acehtoday.id/ | Aceh Barat – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memerintahkan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan pendataan ulang seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah yang telah disalurkan kepada kelompok tani.
Langkah itu diambil untuk memastikan seluruh aset negara dimanfaatkan sesuai peruntukannya serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul adanya laporan yang diterima pemerintah daerah terkait dugaan penyalahgunaan hingga penjualan alsintan oleh oknum tertentu.
Tarmizi menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir praktik yang merugikan petani maupun negara.
“Semua alsintan harus didata kembali. Kalau ada yang memperjualbelikan atau menyalahgunakan bantuan pemerintah, tentu akan berhadapan dengan proses hukum,” tegas Tarmizi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, alsintan merupakan aset pemerintah yang diberikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu, setiap bantuan harus dimanfaatkan sesuai tujuan awal dan tidak boleh dialihkan untuk kepentingan pribadi.
Tarmizi mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu andalan pembangunan ekonomi Aceh Barat, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang masih terbatas dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 15 persen.
Mayoritas masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian sehingga optimalisasi bantuan pemerintah dinilai sangat penting.
“Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki. Pertanian adalah sektor paling strategis, karena mayoritas masyarakat Aceh Barat adalah petani. Jika petani sejahtera, maka ekonomi daerah juga akan tumbuh,” ujarnya.
Selain melakukan penataan terhadap alsintan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memprioritaskan pengembangan jaringan Irigasi Lhok Guci.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 12 ribu hektare lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara signifikan.
Tarmizi meyakini pengembangan kawasan irigasi itu akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Menurutnya, apabila sektor pertanian berkembang optimal, perputaran ekonomi di Kota Meulaboh dapat mencapai sekitar Rp1,5 triliun.
“Kalau petaninya maju, maka perputaran uang di Kota Meulaboh bisa mencapai Rp1,5 triliun. Itu luar biasa, sehingga pembangunan Irigasi Lhok Guci menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tarmizi juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan sektor pertanian.
Ia meminta seluruh penyuluh aktif mendampingi petani di lapangan dan bekerja maksimal sesuai arahan Menteri Pertanian.
Bahkan, ia menegaskan pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengevaluasi kinerja penyuluh melalui mekanisme rekomendasi tahunan.
Evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani sehingga target pembangunan sektor pertanian di Aceh Barat dapat tercapai.
“Saya berharap penyuluh benar-benar menjadi harapan petani. Bekerjalah bersama pemerintah daerah agar target pembangunan pertanian bisa tercapai,” tutup Tarmizi.**
Tinggalkan Balasan