengalami kenaikan rata-rata 18,73 persen, sementara kendaraan roda dua justru mencatat penurunan rata-rata 3,73 persen dibanding hari biasa.

Lonjakan ini terlihat jelas dari pemandangan di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, di mana ruang tunggu, loket tiket, hingga antrean menuju kapal dipadati wisatawan maupun penumpang sejak pagi hari. Momentum libur sekolah menjadi salah satu pendorong utama membeludaknya jumlah pengunjung yang hendak menyeberang ke Sabang.

Salah satu wisatawan asal Lhokseumawe, Faizul, mengaku berangkat bersama tujuh temannya untuk memanfaatkan masa libur sebelum memasuki kelas XII SMA.

“Kami mau liburan ke Iboih dan Pulau Rubiah. Mumpung masih libur sekolah,” ujarnya. Ia dan rombongan telah memesan tiket kapal cepat secara daring dengan harga sekitar Rp100 ribu per orang untuk perjalanan pulang-pergi.

Faizul mengaku sempat kesulitan saat memesan tiket akibat sistem yang beberapa kali mengalami gangguan, terutama untuk pemesanan kapal lambat. “Karena ada war tiket ya, lagi ramai. Kalau kapal cepat tidak error kalau kapal lambat yang error beberapa kali,” tuturnya.

Meski demikian, ia dan teman-temannya mengaku tidak khawatir dengan kabar banjir di Sabang maupun insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 sebelumnya. “Biasa saja, kami tetap ingin liburan ke Sabang,” katanya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan Sika, wisatawan asal Jakarta yang datang bersama dua rekannya untuk menikmati keindahan bawah laut dan pantai-pantai di Pulau Weh.

Sementara itu, Al Qadri menjelaskan bahwa layanan kapal ro-ro lintasan Ulee Lheue–Balohan saat ini hanya dilayani oleh KMP BRR, karena KMP Aceh Hebat 2 masih belum beroperasi pascainsiden ledakan mesin.

Meski arus penumpang terus meningkat, pihaknya mengaku belum dapat memprediksi kapan puncak arus wisatawan ke Sabang akan terjadi, mengingat masa libur sekolah tahun ini berlangsung cukup panjang hingga 13 Juli mendatang. “Kemungkinan grafik penumpang akan tetap flat atau tinggi terus hingga akhir masa liburan,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *