acehtoday.id/ | BANDA ACEH – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Syiah Kuala (USK) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., melantik Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp.Perio sebagai Dekan FKG USK periode 2026–2031 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (13/7/2026).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengangkatan 12 dekan dan satu Direktur Program Pascasarjana di lingkungan USK.
Bagi Zulfan, pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum mempercepat transformasi FKG USK menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat ASEAN.
Visi yang diusungnya, “Dentopreneur Unggul, Inovatif, Berdampak ASEAN”, menggabungkan keunggulan akademik, inovasi, jiwa kewirausahaan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Visi tersebut juga sejalan dengan target USK menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berdampak global, dan berkelanjutan pada 2031.
Dalam pidato perdananya, Zulfan menegaskan bahwa transformasi sebuah fakultas tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau bertambahnya program kerja. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari pola pikir, budaya organisasi, hingga keberanian mengambil keputusan berbasis data dan kebutuhan masa depan.
“FKG harus menjadi institusi yang mampu membaca perubahan, menghasilkan inovasi, dan memberi manfaat nyata. Pendidikan, penelitian, maupun pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dalam satu arah yang sama, yaitu menciptakan kualitas yang diakui secara internasional,” ujarnya.
Ia menilai FKG USK memiliki modal besar untuk berkembang, mulai dari kualitas sumber daya manusia, keberadaan rumah sakit pendidikan, hingga potensi kekayaan hayati Aceh yang dapat dikembangkan menjadi tema unggulan penelitian di bidang kedokteran gigi.
Tantangan berikutnya adalah menghubungkan seluruh potensi tersebut dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Untuk mewujudkan target tersebut, Zulfan menetapkan empat prioritas utama. Pertama, meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada standar internasional.

Kedua, memperkuat riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga inovasi dan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketiga, mempercepat digitalisasi tata kelola berbasis prinsip Good University Governance agar pengambilan keputusan lebih transparan dan terukur. Keempat, membangun kemandirian institusi melalui pengembangan jejaring kemitraan, optimalisasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), serta penguatan unit-unit usaha akademik.
Sebagai langkah awal, ia menyiapkan program kerja 100 hari yang difokuskan pada konsolidasi internal.
Program tersebut mencakup evaluasi menyeluruh terhadap sistem akademik dan organisasi, pemetaan mutu berbasis OBE, penguatan layanan digital, serta membangun pola kerja yang lebih kolaboratif bersama dosen, mahasiswa, alumni, rumah sakit pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan mitra internasional.
FKG USK Berbenah
Menurut Zulfan, pembenahan pada fase awal akan menjadi fondasi pelaksanaan agenda lima tahun ke depan, termasuk pengembangan program magister dan pendidikan dokter gigi spesialis, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, perluasan kolaborasi riset internasional, hingga penguatan reputasi FKG USK di kawasan ASEAN.
Seluruh program tersebut, lanjutnya, dirancang untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Syiah Kuala, mulai dari peningkatan kualitas lulusan, hilirisasi hasil riset, akreditasi internasional, hingga peningkatan pendapatan non-APBN universitas.
“Fakultas tidak boleh berjalan sendiri. Seluruh capaian yang kami targetkan harus menjadi bagian dari keberhasilan Universitas Syiah Kuala secara keseluruhan. Kami ingin FKG hadir sebagai salah satu motor penggerak transformasi universitas,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan kepemimpinannya tidak akan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan oleh sivitas akademika dan masyarakat.
“Kami ingin membangun fakultas yang dihormati karena kualitas pendidikannya, dipercaya karena tata kelolanya, diperhitungkan karena risetnya, dan dikenang karena manfaat yang diberikannya kepada masyarakat. Itulah tujuan yang ingin kami capai selama lima tahun ke depan,” tutur Zulfan.
Melalui arah pembangunan tersebut, FKG USK menargetkan diri menjadi salah satu pusat pendidikan kedokteran gigi terkemuka di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara melalui inovasi, kolaborasi, tata kelola modern, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Tinggalkan Balasan